Rabu, 11 Maret 2026

Arus Mudik Lebaran Diperkirakan Picu Lonjakan Kendaraan dari Jakarta

Arus Mudik Lebaran Diperkirakan Picu Lonjakan Kendaraan dari Jakarta
Arus Mudik Lebaran Diperkirakan Picu Lonjakan Kendaraan dari Jakarta

JAKARTA - Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen pergerakan masyarakat terbesar di Indonesia setiap tahunnya. 

Jutaan orang meninggalkan kota besar menuju kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga.

Fenomena tersebut berdampak langsung pada lonjakan volume kendaraan di berbagai jalur utama, terutama jalan tol yang menjadi akses utama perjalanan jarak jauh.

Baca Juga

Diskon Tarif Tol Lebaran Bantu Pemudik Hemat Perjalanan

Kondisi ini membuat berbagai pihak, khususnya pengelola jalan tol, harus menyiapkan strategi operasional yang matang agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Salah satu wilayah yang menjadi pusat pergerakan kendaraan saat mudik adalah Jakarta. Sebagai ibu kota sekaligus pusat aktivitas ekonomi, arus kendaraan yang keluar dari kota ini biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta melalui empat Gerbang Tol (GT) utama pada arus mudik Lebaran 2026.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur panjang hari raya.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi lonjakan volume kendaraan tersebut, Jasa Marga bersama berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah langkah operasional.

Persiapan ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan lancar selama periode arus mudik maupun arus balik.

Persiapan Infrastruktur dan Teknologi Pengelolaan Lalu Lintas

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah operasional untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini.

Salah satu langkah utama adalah menyiagakan ribuan personel yang akan bertugas selama masa Operasi Ketupat.

Rivan menyampaikan bahwa sekitar 8.000 personel disiapkan untuk mendukung pengelolaan operasional jalan tol selama periode tersebut.

Selain itu, operasional juga didukung oleh 516 unit kendaraan yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan layanan jalan tol.

"Dari sisi kesiapan infrastruktur, Jasa Marga memastikan empat ruas tol fungsional telah siap 100 persen untuk dioperasikan," ujar Rivan dalam keterangan resminya saat melakukan Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran Idulfitri 1447 H/2026, Selasa (10/3/2026).

Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas pada empat gerbang tol utama yang menjadi akses keluar Jakarta, Jasa Marga juga memanfaatkan teknologi digital.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah Jasa Marga Integrated Digital (JID) yang memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen.

Pemanfaatan teknologi ini membantu petugas dalam memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Data yang dihasilkan memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat saat terjadi kepadatan kendaraan.

Dengan sistem tersebut, respons terhadap kondisi lalu lintas diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Selain sistem digital, Jasa Marga juga menghadirkan layanan komunikasi baru bagi pengguna jalan tol.

Perusahaan meluncurkan layanan call center 133 yang dapat diakses selama 24 jam.

Layanan ini berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus pengaduan bagi pengguna jalan tol.

Nomor tersebut menggantikan layanan sebelumnya yang menggunakan nomor 14080.

"Melalui Call Center 133, Jasa Marga berharap komunikasi dengan pengguna jalan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif," ujarnya.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi kondisi lalu lintas maupun bantuan saat menghadapi kendala di perjalanan.

Armada Operasional Disiagakan Selama Arus Mudik

Selain memanfaatkan teknologi, Jasa Marga juga menyiapkan berbagai armada operasional untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik.

Berbagai kendaraan layanan jalan tol telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan gangguan selama periode mudik.

Sebanyak 176 unit kendaraan derek disiagakan untuk membantu kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan tol.

Selain itu, terdapat 124 unit Mobile Customer Service yang bertugas memberikan bantuan langsung kepada pengguna jalan.

Layanan kesehatan juga menjadi perhatian penting selama arus mudik.

Untuk itu, Jasa Marga menyiapkan 55 unit ambulans yang siap memberikan pertolongan darurat di sepanjang jalur tol.

Pengamanan lalu lintas juga diperkuat dengan menyiagakan 101 kendaraan Patroli Jalan Raya.

Armada tersebut akan berpatroli untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan tertib selama periode arus mudik.

Selain kendaraan operasional tersebut, kesiapan mobile crane juga ditingkatkan.

Peralatan ini diperlukan untuk menangani kejadian khusus yang membutuhkan penanganan cepat, seperti kecelakaan atau kendaraan besar yang mengalami gangguan.

Langkah ini dilakukan agar proses penanganan di jalan tol dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.

Dengan demikian, potensi kemacetan akibat insiden di jalan dapat diminimalkan.

Penguatan Layanan Pengguna Jalan dan Antisipasi Cuaca

Kesiapan operasional tidak hanya difokuskan pada kendaraan dan petugas, tetapi juga pada sarana pendukung lalu lintas.

Jasa Marga menyiapkan berbagai perlengkapan untuk mendukung penerapan manajemen lalu lintas selama periode Lebaran.

Sekitar 18.000 rubber cone disiapkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan di berbagai titik.

Selain itu, rambu rekayasa lalu lintas juga ditambah untuk mendukung pengaturan arus kendaraan selama arus mudik dan balik.

Antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem juga menjadi bagian dari persiapan operasional.

Jasa Marga menyiagakan 71 tim siaga yang bertugas mengantisipasi berbagai kondisi darurat.

Untuk mendukung penanganan genangan air di jalan tol, perusahaan juga menyiapkan 209 unit pompa air.

Langkah ini dilakukan agar kondisi jalan tol tetap aman dilalui meskipun terjadi hujan deras.

Di sisi lain, layanan bagi pengguna jalan juga diperkuat melalui penyediaan fasilitas kesehatan.

Sebanyak 43 posko kesehatan disiapkan di berbagai titik rest area.

Posko tersebut bertujuan memberikan layanan medis bagi pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Sementara untuk menjaga kelancaran transaksi di gerbang tol, Jasa Marga juga menyiapkan sejumlah langkah tambahan.

Sebanyak 470 personel on call disiagakan untuk membantu operasional di gerbang tol.

Selain itu, terdapat 736 unit mobile reader yang digunakan sebagai alat bantu transaksi.

Perangkat ini berfungsi mempercepat proses pembayaran di gerbang tol sehingga antrean kendaraan dapat diminimalkan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Jasa Marga berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lebih lancar.

Kerja sama antara operator jalan tol dan berbagai pihak terkait diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Melalui kesiapan infrastruktur, teknologi, dan layanan operasional, perjalanan mudik diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PLN Umumkan Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Kota Jogja

PLN Umumkan Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Kota Jogja

Pemeliharaan Jaringan Listrik, Sejumlah Wilayah DIY Alami Pemadaman

Pemeliharaan Jaringan Listrik, Sejumlah Wilayah DIY Alami Pemadaman

Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Jabar Aman Jelang Libur Lebaran 2026

Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Jabar Aman Jelang Libur Lebaran 2026

Cek Harga BBM Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Hari Ini 11 Maret 2026, Mana Paling Murah?

Cek Harga BBM Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Hari Ini 11 Maret 2026, Mana Paling Murah?

Menteri UMKM Tekankan Penguatan Pasar Domestik untuk Lindungi Produk Lokal

Menteri UMKM Tekankan Penguatan Pasar Domestik untuk Lindungi Produk Lokal