Minggu, 29 Maret 2026

Mahasiswi UB Hidupkan Lahan Perumahan Jadi Kebun Melon Hidroponik yang Menjanjikan

Mahasiswi UB Hidupkan Lahan Perumahan Jadi Kebun Melon Hidroponik yang Menjanjikan
Mahasiswi UB Hidupkan Lahan Perumahan Jadi Kebun Melon Hidroponik yang Menjanjikan

JAKARTA - Di tengah kawasan perumahan Sawojajar, Malang, dua mahasiswi dari Universitas Brawijaya memanfaatkan lahan seluas sekitar 800 meter persegi yang selama ini tak terpakai untuk budidaya melon menggunakan sistem hidroponik. Inisiatif mereka tidak hanya menghasilkan buah yang berkualitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Transformasi Lahan Tak Terpakai Jadi Sumber Produksi

Lahan tidur—yang biasanya terbengkalai dan tidak dimanfaatkan—telah diubah menjadi area produktif oleh Dwi Vindi dan rekannya. Mereka memilih tanaman melon jenis golden kinanti karena sejumlah keunggulan dibanding varietas lain. Dengan sistem hidroponik, kedua mahasiswi tersebut bertujuan menguji perbandingan metode tanam modern dengan cara tanam konvensional.

Baca Juga

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik PLN Triwulan II April 2026 Tetap Stabil

Menurut keterangan Dwi, golden kinanti memiliki rasa yang manis dan perawatannya relatif lebih mudah. Selain itu, tanaman ini menunjukkan respons yang baik terhadap teknik hidroponik yang dipilih, yang memungkinkan pengendalian nutrisi lebih efisien dan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Produktivitas dan Hasil Panen Memuaskan

Dari 500 pohon melon yang ditanam, tim ini berhasil menghasilkan sekitar 7 kwintal melon dalam satu kali panen. Skema tanam mereka juga menarik minat para pengepul maupun pembeli yang datang langsung untuk mencoba memetik buah di lokasi.

Metode hidroponik yang diterapkan memberi fleksibilitas lebih dibandingkan metode tanam langsung di tanah. Nutrisi yang diberikan kepada tanaman bisa dikontrol dengan lebih tepat, sehingga tanaman tumbuh lebih sehat dan seragam. Ini menjadi pembelajaran langsung bagi kedua mahasiswi dalam memahami aspek teknis budidaya tanaman dalam sistem tertutup.

Tanggapan dari Pengepul dan Pasar

Famrozi, salah seorang pengepul melon yang mengaku sering membeli hasil panen di lokasi, menjelaskan bahwa melon golden kinanti memiliki banyak peminat di pasar. Meskipun harga jualnya sedikit di atas melon biasa, konsumen tetap tertarik karena kualitas buah tersebut.

Melon ini terkenal dengan tekstur yang renyah, rasa yang manis, serta daya tahan yang cukup lama. Menurut Famrozi, buah melon ini tetap kuat sampai satu minggu setelah panen, bahkan lebih dari 10 hari dalam kondisi yang baik. Hal ini membuatnya diminati oleh konsumen yang mencari buah berkualitas.

Peluang Ekonomi yang Terbuka Lebar

Dengan banderol harga antara Rp 20.000 hingga Rp 23.000 per kilogram, melon golden kinanti yang dibudidayakan ini memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Permintaan yang kuat serta kualitas buah yang unggul membuat budidaya melon ini layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kisah sukses ini juga memberikan inspirasi bagi pemilik lahan lain yang belum dimanfaatkan untuk dapat diolah menjadi area produktif. Transformasi lahan tidur menjadi sumber produksi yang bernilai ekonomi bukan hanya memberikan hasil panen, tetapi juga bisa menjadi modal usaha yang berkelanjutan.

Signifikansi Pertanian Urban di Kawasan Perumahan

Fenomena pemanfaatan lahan tidur di lingkungan perumahan ini mencerminkan meningkatnya tren pertanian urban atau urban farming yang kini mulai digandrungi oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda dan mahasiswa. Konsep ini tidak hanya membantu meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga memberikan dampak pendidikan dan ekonomi bagi pengelolanya.

Partisipasi generasi muda dalam budidaya tanaman hortikultura di area perumahan bisa menjadi model baru dalam pengembangan pertanian perkotaan. Dengan pendekatan yang tepat, area yang dulu dianggap tak produktif bisa menjadi kawasan ramah lingkungan dan menghasilkan produk bernilai tinggi.

Arah Pengembangan Ke Depan

Kedua mahasiswi tersebut berharap, kegiatan budidaya ini tidak hanya berhenti pada satu musim tanam. Mereka berencana untuk mengembangkan metode ini ke skala yang lebih luas sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat dalam budidaya tanaman dengan pendekatan teknologi pertanian modern.

Bagi masyarakat luas, langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar, terutama dalam hal pemanfaatan ruang dan peningkatan produktivitas pertanian di tengah kawasan urban.

Jika dikembangkan lebih serius, budidaya melon dengan sistem hidroponik di lahan perumahan bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Percepatan Hunian Korban Longsor Tapanuli Utara Rampung Juni 2026

Percepatan Hunian Korban Longsor Tapanuli Utara Rampung Juni 2026

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah dan Daging Ayam 27 Maret 2026

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah dan Daging Ayam 27 Maret 2026

Pantura Cirebon Tetap Menjadi Jalur Utama Pemudik Saat Arus Lebaran

Pantura Cirebon Tetap Menjadi Jalur Utama Pemudik Saat Arus Lebaran

Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat

Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi Cabai Melonjak Telur Naik Pasokan Masih Dikendalikan Pemerintah

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi Cabai Melonjak Telur Naik Pasokan Masih Dikendalikan Pemerintah