Kamis, 14 Mei 2026

Harga Sawit Petani Aceh Singkil Bertahan Rp 2.500 per Kg Ramadhan Ini

Harga Sawit Petani Aceh Singkil Bertahan Rp 2.500 per Kg Ramadhan Ini

JAKARTA - Harga tandan buah segar kelapa sawit di tingkat petani di Aceh Singkil dilaporkan masih bertahan di angka Rp 2.500 per kilogram selama bulan Ramadhan. Kondisi ini disebut menjadi berkah tersendiri bagi petani sawit di daerah tersebut.

Harga TBS Stabil di Tingkat Petani

Sejumlah pengepul di Aceh Singkil menyampaikan harga pembelian TBS sawit dari petani berada di kisaran Rp 2.500 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk buah sawit dengan kondisi matang dan kualitas baik.

Baca Juga

Legislator Dorong Penambahan Gudang Bulog di Dekat Sentra Petani

Jika buah dijemput langsung ke kebun, harga yang diterima petani biasanya sedikit lebih rendah karena dipotong biaya angkut. Perbedaan sistem penjualan ini membuat ada variasi kecil di lapangan.

Meski begitu, angka Rp 2.500 per kilogram dinilai cukup stabil dalam beberapa waktu terakhir. Stabilitas ini memberikan kepastian bagi petani dalam menghitung pendapatan mereka.

Peran Sawit bagi Ekonomi Masyarakat

Kelapa sawit menjadi komoditas utama penopang ekonomi masyarakat Aceh Singkil. Banyak keluarga menggantungkan penghasilan dari panen tandan buah segar setiap pekan.

Selain petani, aktivitas sawit juga melibatkan pekerja angkut, buruh panen, hingga jasa perawatan kebun. Rantai ekonomi ini membuat stabilnya harga sawit berdampak langsung pada daya beli masyarakat setempat.

Pada momentum Ramadhan, harga yang tidak mengalami penurunan tajam menjadi kabar yang cukup melegakan. Petani berharap tren ini bertahan hingga menjelang Idul Fitri.

Tantangan Biaya Produksi

Di sisi lain, petani tetap menghadapi kenaikan biaya produksi. Harga pupuk, ongkos panen, serta biaya perawatan kebun menjadi beban yang harus diperhitungkan.

Sebagian petani menyebut harga Rp 2.500 per kilogram cukup membantu, namun belum sepenuhnya memberi ruang keuntungan besar jika biaya operasional meningkat. Karena itu, kestabilan harga menjadi faktor penting untuk menjaga margin usaha.

Faktor Penentu Harga di Lapangan

Harga TBS di tingkat petani dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kualitas buah, tingkat kematangan, dan kondisi pasokan ke pabrik pengolahan. Cuaca juga memengaruhi produktivitas panen.

Jika produksi meningkat dan pasokan melimpah, harga berpotensi tertekan. Sebaliknya, ketika pasokan berkurang, harga bisa terdorong naik. Dinamika ini menjadi bagian dari siklus tahunan perkebunan sawit.

Harapan Petani ke Depan

Petani sawit di Aceh Singkil berharap harga tetap stabil atau meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Momentum Ramadhan dianggap sebagai awal yang baik bagi pergerakan harga tahun ini.

Mereka juga berharap adanya perhatian terhadap biaya produksi agar kesejahteraan petani dapat terus meningkat. Stabilnya harga di angka Rp 2.500 per kilogram menjadi harapan yang ingin terus terjaga di tengah dinamika pasar sawit nasional.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Kopi Berbalik Turun Efek Penguatan USD, Stok ICE Makin Menipis

Harga Kopi Berbalik Turun Efek Penguatan USD, Stok ICE Makin Menipis

Minyak WTI Tembus USD 102,18, Harga Timah Justru Melemah di LME

Minyak WTI Tembus USD 102,18, Harga Timah Justru Melemah di LME

Bursa London dan New York Kompak, Harga Kopi Dunia Naik Signifikan

Bursa London dan New York Kompak, Harga Kopi Dunia Naik Signifikan

Meski Impor China Turun, Harga Batu Bara Global Menguat ke USD 136,4

Meski Impor China Turun, Harga Batu Bara Global Menguat ke USD 136,4

INDEF Sebut Bunga KUR 5 Persen Prabowo Sangat Efektif Bantu UMKM

INDEF Sebut Bunga KUR 5 Persen Prabowo Sangat Efektif Bantu UMKM