Jumat, 03 April 2026

Mewujudkan Visi Net Zero Emission: Peran PHE dalam Transisi Energi

Mewujudkan Visi Net Zero Emission: Peran PHE dalam Transisi Energi

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai bagian dari Pertamina yang bertanggung jawab atas kegiatan hulu energi terus melakukan inovasi dan pengembangan dalam eksplorasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memperkuat ketahanan energi nasional. Hingga Maret 2024, PHE telah menyelesaikan pengeboran untuk 3 sumur eksplorasi, 163 sumur pengembangan, 219 workover, dan 8.323 layanan sumur. Selain itu, PHE juga telah melakukan survei seismik 2D sepanjang 12 km dan 3D sepanjang 2.602 km2, serta berhasil menemukan sumber daya 2C sebanyak 140 juta barel minyak ekuivalen/setara minyak.

Kali ini, PHE melalui Fungsi New Venture tengah fokus pada pengembangan potensi eksplorasi Geologic Hydrogen di wilayah Timur Indonesia. Dengan kerja sama antara PHE, Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi Universitas Pertamina, serta Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), studi eksplorasi Geologic Hydrogen atau Natural Hydrogen telah dimulai di Sulawesi Opholite. Langkah pertama ini diresmikan melalui kick off meeting yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait.

Tujuan dari studi ini adalah untuk mendukung visi dan misi PHE terkait pengurangan emisi gas rumah kaca hingga tahun 2034 serta kebijakan keberlanjutan perusahaan dalam mendukung energi bersih. PHE berharap bahwa melalui kerja sama dengan pihak akademisi dan pemerintah serta stakeholders lainnya, eksplorasi Geologic Hydrogen dapat menjadi kontributor penting dalam upaya menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga

Perusahaan di Batam: Daftar, Sektor Industri, dan Peluang Karier 2026

Dalam rangkaian kegiatan kick off meeting, dilakukan juga Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak untuk merumuskan langkah-langkah teknis dan kebijakan yang diperlukan dalam eksplorasi Geologic Hydrogen.

PHE menekankan komitmennya untuk berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan memperhatikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE telah menjadi anggota United Nations Global Compact (UNGC) sejak Juni 2022 dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal dari UNGC serta Zero Tolerance on Bribery. Melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), PHE bertekad menjaga kebersihan dan keterbukaan dalam operasionalnya.

PHE terus berupaya mengembangkan pengelolaan operasional yang profesional di dalam dan luar negeri demi menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan memiliki tata kelola yang baik.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

DHL Express Perkuat Dukungan UMKM Ekspor Lewat Layanan Logistik Internasional Global

DHL Express Perkuat Dukungan UMKM Ekspor Lewat Layanan Logistik Internasional Global

XLSMART Catat Lonjakan Trafik Data Selama Lebaran 2026 Hingga 21 Persen

XLSMART Catat Lonjakan Trafik Data Selama Lebaran 2026 Hingga 21 Persen

Rukun Raharja RAJA Catat Laba Naik 20 Persen Dorong Ekspansi LNG

Rukun Raharja RAJA Catat Laba Naik 20 Persen Dorong Ekspansi LNG

Pendapatan MPMX Turun Tipis 2025 Laba Bersih Tertekan Di Tengah Tantangan

Pendapatan MPMX Turun Tipis 2025 Laba Bersih Tertekan Di Tengah Tantangan

Damri Pangkalpinang Layani 1000 Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026 Berlangsung Lancar

Damri Pangkalpinang Layani 1000 Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026 Berlangsung Lancar