JAKARTA - Panggung Piala FA selalu menghadirkan romantisme tersendiri bagi Arsenal, namun dalam setengah dekade terakhir, turnamen ini justru menjadi momok yang menyesakkan bagi publik Emirates. Menjelang laga putaran keempat musim 2025-2026, manajer Mikel Arteta berada di bawah sorotan tajam bukan hanya karena performa tim di liga, melainkan karena tanggung jawab moral untuk memulihkan martabat "The Gunners" di ajang ini. Arteta kini mengusung misi besar: membuktikan bahwa skuadnya telah berevolusi dari tim yang kerap terpeleset menjadi kekuatan yang sulit dibendung.
Laga melawan Wigan Athletic bukan sekadar jadwal rutin, melainkan ujian karakter bagi Meriam London. Setelah hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik tengah pekan lalu, kemenangan atas Wigan dianggap sebagai harga mati untuk menjaga momentum sekaligus mengirim pesan kepada para pesaing bahwa Arsenal siap bertarung di semua lini demi meraih trofi.
Ambisi Bangkit Usai Hasil Kurang Maksimal di Liga Inggris
Baca JugaWisata Kuliner Tujuh Negara di HARRIS Bundaran Satelit Surabaya
Arsenal sangat berhasrat untuk meraih kemenangan pada laga ini usai bermain imbang 1-1 melawan Brentford di Liga Inggris tengah pekan lalu. Pertandingan Arsenal vs Wigan Athletic akan digelar di Stadion Emirates, London, pada Minggu pukul 23.30 WIB. Hasil imbang tersebut membuat jarak poin Meriam London dan Manchester City semakin dekat dengan gap empat poin, sebuah situasi yang menuntut respons instan di lapangan hijau.
Namun di balik itu, pertandingan melawan Wigan menjadi sangat penting bagi Mikel Arteta demi bisa memperbaiki tren Arsenal dalam lima musim terakhir mereka di turnamen ini. Jika mampu meraih kemenangan, Meriam London dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala FA 2025-2026 menyusul Liverpool, Chelsea, dan Manchester City yang sudah terlebih dahulu melaju.
Tekad Mematahkan Rekor Buruk Setengah Dekade Terakhir
Sejarah mencatat bahwa setelah berhasil meraih gelar juara Piala FA 2019-2020 usai mengalahkan Chelsea 2-1 di final, Meriam London justru melempem di musim-musim selanjutnya. Arsenal bahkan sudah merasakan tiga kali kalah di babak ketiga dan dua kali gagal di babak keempat. Rentetan hasil minor ini menjadi noda yang ingin segera dihapus oleh Arteta.
Berikut adalah kilas balik hasil pertandingan Arsenal di Piala FA dalam lima musim terakhir yang menjadi beban sejarah bagi tim:
2020-2021: Kalah vs Southampton 0-1 di babak keempat.
2021-2022: Kalah vs Nottingham Forest 0-1 di babak ketiga.
2022-2023: Kalah vs Man City 0-1 di babak keempat.
2023-2024: Kalah vs Liverpool 0-2 di babak ketiga.
2024-2025: Kalah vs Man United 1-1 (3-5) adu penalti di babak ketiga.
Melihat catatan buruk tersebut, Arteta menegaskan jika kondisi Arsenal saat itu berbeda dari sekarang. Ia menolak terjebak dalam romantisme sejarah atau bayang-bayang kegagalan masa lalu, dan lebih memilih fokus pada kesiapan teknis anak asuhnya saat ini.
Pesan Arteta: Nama Besar Tidak Menjamin Kemenangan
Mikel Arteta menekankan bahwa di kompetisi seperti Piala FA, reputasi klub hanyalah statistik di atas kertas jika tidak dibarengi dengan performa impresif selama 90 menit. Ia bertekad membuktikan bahwa Arsenal bisa meraih hasil maksimal pada musim ini di Piala FA dengan mentalitas yang lebih tangguh.
"Kami belum cukup bagus pada saat itu, dan ketika Anda datang ke sebuah kompetisi, Anda harus tampil luar biasa pada hari itu, dan sisanya, seragam yang Anda kenakan, atau lencana yang Anda kenakan, tidak relevan," kata Arteta dikutip dari situs resmi klub. "Jadi kami harus membuktikan itu lagi melawan Wigan pada hari Minggu," tegas manajer asal Spanyol tersebut.
Evaluasi Mendalam dan Adaptasi Terhadap Jadwal Padat
Hasil imbang melawan Brentford pada tengah pekan lalu menjadi katalis bagi Arteta untuk melakukan pembenahan dan mengevaluasi penampilan para pemainnya. Ia menyadari bahwa bermain di kompetisi yang berbeda dengan intensitas tinggi memerlukan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.
"Setiap tiga hari kami bermain di kompetisi yang berbeda, jadi kami sudah terbiasa," ujar Arteta. Meskipun jadwal sangat padat, ia menjamin bahwa Meriam London telah terbiasa menghadapi transisi antar-kompetisi yang berdekatan. Laga melawan Wigan di Emirates malam nanti akan menjadi pembuktian sejauh mana evaluasi tersebut berhasil diimplementasikan di atas lapangan hijau demi tiket menuju babak 16 besar.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Kerinduan Scott McTominay: Manchester United Siap Jemput Sang Anak Hilang
- Minggu, 15 Februari 2026
Strategi Komunikasi Alvaro Arbeloa Pulihkan Harmoni Ruang Ganti Real Madrid
- Minggu, 15 Februari 2026








