Kolaborasi Danantara Mandiri dan SMBC Bangun Platform Leasing Pesawat Global
- Kamis, 02 April 2026
JAKARTA — Upaya Indonesia untuk memperluas peran dalam industri keuangan global kini memasuki babak baru melalui sektor aviasi.
Melalui kolaborasi lintas negara, Indonesia resmi menghadirkan platform investasi penyewaan pesawat pertama yang diharapkan membuka akses lebih luas bagi investor domestik ke pasar global yang selama ini relatif sulit dijangkau.
Inisiatif ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga mulai mengambil posisi dalam rantai nilai industri penerbangan internasional. Dengan melibatkan mitra global, langkah ini diharapkan mampu mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas investasi nasional di sektor strategis.
Baca JugaDanantara Gandeng QIA Kembangkan Proyek Pariwisata Strategis Baru Labuan Bajo
Kolaborasi Strategis Lahirkan Platform Leasing Aviasi Pertama
Platform investasi tersebut hadir melalui kerja sama antara Danantara Investment Management (DIM), SMBC Aviation Capital, dan Mandiri Investment Management. Ketiganya sepakat membentuk Mandiri Aviation Leasing Fund dengan nilai portofolio awal mencapai US$800 juta atau sekitar Rp13,57 triliun.
Kesepakatan ini diumumkan dalam seremoni yang berlangsung di Tokyo pada Rabu, 1 April 2026. Kehadiran platform ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki wadah khusus yang memungkinkan investor besar masuk ke sektor penyewaan pesawat global secara terstruktur.
Wadah tersebut dirancang khusus untuk memberi jalan bagi investor besar masuk ke aset aviasi global yang selama ini sulit dijangkau secara mandiri.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi pintu bagi Indonesia untuk mulai berbicara banyak dalam ekosistem pembiayaan penerbangan dunia. “Danantara Indonesia berinvestasi di platform kelas dunia yang mampu memberikan imbal hasil optimal, sekaligus membangun kapabilitas strategis bagi Indonesia,” ujar Pandu dalam keterangan resminya.
Pembagian Peran untuk Optimalkan Pengelolaan Investasi
Dalam implementasinya, platform ini akan dikelola secara kolaboratif oleh Mandiri Investment Management dan SMBC Aviation Capital. Masing-masing pihak memiliki peran spesifik untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal.
Mandiri Investment Management akan berfokus pada perancangan struktur dana investasi, termasuk strategi pengelolaan portofolio dan skema investasi yang menarik bagi para pemodal. Di sisi lain, SMBC Aviation Capital yang dikenal sebagai salah satu pemain besar dalam industri leasing pesawat global akan menangani aspek operasional dan pengelolaan armada.
Model kerja sama ini memungkinkan adanya sinergi antara kekuatan lokal dan pengalaman global. Dengan demikian, risiko dapat dikelola lebih baik sekaligus meningkatkan potensi imbal hasil bagi investor.
Chief Executive Officer Mandiri Investment Management, Baskoro Adi, menyebutkan bahwa kemitraan ini merupakan solusi inovatif untuk menghubungkan pemodal dengan aset penerbangan berkualitas tinggi.
Dorong Pertumbuhan Industri Penerbangan dan Investasi Global
Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi industri penerbangan. Dengan adanya platform ini, aliran investasi ke sektor aviasi berpotensi meningkat, baik di tingkat regional maupun global.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Chief Commercial Officer SMBC Aviation Capital, Barry Flannery, mengakui optimistis kolaborasi ini akan memajukan sektor penerbangan baik di Indonesia maupun internasional. “Melalui kerja sama erat dengan Mandiri dan Danantara Indonesia, kami berharap dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang, inovasi, dan kolaborasi di seluruh sektor ini,” ucap Barry.
Keterlibatan SMBC Aviation Capital sebagai mitra strategis juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kredibilitas platform ini di mata investor global. Dengan pengalaman panjang dalam industri leasing pesawat, perusahaan tersebut diharapkan mampu memastikan pengelolaan aset berjalan sesuai standar internasional.
Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia dan Jepang
Lebih jauh, kerja sama ini diharapkan mampu mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang. Kolaborasi lintas batas seperti ini membuka peluang baru dalam investasi global yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Bagi Indonesia, kehadiran platform ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan investasi internasional sekaligus meningkatkan daya tarik pasar keuangan nasional. Sementara bagi mitra Jepang, kerja sama ini membuka akses terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berkembang.
Selain itu, platform ini juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lain di masa depan, baik di sektor aviasi maupun sektor strategis lainnya.
Langkah Awal Ekspansi ke Aset Global Lainnya
Bagi Danantara, keberhasilan pembentukan platform ini tidak hanya berhenti pada sektor penerbangan. Inisiatif ini dipandang sebagai batu pijakan untuk memperluas investasi ke berbagai kelas aset global lainnya di masa mendatang.
Dengan pengalaman yang diperoleh dari pengelolaan Mandiri Aviation Leasing Fund, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mengelola investasi berskala internasional. Hal ini menjadi penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif di pasar global.
Secara keseluruhan, peluncuran platform ini mencerminkan transformasi strategi investasi Indonesia yang semakin progresif. Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan domestik, tetapi juga mulai merambah sektor global yang memiliki potensi imbal hasil tinggi serta dampak strategis jangka panjang.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Ini Rekomendasi 5 Mobil Listrik Bekas Terbaik 2026 Dengan Performa Unggulan
- Kamis, 02 April 2026
Industri Otomotif Nasional Unjuk Gigi Lewat GIICOMVEC 2026 Kendaraan Komersial
- Kamis, 02 April 2026
Jadwal Lengkap Kereta Api Tambahan Daop 6 Yogyakarta Libur Panjang Paskah
- Kamis, 02 April 2026
Krom Bank Catat Lonjakan Kredit Channeling Signifikan Bulan Februari 2026
- Kamis, 02 April 2026
Berita Lainnya
Penjualan Tiket KAI Tembus 112 Persen, 5 Juta Penumpang Terlayani Lebaran 2026
- Kamis, 02 April 2026









.jpg)


