Sabtu, 07 Maret 2026

Peluncuran Buku Pintar Syngenta Bantu Petani Hadapi Tantangan Budidaya

Peluncuran Buku Pintar Syngenta Bantu Petani Hadapi Tantangan Budidaya
Peluncuran Buku Pintar Syngenta Bantu Petani Hadapi Tantangan Budidaya

JAKARTA - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada produksi pangan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan keterampilan para petani. 

Dalam konteks tersebut, perusahaan agrikultur PT Syngenta Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mendukung agenda pemerintah melalui program pemberdayaan petani hortikultura.

Langkah tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan pengetahuan petani di sektor hortikultura. 

Baca Juga

Kuota Rumah Subsidi FLPP 2026 Meningkat Dengan Skema DP 1 Persen

Salah satu program terbaru yang diperkenalkan perusahaan adalah peluncuran buku panduan budidaya yang dirancang khusus untuk membantu petani dalam mengelola komoditas hortikultura secara lebih efektif.

Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia Narendra Widyanto menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap peningkatan sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya bagi petani hortikultura di Indonesia.

"Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, buku pintar ini disusun berdasarkan masukan dari petani dan ilmu teknis yang kami terapkan di perusahaan," katanya.

Buku pintar budidaya untuk komoditas hortikultura utama

Sebagai bentuk nyata dari program pemberdayaan tersebut, Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku pintar budidaya yang difokuskan pada komoditas hortikultura utama. 

Ketiga komoditas tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi petani.

Buku pertama berjudul “Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal” yang berisi panduan budidaya bawang merah secara lebih efisien dan produktif. Buku kedua berjudul “Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah” yang memberikan panduan lengkap terkait budidaya cabai. 

Sementara buku ketiga berjudul “Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat” yang memuat berbagai informasi penting mengenai teknik budidaya tomat.

Ketiga buku tersebut dirancang sebagai panduan praktis yang mudah dipahami oleh petani. Informasi yang disajikan tidak hanya berasal dari pendekatan ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman lapangan para petani sehingga dapat lebih relevan dengan kondisi pertanian di Indonesia.

Narendra menyebutkan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan program pemerintah yang berupaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Hal ini menjadi penting terutama bagi komoditas hortikultura yang kerap mengalami fluktuasi harga di pasar.

Materi komprehensif untuk mendukung praktik pertanian modern

Isi dari buku pintar tersebut tidak hanya membahas teknik dasar budidaya tanaman hortikultura. Syngenta Indonesia juga memasukkan berbagai informasi tambahan yang bertujuan membantu petani menghadapi tantangan di lapangan.

Materi yang disajikan mencakup teknologi budidaya modern, pengenalan hama dan penyakit tanaman, serta solusi penanganannya. Selain itu, buku tersebut juga membahas berbagai inovasi dalam praktik pertanian berkelanjutan yang dapat membantu meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.

Tidak hanya itu, buku pintar tersebut juga memberikan informasi mengenai aspek keselamatan dalam bertani. Hal ini penting karena kegiatan pertanian sering kali melibatkan penggunaan berbagai bahan dan alat yang memerlukan penanganan yang tepat.

Narendra menambahkan bahwa buku panduan tersebut tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak, tetapi juga dapat diakses secara digital agar lebih mudah digunakan oleh petani.

"Buku ini akan tersedia dalam format cetak dan versi digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta," ujar Narendra.

Melalui penyediaan dua format tersebut, perusahaan berharap informasi yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak petani di berbagai daerah.

Edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani

Syngenta Indonesia menilai bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani merupakan kunci utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, penyediaan panduan budidaya yang praktis dan mudah dipahami menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pengembangan sektor hortikultura.

Melalui buku pintar tersebut, perusahaan ingin memberikan edukasi yang komprehensif kepada petani mengenai teknik budidaya yang lebih efektif. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang cara mengelola tanaman hortikultura, petani diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen mereka.

Selain meningkatkan produktivitas, pendekatan edukasi juga diharapkan dapat mendorong terciptanya praktik pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Narendra menegaskan bahwa program edukasi tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dukungan pemerintah terhadap inisiatif edukasi petani

Peluncuran buku pintar budidaya hortikultura tersebut juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Syngenta Indonesia.

Menurut Rahmat, penyediaan panduan budidaya yang praktis dapat membantu petani dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola komoditas hortikultura secara lebih baik.

"Pemerintah dan Syngenta memiliki satu tujuan yang sama yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan cara meningkatkan produktivitas," katanya dalam kegiatan peluncuran buku di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ia menilai peluncuran buku tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. 

Melalui penyebaran ilmu praktis budidaya, petani dapat memperoleh solusi inovatif untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan pertanian.

Rahmat menambahkan bahwa peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen akan memberikan dampak positif terhadap ketersediaan pangan di masa depan.

"Dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen, diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Melalui kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah, berbagai program pemberdayaan petani diharapkan dapat terus berkembang. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton Mentan Amran Pastikan Aman

Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton Mentan Amran Pastikan Aman

Produksi Energi Biomassa PLN Indonesia Power Naik 16 Persen Sepanjang 2025

Produksi Energi Biomassa PLN Indonesia Power Naik 16 Persen Sepanjang 2025

Tarif Listrik Indonesia Maret 2026 Tidak Berubah Ini Rinciannya Lengkap

Tarif Listrik Indonesia Maret 2026 Tidak Berubah Ini Rinciannya Lengkap

Update Harga BBM Pertamax Hari Ini 7 Maret 2026 di SPBU Seluruh Indonesia

Update Harga BBM Pertamax Hari Ini 7 Maret 2026 di SPBU Seluruh Indonesia

IFEX Jadi Motor Penggerak Ekspor Furnitur Nasional dan Perluasan Pasar Internasional

IFEX Jadi Motor Penggerak Ekspor Furnitur Nasional dan Perluasan Pasar Internasional