Pertamina Batalkan Investasi Panas Bumi Kenya Karena Dinilai Kurang Menguntungkan
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Pertamina New & Renewable Energy (NRE) memutuskan tidak melanjutkan rencana investasi pengembangan lapangan panas bumi di Kenya setelah hasil perhitungan menunjukkan proyek tersebut dinilai kurang memberikan keuntungan secara ekonomi. Keputusan ini diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap potensi sumber daya serta aspek komersial proyek yang sebelumnya direncanakan bersama mitra setempat.
Rencana investasi tersebut sebelumnya akan dilakukan melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan menggandeng Geothermal Development Company (GDC) untuk mengembangkan lapangan panas bumi Suswa yang berada di wilayah Narok, Kenya. Proyek tersebut diperkirakan memiliki potensi panas bumi sebesar 100 hingga 300 megawatt dengan estimasi investasi sekitar US$200 juta.
Kerja sama antara PGEO dan GDC sempat memasuki tahap awal melalui penandatanganan non-disclosure agreement pada September 2023 sebagai bagian dari penjajakan pengembangan proyek panas bumi di negara Afrika Timur tersebut.
Baca JugaKemenekraf Dorong UMKM Lhokseumawe Tembus Pasar Nasional Lewat Bazar Ramadan
Evaluasi Menyeluruh Aspek Ekonomi
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menjelaskan bahwa pembatalan investasi dilakukan setelah perusahaan melakukan penghitungan terhadap nilai keekonomian proyek yang ditawarkan oleh mitra di Kenya.
"Jadi begitu kami hitung dengan apa yang mereka tawarkan, dengan resource-resource yang ada, kami merasa investasinya kurang bagus," kata John kepada Bisnis, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut dia, setiap rencana investasi yang dilakukan perusahaan harus mempertimbangkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh dalam jangka panjang. Jika hasil kajian menunjukkan nilai yang tidak sesuai dengan target perusahaan, maka investasi tersebut tidak akan dilanjutkan.
Pertamina NRE menilai keputusan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan memastikan bahwa setiap proyek energi baru terbarukan yang dijalankan memiliki nilai ekonomi yang memadai.
Rencana Investasi Sejak 2024
Rencana investasi panas bumi di Kenya sebenarnya telah bergulir sejak 2024 ketika Pertamina NRE melalui PGEO membuka peluang kerja sama dengan GDC untuk mengembangkan proyek panas bumi di wilayah Suswa. Pada tahap awal, PGEO berupaya memperoleh kepemilikan mayoritas dalam proyek tersebut sebagai bagian dari strategi ekspansi global perusahaan.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas portofolio energi bersih sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain energi panas bumi di tingkat internasional.
PGEO sebelumnya menegaskan bahwa perusahaan cenderung menginginkan posisi kepemilikan mayoritas dalam proyek pengembangan panas bumi yang dijalankan di luar negeri.
"PGEO selalu minta single majority," ujar Julfi Hadi kepada Bisnis di sela-sela agenda Indonesia Africa-Forum (IAF) 2024 pada September 2024.
Namun demikian, rencana kepemilikan tersebut masih menunggu hasil uji kelayakan atau due diligence sebelum keputusan investasi diambil secara final.
Fokus pada Proyek Lebih Menguntungkan
Dengan batalnya investasi di Kenya, Pertamina NRE menyatakan akan mengalihkan fokus pada proyek-proyek lain yang dinilai memiliki prospek lebih baik secara finansial.
Perusahaan menegaskan bahwa peluang pengembangan energi baru terbarukan masih terbuka luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena itu, pembatalan investasi di Kenya tidak akan mempengaruhi komitmen Pertamina dalam mengembangkan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi energi.
Langkah ini juga mencerminkan strategi perusahaan untuk lebih selektif dalam memilih proyek investasi, terutama yang membutuhkan pendanaan besar dan memiliki risiko jangka panjang.
Melalui pendekatan tersebut, Pertamina NRE berharap dapat memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung pengembangan energi bersih secara berkelanjutan.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Oppo Reno15 Series Resmi Meluncur Bawa Kamera Selfie 50MP dan Teknologi AI
- Jumat, 27 Februari 2026
Oppo A6t Pro 5G Resmi Meluncur Andalkan Baterai Raksasa Serta Layar Mulus
- Jumat, 27 Februari 2026
Xiaomi Pad 8 Segera Rilis di Indonesia Dengan Chipset Snapdragon 8s Gen 4
- Jumat, 27 Februari 2026
Update Daftar Harga HP Xiaomi Februari 2026 Xiaomi 15T Dibanderol Rp7 Jutaan
- Jumat, 27 Februari 2026
Bodi BYD Atto 1 Tetap Utuh Meski Ditimpa Lengan Baja Ekskavator 22 Ton
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
BP Tapera Laporkan Penyaluran Rumah Subsidi Meningkat Signifikan Hingga Februari
- Jumat, 27 Februari 2026












