Kamis, 19 Februari 2026

BNI Manfaatkan Bank Sampah Digital untuk Dorong Ekonomi Sirkular dan Literasi Keuangan Masyarakat

BNI Manfaatkan Bank Sampah Digital untuk Dorong Ekonomi Sirkular dan Literasi Keuangan Masyarakat
BNI Manfaatkan Bank Sampah Digital untuk Dorong Ekonomi Sirkular dan Literasi Keuangan Masyarakat

JAKARTA - Persoalan sampah anorganik di Indonesia terus menjadi masalah lingkungan yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat sekaligus menyisakan potensi ekonomi yang belum tergarap. Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan inisiatif yang menggabungkan pengelolaan sampah, inklusi keuangan, serta layanan perbankan digital.

Konsep Inovatif Bank Sampah Digital

Program yang dirintis BNI ini dikenal sebagai BNI Agen46 Bank Sampah. Inisiatif ini mengajak masyarakat untuk memilah dan menyetorkan berbagai jenis sampah anorganik, mulai dari botol plastik, kardus, logam hingga minyak jelantah. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, lalu nilainya dikonversi menjadi saldo tabungan di rekening BNI nasabah secara real-time melalui sistem digital BNI Agen46 dengan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Baca Juga

Purbaya Setujui Tambahan TKD Rp10,65 Triliun Untuk Sumatera Terdampak Bencana

Program ini bukan sekadar mekanisme penimbangan sampah, tetapi juga sarana agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi langsung melalui barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Dengan pendekatan ini, BNI mendorong prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah yang memiliki nilai ekonomi kembali dimanfaatkan, sehingga membantu mengurangi tumpukan sampah di lingkungan dan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tujuan Lingkungan dan Ekonomi

Inisiatif BNI Agen46 Bank Sampah memberi solusi yang lebih luas dari sekadar pengurangan sampah. Program yang telah berjalan sejak tahun 2017 ini dirancang untuk menumbuhkan inklusi keuangan di masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan formal. Melalui program ini, masyarakat terdorong untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah sekaligus mengenal layanan perbankan digital modern.

Dari sisi lingkungan, mekanisme konversi sampah menjadi tabungan telah berkontribusi dalam pengurangan volume sampah anorganik yang berakhir di TPA. Dari sisi ekonomi, program ini menciptakan nilai tambah bagi masyarakat karena sampah yang dikumpulkan tidak hanya dibuang, tetapi menjadi aset yang dapat dicatat sebagai saldo tabungan. Konsep ini sejalan dengan esensi ekonomi sirkular yang menempatkan limbah sebagai sumber daya yang berkelanjutan.

Peran BNI dalam Meningkatkan Literasi Digital dan Keuangan

Penerapan sistem digital di BNI Agen46 Bank Sampah memberikan dampak lebih luas dari sekadar pengelolaan sampah. Perangkat teknologi digital yang digunakan dalam program ini memperkenalkan masyarakat pada layanan perbankan digital masa kini. Proses penimbangan sampah yang terhubung langsung ke sistem tabungan melalui EDC BNI Agen46 mendorong peningkatan literasi digital dan keuangan bagi komunitas lokal yang terlibat, terutama mereka yang sebelumnya belum pernah menggunakan layanan perbankan formal.

Seiring meningkatnya pemahaman terhadap teknologi perbankan digital, masyarakat dapat lebih mudah mengakses produk dan layanan keuangan yang beragam, termasuk pembukaan rekening, pencatatan saldo tabungan, hingga penggunaan layanan digital BNI lainnya. Hal ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperluas inklusi keuangan serta membantu pertumbuhan ekonomi secara inklusif di berbagai lapisan masyarakat.

Dampak Sosial dan Komitmen BNI

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari komitmen BNI dalam menghadirkan solusi terhadap isu lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat. Menurut Okki, sampah yang menumpuk tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga mencerminkan peluang ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sampah yang menumpuk dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Melalui Program BNI Agen46 Bank Sampah, kami menghadirkan solusi agar masyarakat bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Program ini bukan hanya memberikan insentif finansial bagi masyarakat yang berdonasi melalui sampah anorganik, tetapi juga memperluas jangkauan layanan perbankan BNI, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini kurang terlayani oleh sektor perbankan formal. Inisiatif ini sejalan dengan semangat memperkuat pemberdayaan ekonomi dalam skala luas.

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional

Penguatan program BNI Agen46 Bank Sampah bersamaan dengan momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. BNI berharap, melalui integrasi antara ekonomi sirkular dan layanan perbankan digital, masyarakat terdorong untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab dan konsisten, sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui akses layanan keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Program ini menjadi contoh kolaboratif antara sektor perbankan dan masyarakat dalam mengatasi isu lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Dengan demikian, solusi yang dihadirkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Perkuat ESG, Bussan Auto Finance Resmi Gabung UN Global Compact

Perkuat ESG, Bussan Auto Finance Resmi Gabung UN Global Compact

Tips Aman Hubungi Nomor WhatsApp Resmi Indodana Finance Terpercaya

Tips Aman Hubungi Nomor WhatsApp Resmi Indodana Finance Terpercaya

Purbaya Siapkan 3 Skema Anggaran Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra Terpadu

Purbaya Siapkan 3 Skema Anggaran Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra Terpadu

Harga Emas Antam 18 Februari 2026 Turun, Cek Spread Terbaru

Harga Emas Antam 18 Februari 2026 Turun, Cek Spread Terbaru

IHSG Sesi 1 Naik 0,89 Persen, Saham Unggulan Diburu

IHSG Sesi 1 Naik 0,89 Persen, Saham Unggulan Diburu