Jerawatan dan Kulit Kering Saat Ramadan, Ini Cara Tepat Mengatasinya
- Senin, 23 Februari 2026
JAKARTA - Perubahan ritme hidup selama Ramadan tidak hanya memengaruhi energi tubuh, tetapi juga kondisi kulit.
Waktu makan yang bergeser, asupan cairan berkurang, serta pola tidur yang berubah dapat memicu berbagai masalah kulit. Tak sedikit orang mengeluhkan wajah lebih kusam, terasa kering, hingga muncul jerawat saat berpuasa. Kondisi ini kerap muncul ketika pola makan dan perawatan tidak disesuaikan.
Pola makan yang berubah selama berpuasa Ramadan ternyata berpengaruh pada kesehatan kulit. Kulit kering, kusam, hingga jerawatan adalah sederet masalah kulit yang rentan terjadi bila kita tak mengatur pola makan yang tepat, khususnya tidak mengontrol asupan makanan manis saat berbuka. Ketidakseimbangan cairan dan lonjakan gula darah menjadi dua faktor utama yang perlu diwaspadai.
Baca JugaRekomendasi Tempat Berburu Takjil Jakarta Terpopuler Favorit Warga 2026
"Kalau bulan Ramadan sudah pasti asupan cairan berkurang. Kulit bisa mengalami dehidrasi, terasa lebih kering, bahkan turn over sel kulit jadi lebih lambat dibandingkan kulit yang terhidrasi dengan baik," ujar dr. Lusiyanti, M.Med, Sp.DVE ditemui di sela Grand Opening Dermaverse Clinic di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menambahkan, dehidrasi pada kulit dapat memperparah garis halus serta membuat wajah tampak lebih kusam. Selain itu, lonjakan gula darah akibat konsumsi makanan manis saat berbuka juga berisiko memicu jerawat. Kondisi tersebut sering kali tidak disadari karena dianggap sebagai perubahan sementara selama puasa.
"Kalau buka puasa langsung makanan manis, gula darah melonjak. Itu tidak bagus untuk hormon dan bisa memicu acne atau komedo," jelasnya.
Dampak Dehidrasi dan Lonjakan Gula pada Kulit
Hal senada juga disampaikan dr. Irwan Saputra Batubara, M.Sc., Sp.DVE. Ia menjelaskan bahwa secara medis, ketika tubuh kekurangan cairan, kadar air dalam kulit ikut menurun. Elastisitas berkurang, kulit terasa lebih tipis, dan jika dicubit, waktu kembalinya lebih lama. Ini menandakan skin laxity atau penurunan kekencangan kulit.
dr. Irwan menyebut kondisi itu sering disertai munculnya bintik hitam atau pigmentasi yang terlihat lebih jelas saat kulit kering. "Pasien biasanya datang dengan keluhan kulit lebih kusam, ada flek, atau garis halus makin terlihat. Itu tanda hidrasi dan kolagen mulai menurun," katanya. Penurunan hidrasi dan kolagen membuat tampilan wajah tampak kurang segar.
Selain asupan cairan, pola istirahat juga menjadi faktor penting. Kebiasaan tidur yang berubah selama Ramadan dapat mengganggu proses regenerasi kulit. Kurang istirahat memperlambat perbaikan sel dan memperburuk kondisi kulit yang sudah dehidrasi. Karena itu, perhatian pada kualitas tidur menjadi bagian dari perawatan menyeluruh.
Fokus Perawatan Hidrasi dan Skin Booster
Selama Ramadan, perawatan kulit sebaiknya difokuskan pada hidrasi, perbaikan tekstur, dan stimulasi kolagen secara bertahap tanpa downtime panjang. Pendekatan ini dinilai lebih aman karena tubuh sedang beradaptasi dengan pola baru. Perawatan yang terlalu agresif dikhawatirkan membuat kulit semakin sensitif.
Untuk kulit yang cenderung kering, dr. Lusiyanti menyarankan skin booster berbasis hyaluronic acid atau DNA salmon. Perawatan ini berfungsi menarik dan mengikat air di dalam kulit sehingga kelembapan lebih terjaga. Dengan hidrasi yang cukup, tekstur kulit akan terasa lebih halus dan kenyal.
"Kalau kulit terlalu kering, kami tidak langsung rekomendasikan tindakan tightening seperti Oligio X. Biasanya kita perbaiki dulu dengan skin booster," jelas dr. Lusiyanti. Pendekatan bertahap ini membantu memastikan kondisi kulit stabil sebelum menjalani tindakan lanjutan.
dr. Lusiyanti menerangkan bahwa perawatan skin booster maupun DNA salmon memiliki downtime yang relatif minimal. Prosedur ini menggunakan alat bernama Derma Sinepro dengan jarum berukuran sangat kecil, sehingga bekas suntikan biasanya hanya tampak kemerahan ringan.
"Biasanya cuma pink sebentar, sekitar dua jam sudah hilang. Jadi pasien tetap bisa beraktivitas," jelasnya.
Laser dan Teknologi Pendukung untuk Kulit Kusam
Treatment ini umumnya dapat dilakukan mulai usia 20 tahun ke atas, terutama bagi mereka yang mulai mengalami kulit kering, dehidrasi, atau tanda penuaan dini. Kulit menjadi lebih lembap, kenyal, dan tampak lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Idealnya, perawatan skin booster dilakukan dua minggu sebelum hari raya agar hasilnya optimal.
Setelah skin booster, dr. Lusiyanti juga merekomendasikan teknologi laser seperti Pico Majesty yang diperkenalkan sebagai solusi untuk pigmentasi dan tanda penuaan. Laser ini bekerja pada lapisan kulit untuk membantu mencerahkan noda tanpa downtime yang lama. Pendekatan kombinasi dinilai memberikan hasil yang lebih menyeluruh.
Umumnya, kulit akan mengalami kemerahan ringan setelah tindakan berlangsung sekitar dua jam sudah hilang, tergantung sensitivitas kulit masing-masing pasien. Maka itu, waktu perawatan berbasis laser atau tightening perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan waktu pemulihan.
"Untuk pigmentasi dan anti-aging, Pico Majesty cukup efektif. Glowing bisa didapat karena kulit lebih cerah dan bebas noda, tapi bukan untuk hidrasi. Jadi tetap perlu dikombinasikan dengan treatment lain," imbuhnya.
Teknologi Pengencangan Non-invasif dan Pendekatan Personal
Bagi pasien yang ingin memperbaiki kekencangan wajah tanpa operasi, klinik itu menyediakan teknologi Oligio X, yakni sebuah perangkat skin tightening non-invasif tanpa pembedahan yang dapat membantu mengencangkan dan meremajakan kulit dengan teknologi yang aman dan nyaman dengan sistem cooling. Perawatan itu diklaim minim rasa sakit dan tanpa masa pemulihan panjang, sehingga pasien dapat langsung beraktivitas.
Hasilnya biasanya mulai terlihat bertahap dalam 2--4 minggu setelah tindakan seiring proses stimulasi kolagen, dan dapat bertahan hingga sekitar 6–12 bulan, tergantung kondisi kulit, usia, serta perawatan lanjutan masing-masing pasien. Penyesuaian prosedur tetap diperlukan agar hasilnya optimal dan sesuai kebutuhan.
Dalam acara pembukaan tersebut, para founder menegaskan bahwa klinik ini tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pengobatan berbagai masalah kulit dari usia dini hingga lansia. Perawatan yang diberikan mempertimbangkan kondisi medis serta kenyamanan pasien secara menyeluruh.
"Harapan kami sederhana, semoga klinik ini bukan hanya tempat orang mempercantik diri, tetapi tempat di mana pasien merasa didengar dan dipahami dengan tulus," ujar dr. Lusiyanti dalam sambutan. Pendekatan personal menjadi kunci, karena tidak semua kulit bisa mendapatkan treatment yang sama.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Garuda Indonesia Diskon Tiket Mudik Aceh Ramadhan 2026 Hingga 20 Persen
- Senin, 23 Februari 2026
Rekomendasi Tempat Berburu Takjil Jakarta Terpopuler Favorit Warga 2026
- Senin, 23 Februari 2026
Berita Lainnya
Resep Kue Lumpur Kentang Lembut Wangi Favorit Takjil Ramadan Rumahan
- Senin, 23 Februari 2026
Menu Sahur Diet Tanpa Nasi Sehat Bergizi Energi Optimal Selama Puasa
- Senin, 23 Februari 2026
Menu Sahur Praktis Modal Rice Cooker, Bisa Disiapkan Sebelum Tidur
- Senin, 23 Februari 2026
Terpopuler
1.
Resep Kue Kering Tanpa Butter Enak Renyah Hemat Biaya Terbaru
- 23 Februari 2026
2.
3.
4.
5.
Rekomendasi Es Durian Jogja Terbaik untuk Takjil Ramadan 2026
- 23 Februari 2026





.jpg)






