Rabu, 11 Maret 2026

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Hadapi Lonjakan Mudik

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Hadapi Lonjakan Mudik
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Hadapi Lonjakan Mudik

JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran, kebutuhan bahan bakar minyak biasanya mengalami peningkatan signifikan. 

Pergerakan masyarakat yang meningkat membuat konsumsi energi, khususnya BBM, ikut melonjak dibandingkan hari-hari biasa.

Situasi ini mendorong perusahaan energi dan pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar. Ketersediaan BBM menjadi faktor penting agar perjalanan masyarakat selama mudik dapat berlangsung lancar.

Baca Juga

Menekraf Sebut Sport Tourism Bisa Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

Persiapan tersebut mencakup peningkatan stok hingga penyiagaan layanan distribusi di berbagai titik strategis. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memprediksi puncak arus mudik di wilayahnya akan terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Selama periode arus mudik dan arus balik tersebut, penggunaan BBM juga diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal.

Kenaikan konsumsi BBM diprediksi mencapai sekitar 9,6 persen dibandingkan pemakaian pada hari-hari biasa.

Perkiraan tersebut didasarkan pada meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh menuju kampung halaman.

"Kami memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri terjadi mulai 14 hingga 15 Maret 2026, kemudian terjadi lagi di 18 hingga 20 Maret 2026. Selanjutnya arus balik diprediksi terjadi puncaknya pada 24 hingga 25 Maret 2026," ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, Selasa sore (11/3/2026).

Perkiraan tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk menyiapkan pasokan BBM secara optimal selama masa Lebaran.

Dengan perencanaan yang matang, kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat diharapkan tetap terpenuhi sepanjang periode mudik.

Lonjakan Konsumsi BBM Selama Periode Mudik

Pertamina memperkirakan kenaikan konsumsi BBM akan terjadi pada beberapa jenis bahan bakar yang banyak digunakan kendaraan pribadi.

Jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo diprediksi mengalami peningkatan penggunaan selama musim mudik Lebaran.

Kenaikan tersebut mencapai sekitar 9,6 persen dibandingkan dengan konsumsi pada hari-hari normal.

Lonjakan ini berkaitan langsung dengan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Mobilitas masyarakat yang tinggi selama Lebaran membuat kebutuhan bahan bakar menjadi lebih besar dari biasanya.

Namun di sisi lain, konsumsi BBM jenis gasoil atau solar justru diprediksi mengalami penurunan.

Penurunan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 27,3 persen dibandingkan dengan penggunaan pada hari biasa.

Hal ini terjadi karena adanya kebijakan pembatasan operasional kendaraan bertonase besar selama masa mudik.

Pemerintah biasanya membatasi pergerakan truk logistik untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur mudik.

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada menurunnya konsumsi bahan bakar jenis solar.

Meskipun terjadi perubahan pola konsumsi BBM, Pertamina memastikan pasokan energi tetap dalam kondisi aman.

Perusahaan juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar.

"Kami pastikan aman, jadi bijaklah dalam melakukan pembeliaan BBM,"kata Satria.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying di SPBU.

Langkah tersebut penting agar distribusi BBM tetap merata dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Penyiagaan BBM di Jalur Wisata dan Pelabuhan

Selain menyiapkan pasokan BBM di jalur mudik utama, Pertamina juga memperhatikan kebutuhan bahan bakar di berbagai lokasi strategis.

Wilayah yang menjadi tujuan wisata maupun jalur transportasi laut turut menjadi fokus penyiagaan pasokan BBM.

Hal ini dilakukan karena aktivitas perjalanan tidak hanya terpusat pada jalur tol atau jalan utama.

Di wilayah Banten misalnya, penyiagaan BBM tidak hanya difokuskan pada rest area jalan tol menuju pelabuhan.

Pertamina juga menyiapkan pasokan bahan bakar di jalur menuju berbagai kawasan wisata.

Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain kawasan Cilegon, Serang, dan Pandeglang.

Wilayah tersebut kerap menjadi tujuan wisata masyarakat selama masa libur Lebaran.

Karena itu, ketersediaan BBM di daerah tersebut menjadi salah satu prioritas distribusi.

Pertamina memastikan bahwa layanan distribusi BBM di wilayah tersebut tetap berjalan dengan baik.

Dengan demikian masyarakat yang melakukan perjalanan wisata tetap dapat memperoleh bahan bakar dengan mudah.

Langkah ini juga membantu menghindari antrean panjang kendaraan di SPBU selama periode libur Lebaran.

SPBU Siaga dan Armada Distribusi Diperkuat

Untuk mendukung kelancaran distribusi BBM selama musim mudik, Pertamina menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.

Sejumlah SPBU disiagakan agar dapat melayani kebutuhan masyarakat selama perjalanan mudik.

Di wilayah Banten saja, Pertamina menyiagakan ratusan SPBU yang beroperasi selama dua puluh empat jam.

"Ada 427 SPBU yang siaga 24 jam, 62 mobil tangki yang stand-by, 52 unit motor untuk delivery BBM yang akan berkeliling bilamana kondisi macet, dan beberapa tempat lainnya yang akan disiagakan. Meliputi di akses jalan utama, ruas tol dan juga jalur wisata,"kata Satria.

Selain SPBU yang beroperasi penuh, Pertamina juga menyiapkan armada mobil tangki untuk memastikan distribusi bahan bakar tetap lancar.

Sebanyak 62 mobil tangki disiagakan untuk mendukung pengiriman BBM ke berbagai wilayah.

Armada tersebut akan membantu memastikan stok bahan bakar di SPBU tetap tersedia selama masa mudik.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan layanan pengantaran BBM menggunakan sepeda motor.

Sebanyak 52 unit motor delivery akan berkeliling untuk mengirimkan BBM apabila terjadi kemacetan di jalur distribusi.

Layanan ini bertujuan memastikan kendaraan yang kehabisan bahan bakar tetap dapat memperoleh bantuan.

Motor pengantar BBM biasanya ditempatkan di titik-titik strategis yang rawan kemacetan.

Dengan strategi ini, distribusi bahan bakar diharapkan tetap berjalan lancar meskipun terjadi kepadatan lalu lintas.

Pertamina juga menempatkan berbagai fasilitas pendukung di akses jalan utama, ruas tol, serta jalur wisata.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.

Melalui berbagai kesiapan tersebut, kebutuhan bahan bakar selama musim mudik Lebaran diharapkan dapat terpenuhi dengan baik.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kementerian P2MI Luncurkan KUR Penempatan untuk Calon Pekerja Migran

Kementerian P2MI Luncurkan KUR Penempatan untuk Calon Pekerja Migran

Industri Batu Bara Hadapi Tantangan Meski Harga Global Menguat

Industri Batu Bara Hadapi Tantangan Meski Harga Global Menguat

Harga Batu Bara Global Tertekan Usai Minyak Dunia Anjlok

Harga Batu Bara Global Tertekan Usai Minyak Dunia Anjlok

Produksi Listrik Panas Bumi PGEO Meningkat Sepanjang Tahun

Produksi Listrik Panas Bumi PGEO Meningkat Sepanjang Tahun

Rekomendasi Rumah Subsidi Murah Terbaik di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur

Rekomendasi Rumah Subsidi Murah Terbaik di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur