Rabu, 11 Maret 2026

Menekraf Sebut Sport Tourism Bisa Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

Menekraf Sebut Sport Tourism Bisa Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah
Menekraf Sebut Sport Tourism Bisa Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

JAKARTA - Kegiatan olahraga saat ini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan atau ajang kompetisi semata. 

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai event olahraga juga berkembang menjadi bagian dari sektor pariwisata yang mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah penyelenggara. 

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah kegiatan olahraga berbasis komunitas yang mampu menarik ribuan peserta sekaligus wisatawan dari berbagai daerah.

Baca Juga

Kemenpar Promosikan Destinasi Indonesia di Los Angeles Travel Adventure Show

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai bahwa kegiatan olahraga, khususnya ajang lari yang diselenggarakan komunitas dengan skala nasional, memiliki potensi besar untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah. 

Menurutnya, kehadiran peserta dalam jumlah besar tidak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi berbagai subsektor kreatif.

“Kehadiran ribuan pelari dan wisatawan membuka peluang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif mulai dari kuliner, fesyen, musik, hingga konten digital untuk berkembang sekaligus memperluas pasar,” ujar Riefky.

Menurut Riefky, kegiatan olahraga yang dikemas sebagai bagian dari pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan sekadar penyelenggaraan lomba.

Peserta yang datang dari berbagai daerah biasanya akan memanfaatkan berbagai layanan di lokasi penyelenggaraan, seperti akomodasi, transportasi, hingga produk kreatif lokal.

Hal ini menunjukkan bahwa sport tourism dapat menjadi salah satu strategi untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Malang Half Marathon Sebagai Platform Sport Tourism

Riefky juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026 yang dinilai mampu menjadi platform pariwisata olahraga atau sport tourism sekaligus penggerak ekonomi kreatif di daerah. 

Ajang tersebut dianggap sebagai contoh bagaimana kegiatan olahraga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif yang dimulai dari daerah.

Menurutnya, kegiatan seperti Malang Half Marathon memiliki multiplier effect yang cukup besar bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di Kota Malang dan wilayah Malang Raya. Berbagai pelaku usaha kreatif memiliki kesempatan untuk memasarkan produk dan layanan mereka kepada ribuan peserta serta pengunjung yang hadir.

Lebih lanjut, Menteri Ekonomi Kreatif menilai bahwa Kota Malang memiliki potensi yang besar sebagai kota kreatif yang mampu menghubungkan olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang saling mendukung. 

Potensi tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan kegiatan olahraga sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi daerah.

Kota Malang bahkan telah menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network. Keikutsertaan dalam jaringan kota kreatif dunia tersebut menunjukkan bahwa Malang memiliki ekosistem kreativitas dan inovasi yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.

Dengan dukungan tersebut, berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan olahraga dan pariwisata diharapkan dapat terus berkembang serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Kolaborasi Hexahelix Perkuat Ekosistem Olahraga

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai bahwa perkembangan kegiatan lari di Indonesia menunjukkan potensi besar bagi pengembangan pariwisata olahraga serta industri olahraga nasional. 

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari dapat menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai event olahraga yang berdampak pada sektor ekonomi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem tersebut. Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, serta masyarakat dikenal dengan konsep hexahelix.

Menurut Erick, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem olahraga dan pariwisata yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Pariwisata olahraga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar secara global. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor privat menjadi penting agar ekosistem olahraga dan pariwisata di Indonesia dapat terus berkembang,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai kegiatan olahraga dapat dikembangkan secara lebih profesional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dampak Ekonomi dan Promosi Daerah

Dengan melibatkan berbagai komunitas dan pelaku kreatif, Malang Half Marathon 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga panggung bagi ekonomi kreatif daerah untuk berkembang.

Event ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pariwisata serta kreativitas Kota Malang kepada masyarakat nasional maupun global.

Founder MS Glow For Men sekaligus penyelenggara Malang Half Marathon, Gilang Widhia Pramana, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat Running for Passion. Konsep tersebut tidak hanya bertujuan mempromosikan olahraga lari, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat serta pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Olahraga lari saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Melalui Malang Half Marathon, kami ingin menghadirkan platform besar yang tidak hanya tentang lomba lari, tetapi juga membawa pesan lebih luas tentang gaya hidup sehat, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Gilang.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berlari yang berbeda sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi daerah penyelenggara.

Penyelenggara menargetkan lebih dari 7.000 peserta dari berbagai kota di Indonesia akan mengikuti kegiatan tersebut. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, perputaran ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar.

Perputaran ekonomi tersebut berasal dari berbagai sektor seperti penginapan, transportasi, kuliner, hingga produk kreatif yang ditawarkan oleh pelaku usaha lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi panggung bagi UMKM, jenama lokal, serta para kreator di Indonesia untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

Hal ini menunjukkan bahwa olahraga, kreativitas, dan ekonomi dapat berjalan beriringan dalam menciptakan dampak yang lebih besar bagi pembangunan daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Hadapi Lonjakan Mudik

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Hadapi Lonjakan Mudik

Industri Batu Bara Hadapi Tantangan Meski Harga Global Menguat

Industri Batu Bara Hadapi Tantangan Meski Harga Global Menguat

Harga Batu Bara Global Tertekan Usai Minyak Dunia Anjlok

Harga Batu Bara Global Tertekan Usai Minyak Dunia Anjlok

Produksi Listrik Panas Bumi PGEO Meningkat Sepanjang Tahun

Produksi Listrik Panas Bumi PGEO Meningkat Sepanjang Tahun

Rekomendasi Rumah Subsidi Murah Terbaik di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur

Rekomendasi Rumah Subsidi Murah Terbaik di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur