Kemenpar Promosikan Destinasi Indonesia di Los Angeles Travel Adventure Show
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - Upaya memperluas pasar wisatawan mancanegara terus dilakukan pemerintah melalui berbagai strategi promosi internasional.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan berpartisipasi dalam berbagai pameran pariwisata global yang mempertemukan pelaku industri, agen perjalanan, serta calon wisatawan dari berbagai negara.
Kegiatan promosi ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan destinasi unggulan Indonesia sekaligus memperluas jejaring bisnis pariwisata.
Baca JugaMenekraf Sebut Sport Tourism Bisa Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memanfaatkan momentum tersebut dengan mengikuti ajang “Los Angeles Travel & Adventure Show 2026” yang digelar pada 7 hingga 8 Maret 2026 di Amerika Serikat.
Melalui keikutsertaan dalam pameran tersebut, pemerintah berupaya menarik minat wisatawan dari Amerika Serikat serta kawasan Amerika Utara untuk berkunjung ke Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut bertujuan untuk memperkenalkan lebih dekat berbagai destinasi wisata unggulan yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat Amerika.
"Kami ingin memperkenalkan lebih dekat ragam destinasi unggulan Indonesia sekaligus membangun koneksi bisnis yang berkelanjutan dengan mitra industri di kawasan ini," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Menurut Widiyanti, langkah promosi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas penetrasi pasar wisata internasional sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata pilihan bagi wisatawan asal Amerika.
Strategi Perluasan Pasar Wisatawan Amerika
Pemerintah memandang Amerika Serikat sebagai salah satu pasar penting bagi pariwisata Indonesia. Wisatawan dari negara tersebut selama ini dikenal memiliki tingkat pengeluaran yang relatif tinggi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan sektor pariwisata nasional.
Widiyanti menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di Amerika Serikat tersebut merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran pasar terhadap destinasi wisata Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi promosi terpadu yang dirancang untuk memperluas jaringan kemitraan dengan pelaku industri pariwisata internasional.
Melalui kegiatan promosi tersebut, pemerintah berharap dapat mendorong peningkatan penjualan paket wisata Indonesia di pasar Amerika Utara. Upaya ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik alam, budaya, serta pengalaman wisata yang autentik.
Keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki tanah air kepada publik internasional.
Dengan semakin meningkatnya persaingan antarnegara dalam industri pariwisata global, promosi yang terarah dinilai menjadi kunci penting untuk menarik minat wisatawan mancanegara.
Paviliun Indonesia Tampilkan Ragam Destinasi Unggulan
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan berbagai destinasi unggulan dan produk wisata berkelas dunia yang mencerminkan kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Beragam pengalaman wisata autentik juga diperkenalkan kepada para pengunjung pameran guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai daya tarik pariwisata Indonesia.
Partisipasi Indonesia dalam pameran ini melibatkan delapan pelaku industri pariwisata yang terdiri atas Destination Management Company (DMC) atau tour operator serta pelaku usaha akomodasi.
Keterlibatan para pelaku industri ini diharapkan dapat memperkuat promosi pariwisata sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan mitra internasional.
Selain menampilkan destinasi wisata, Paviliun Indonesia juga menghadirkan berbagai kegiatan promosi yang dirancang untuk menarik perhatian pengunjung. Salah satunya adalah aktivasi bertajuk “Taste of Indonesia” yang menghadirkan area khusus untuk menyajikan beragam kudapan khas Nusantara.
Program tersebut menjadi bagian dari promosi wisata gastronomi Indonesia yang memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat internasional. Aktivasi ini juga merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles.
Melalui kegiatan tersebut, pengunjung pameran dapat merasakan langsung cita rasa kuliner khas Indonesia sekaligus memperoleh informasi mengenai destinasi wisata yang berkaitan dengan kekayaan kuliner daerah.
Business Matching Perkuat Kerja Sama Industri Pariwisata
Selain berpartisipasi dalam pameran pariwisata, Kementerian Pariwisata juga menyelenggarakan kegiatan business matching sebagai bagian dari rangkaian promosi di kawasan Amerika Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra potensial di pasar internasional.
Business matching pertama dilaksanakan di San Francisco pada 10 Maret 2026 di Wisma Residen KJRI San Francisco. Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Singapore Airlines (West Coast) serta Aero Globe Indonesia.
Selanjutnya, kegiatan serupa juga dijadwalkan berlangsung di Vancouver pada 12 Maret 2026 di KJRI Vancouver. Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ini berkolaborasi dengan maskapai penerbangan EVA Air yang berbasis di Vancouver.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa kegiatan business matching tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat penetrasi pasar internasional melalui promosi yang terarah dan kolaboratif.
Menurutnya, kawasan Amerika Utara memiliki potensi besar sebagai pasar wisata bagi Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan promosi yang melibatkan langsung para pelaku industri pariwisata menjadi strategi yang dinilai efektif untuk memperluas jaringan kerja sama.
"Melalui kegiatan business matching di San Francisco dan Vancouver, kami bersama pelaku industri pariwisata Indonesia sekaligus menyapa langsung para mitra potensial di pasar setempat, sehingga tercipta peluang kerja sama yang nyata dan sesuai dengan minat serta kebutuhan para wisatawan potensial,” kata Made.
Target Peningkatan Devisa Pariwisata
Rangkaian kegiatan promosi yang dilakukan di kawasan Amerika Utara ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga ditargetkan mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa negara dari sektor pariwisata.
Melalui misi promosi tersebut, Kementerian Pariwisata menargetkan potensi transaksi sebesar 1.640 pax wisatawan atau setara dengan Rp58,1 miliar potensi devisa negara.
Target ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap peningkatan kontribusi sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah berharap upaya promosi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata internasional.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku industri pariwisata, promosi destinasi Indonesia diharapkan semakin efektif dalam menarik minat wisatawan dari berbagai negara untuk berkunjung ke Indonesia.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenpar Promosikan Destinasi Indonesia di Los Angeles Travel Adventure Show
- Rabu, 11 Maret 2026
BRIN Kembangkan Sistem AI Berbasis Data untuk Ketahanan Pangan Nasional
- Rabu, 11 Maret 2026











