Jumat, 27 Februari 2026

Blok Gas Corridor Masih Jadi Andalan Pasokan Energi Domestik Indonesia

Blok Gas Corridor Masih Jadi Andalan Pasokan Energi Domestik Indonesia
Blok Gas Corridor Masih Jadi Andalan Pasokan Energi Domestik Indonesia

JAKARTA - Upaya peningkatan produksi gas nasional terus dilakukan melalui optimalisasi lapangan migas yang telah beroperasi. 

Salah satu capaian terbaru datang dari pengelolaan sumur gas Suban-14 yang berada di kawasan Blok Corridor Musi Banyuasin Sumatra Selatan.

Kenaikan produksi gas tersebut diklaim mencapai 5,5 MMSCFD setelah dilakukannya aktivitas perawatan sumur atau well service. Langkah teknis tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi energi hulu Indonesia.

Baca Juga

KAI Siapkan 98 Ribu Kursi Mudik Lebaran 2026 Periode 11 20 Maret 2026

Menurut keterangan resmi dari SKK Migas, peningkatan produksi berasal dari pekerjaan perawatan yang dilaksanakan oleh PT Medco E&P Grissik Ltd. pada sumur Suban-14.

Optimalisasi Produksi Gas Melalui Well Service

Kegiatan perawatan sumur mencakup beberapa tahapan teknis penting, yaitu perforation serta stimulasi sumur menggunakan metode pemompaan asam.

Teknologi yang digunakan adalah coiled tubing unit (CTU) atau sistem perawatan sumur tanpa penggunaan rig besar.

Metode rigless tersebut dinilai lebih efisien karena mampu mengurangi waktu operasional sekaligus menekan biaya produksi.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa pengujian lapangan menunjukkan produksi gas meningkat dari 25 MMSCFD menjadi 30,5 MMSCFD.

“Kegiatan well service Suban-14 dimulai pada 4 Februari 2026 dan selesai 24 Februari 2026. Hasil flow test menunjukkan capaian kenaikan produksi dari 25 MMSCFD menjadi 30,5 MMSCFD,” ujar Djoko.

Secara keseluruhan, kenaikan aktual produksi tercatat sebesar 5,5 MMSCFD, melampaui target awal yang dipatok sekitar 5 MMSCFD.

Implementasi Teknologi Rigless dan Efisiensi Biaya Operasional

Seluruh pekerjaan perawatan sumur Suban-14 dilakukan tanpa menggunakan rig besar.

Pendekatan rigless dengan CTU ini memerlukan waktu pengerjaan total sekitar 21 hari.

Efisiensi biaya juga menjadi indikator penting dalam proyek tersebut. Data internal menunjukkan bahwa realisasi biaya yang telah dikeluarkan mencapai sekitar 73,31% dari nilai authorization for expenditure (AFE).

Strategi pengelolaan biaya ini penting untuk menjaga keekonomian proyek hulu migas, terutama di tengah tantangan industri energi global yang semakin kompleks.

Langkah perawatan sumur diharapkan mampu mempertahankan produktivitas lapangan mature yang mulai mengalami penurunan produksi alami.

Kontribusi Corridor terhadap Pasokan Energi Nasional

Blok Corridor Sumatra Selatan memiliki peran strategis dalam struktur produksi gas Indonesia.

Lapangan produksi di blok ini terdiri atas tujuh lapangan gas dan satu lapangan minyak yang seluruhnya berlokasi di Sumatra Selatan.

Penjualan gas dilakukan melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah pembeli domestik dan internasional.

Beberapa pelanggan utama meliputi PT Perusahaan Gas Negara Tbk., PT Pertamina Hulu Rokan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta PT Pupuk Sriwijaya dan PT Energasindo Heksa Karya.

Alokasi penjualan gas dari blok ini menunjukkan bahwa sekitar 83% produksi ditujukan untuk kebutuhan domestik, sementara 17% lainnya diekspor ke Singapura.

Skema PSC dan Pengelolaan Kontrak Hulu Migas

Pada akhir 2023, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia menyetujui perubahan skema production sharing contract (PSC) pada Blok Corridor.

Kontrak sebelumnya dengan model gross split kembali menggunakan skema cost recovery untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan investasi hulu migas.

Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi sektor energi nasional serta menjaga keberlanjutan produksi lapangan gas yang sudah memasuki fase mature.

Prospek Produksi Gas Corridor dan Masa Depan Energi Nasional

Data historis menunjukkan bahwa produksi gas Blok Corridor pernah mencapai sekitar 500 MMscfd pada tahun 2022.

Namun, produksi mengalami penurunan menjadi sekitar 400 MMscfd pada tahun 2023 akibat beberapa lapangan eksplorasi memasuki fase penurunan alamiah.

Meskipun demikian, upaya optimasi lapangan tetap dilakukan untuk mempertahankan tingkat produksi yang ekonomis.

Perubahan kepemilikan saham juga terjadi pada periode sebelumnya. Perusahaan energi global Repsol S.A. telah melepas kepemilikan sahamnya kepada PT Medco Energi Internasional Tbk.

Struktur kepemilikan blok gas tersebut sebelumnya terdiri atas Medco dengan porsi 46%, Repsol melalui Talisman Corridor Ltd. sebesar 24%, dan PT Pertamina Hulu Energi sebesar 30%.

Penguatan Ketahanan Energi Melalui Optimalisasi Hulu Migas

Keberhasilan perawatan sumur Suban-14 diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi gas nasional pada 2026.

Penguatan sektor hulu migas menjadi salah satu prioritas dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan pasar energi global.

Optimalisasi lapangan produksi mature, penggunaan teknologi modern seperti CTU, serta manajemen biaya yang efisien menjadi kombinasi strategi yang diterapkan.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan Blok Corridor Sumatra Selatan diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu tulang punggung pasokan gas domestik.

Ke depan, kolaborasi antara regulator, operator, dan investor akan menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan produksi energi nasional.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga BBM Hari Ini 27 Februari 2026 Terbaru Simak Rinciannya Praktis

Harga BBM Hari Ini 27 Februari 2026 Terbaru Simak Rinciannya Praktis

Daftar Harga BBM Pertamina 27 Februari 2026 Lengkap Di Seluruh SPBU Praktis

Daftar Harga BBM Pertamina 27 Februari 2026 Lengkap Di Seluruh SPBU Praktis

Ibas Tekankan Kedaulatan Pangan lewat Dialog Petani di Ngawi Ramadan 2026

Ibas Tekankan Kedaulatan Pangan lewat Dialog Petani di Ngawi Ramadan 2026

Harga Sawit Petani Aceh Singkil Bertahan Rp 2.500 per Kg Ramadhan Ini

Harga Sawit Petani Aceh Singkil Bertahan Rp 2.500 per Kg Ramadhan Ini

Satgas PRR Fokus Perbaikan Infrastruktur Dasar Agar Logistik Sumatera Pulih Cepat

Satgas PRR Fokus Perbaikan Infrastruktur Dasar Agar Logistik Sumatera Pulih Cepat