China Kembangkan Baterai Mobil Listrik Berbahan Mirip Plastik Lebih Aman Efisien
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - China kembali menghadirkan inovasi teknologi kendaraan listrik melalui pengembangan baterai mobil listrik berbahan polimer organik yang memiliki karakteristik menyerupai plastik. Teknologi ini dinilai berpotensi menjadi alternatif baru pengganti baterai konvensional berbasis logam berat seperti kobalt dan nikel yang selama ini banyak digunakan pada kendaraan listrik.
Baterai baru tersebut dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin Profesor Xun Yinhua dari Tianjin University dan Profesor Huang Fei dari South China University of Technology. Inovasi ini menggunakan material polimer organik bernama PBFDO sebagai katoda, yaitu komponen utama penyimpan energi pada baterai kendaraan listrik.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada 18 Februari 2026 dan menunjukkan bahwa bahan organik mirip plastik dapat digunakan sebagai pengganti material logam berat pada baterai kendaraan listrik modern.
Baca JugaKemenekraf Dorong UMKM Lhokseumawe Tembus Pasar Nasional Lewat Bazar Ramadan
Material Polimer Pengganti Logam Berat
Selama ini, baterai mobil listrik sangat bergantung pada material logam seperti kobalt dan nikel yang tergolong mahal serta memiliki tantangan dalam proses penambangan. Dengan penggunaan polimer organik, peneliti berharap baterai masa depan bisa diproduksi dengan bahan yang lebih mudah diperoleh.
Material polimer PBFDO yang digunakan dalam penelitian tersebut memiliki sifat menyerupai plastik sehingga membuat struktur baterai lebih ringan dan fleksibel dibandingkan baterai konvensional. Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan teknologi baterai yang lebih berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan.
Biasanya baterai berbasis bahan organik memiliki kelemahan pada sisi performa. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa baterai berbahan plastik mampu memberikan hasil yang kompetitif dengan teknologi yang sudah ada saat ini.
Performa Setara Baterai Modern
Tim peneliti berhasil membuat sel baterai tipe pouch yang memiliki kepadatan energi sekitar 250 Wh/kg. Angka tersebut disebut setara dengan baterai lithium-ion berteknologi tinggi yang saat ini digunakan pada banyak kendaraan listrik.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa baterai berbasis polimer organik tidak lagi dapat dianggap sebagai teknologi alternatif dengan performa rendah. Sebaliknya, teknologi tersebut berpotensi menjadi pesaing serius bagi baterai konvensional di masa depan.
Selain itu, kemampuan menyimpan energi yang tinggi menjadi faktor penting agar baterai plastik dapat digunakan pada kendaraan listrik secara nyata, bukan sekadar konsep laboratorium.
Tahan Suhu Ekstrem dan Lebih Aman
Keunggulan lain dari baterai berbahan mirip plastik ini adalah kemampuannya bekerja dalam rentang suhu yang sangat luas, yakni dari minus 70 derajat Celsius hingga 80 derajat Celsius. Rentang tersebut membuat baterai tetap dapat berfungsi baik pada kondisi cuaca ekstrem.
Keamanan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan teknologi ini. Dalam pengujian ekstrem berupa penusukan jarum ke sel baterai, hasilnya menunjukkan bahwa baterai tidak mengeluarkan asap, tidak terbakar, dan tidak mengalami perubahan bentuk yang berarti.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan potensi peningkatan keselamatan dibandingkan baterai lithium konvensional yang memiliki risiko kebakaran jika mengalami kerusakan.
Struktur Fleksibel untuk Mobil Masa Depan
Karena menggunakan bahan polimer, struktur baterai memiliki sifat fleksibel sehingga dapat dibengkokkan, diregangkan, maupun ditekan tanpa mengalami kerusakan. Karakteristik ini membuka peluang baru dalam desain kendaraan listrik di masa depan.
Baterai tidak lagi harus berbentuk paket kaku yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan. Sebaliknya, baterai dapat disesuaikan dengan bentuk rangka kendaraan atau bahkan menjadi bagian dari struktur mobil itu sendiri.
Jika teknologi ini berhasil diproduksi secara massal, penggunaan bahan polimer organik berpotensi menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan tambang.
Saat ini baterai berbahan mirip plastik tersebut masih berada pada tahap prototipe. Meski demikian, hasil pengujian awal menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi teknologi baterai kendaraan listrik generasi berikutnya.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Oppo Reno15 Series Resmi Meluncur Bawa Kamera Selfie 50MP dan Teknologi AI
- Jumat, 27 Februari 2026
Oppo A6t Pro 5G Resmi Meluncur Andalkan Baterai Raksasa Serta Layar Mulus
- Jumat, 27 Februari 2026
Xiaomi Pad 8 Segera Rilis di Indonesia Dengan Chipset Snapdragon 8s Gen 4
- Jumat, 27 Februari 2026
Update Daftar Harga HP Xiaomi Februari 2026 Xiaomi 15T Dibanderol Rp7 Jutaan
- Jumat, 27 Februari 2026
Bodi BYD Atto 1 Tetap Utuh Meski Ditimpa Lengan Baja Ekskavator 22 Ton
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
BP Tapera Laporkan Penyaluran Rumah Subsidi Meningkat Signifikan Hingga Februari
- Jumat, 27 Februari 2026












