PGEO Siapkan Strategi Dongkrak Produksi Listrik Panas Bumi 5.255 GWh Tahun 2026
- Kamis, 12 Maret 2026
JAKARTA - Peningkatan kebutuhan energi bersih mendorong perusahaan energi untuk terus memperkuat kapasitas produksi dan memperluas pengembangan sumber daya yang ramah lingkungan.
Di Indonesia, energi panas bumi menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki potensi besar untuk mendukung transisi energi sekaligus menekan emisi karbon.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menjadi salah satu perusahaan yang aktif mengembangkan potensi panas bumi tersebut. Perusahaan ini terus memperkuat kinerja operasional serta memperluas pengembangan proyek panas bumi untuk meningkatkan kontribusinya terhadap penyediaan listrik rendah emisi di Tanah Air.
Baca JugaKementan Bersinergi Dengan Kemendiktisaintek Dan BRIN Perkuat Pertanian Nasional
Setelah mencatat capaian produksi yang tinggi pada tahun sebelumnya, perusahaan kini menargetkan peningkatan produksi listrik panas bumi pada tahun 2026. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri energi panas bumi global.
Rekor Produksi Listrik Panas Bumi pada 2025
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) pada 2025 mencatat rekor produksi listrik tertinggi sepanjang perusahaan berdiri. Pada tahun ini, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu berencana mengukir rekor baru.
Sepanjang 2025, PGE mencatat total produksi mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh) atau meningkat 5,55% secara tahunan year on year (YoY) dibanding produksi 2024 sebanyak 4.827 GWh.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yani mengatakan bahwa ke depan PGEO akan semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi produsen panas bumi kelas dunia. Tidak hanya unggul dari sisi kapasitas terpasang, PGE juga berupaya untuk diakui sebagai geothermal center of excellence di tingkat global.
"Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang secara konsisten dijalankan, PGE optimistis dapat kembali mencatatkan rekor produksi tertinggi pada 2026. Perseroan memproyeksikan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 GWh atau tumbuh sekitar 3,14% secara tahunan," kata Yani dalam rilis resmi, Rabu (11/3/2026).
Optimalisasi Wilayah Kerja Panas Bumi
Yani menjelaskan target tersebut didukung dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja operasional sekaligus mengoptimalkan kapasitas pembangkit panas bumi yang dikelola PGEO.
Saat ini, PGEO mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama.
Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
Capaian tersebut menunjukkan peran strategis PGEO dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia sekaligus membantu upaya pengurangan emisi karbon secara nasional.
Pengembangan Proyek Baru dan Investasi Energi Bersih
Ada empat proyek PGE yang telah masuk dalam Blue Book 2025–2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas, yakni Lumut Balai Unit 3, Lumut Balai Unit 4, Gunung Tiga/Ulubelu Extension I, serta Lahendong Unit 7–8 & Binary.
Total nilai investasi untuk keempat proyek tersebut mencapai lebih dari US$1,09 miliar.
Realisasi proyek-proyek tersebut diproyeksikan menambah 215 MW kapasitas listrik rendah emisi yang direncanakan beroperasi secara bertahap mulai 2029 hingga 2032.
Dalam jangka panjang, PGEO membidik pengembangan potensi 3 gigawatt (GW) panas bumi yang dimiliki.
Menilik kinerja keuangannya, PGEO sepanjang 2025 membukukan pendapatan US$432,73 juta dengan laba bersih mencapai US$137,67 juta. EBITDA perseroan tercatat sebesar US$330,35 juta.
PGEO memiliki total aset mencapai US$3,03 miliar dengan kas dan setara kas sebesar US$718,50 juta.
Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang Perusahaan
Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Yurizki Rio menjelaskan bahwa fase transformasi memperluas portofolio bisnis perseroan menimbulkan konsekuensi berupa penurunan margin EBITDA yang terbatas. Namun, hal itu akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Menurutnya langkah tersebut merupakan bagian dari investasi perseroan untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat pengembangan usaha di masa mendatang.
Sejalan dengan itu, PGEO saat ini berfokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui investasi pada berbagai proyek quick win yang bertujuan meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi.
"Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong ekspansi bisnis sekaligus memperkuat kinerja keuangan perseroan secara berkelanjutan," tandasnya.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tips Aman Meninggalkan Motor Listrik di Rumah Saat Mudik Lebaran Agar Tetap Optimal
- Kamis, 12 Maret 2026
PGEO Siapkan Strategi Dongkrak Produksi Listrik Panas Bumi 5.255 GWh Tahun 2026
- Kamis, 12 Maret 2026
Berita Lainnya
Catat Daftarnya! 10 Tol Fungsional Dibuka Gratis Selama Mudik Lebaran 2026
- Kamis, 12 Maret 2026
Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 12 Maret 2026 Se-Indonesia, Pertamax Naik
- Kamis, 12 Maret 2026











