Dukung Program Food Estate, Pemerintah Kebut Pembangunan Jalan Akses di Merauke
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah terus memacu pembangunan akses infrastruktur guna memastikan keberhasilan program Food Estate atau lumbung pangan nasional di wilayah timur Indonesia.
Fokus utama saat ini diarahkan pada Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai titik krusial transformasi lahan pertanian skala luas dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Langkah ini diambil untuk mewujudkan ambisi besar menjadikan Merauke sebagai pusat kedaulatan pangan nasional dengan target pengembangan lahan yang diproyeksikan mencapai lebih dari 2 juta hektare.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Menaklukkan Tantangan Alam Rawa Papua
Proses pembangunan di jantung Papua ini bukanlah tanpa hambatan. Tim di lapangan harus berhadapan langsung dengan kondisi alam yang ekstrem dan menantang secara teknis.
Meskipun medan yang dihadapi sangat berat, komitmen untuk memutus isolasi wilayah tetap menjadi prioritas utama guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan hasil tani di masa depan.
Update Progres Fisik Hingga Januari 2026
Hingga penghujung Januari 2026, pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer yang akan mengoneksikan Wanam langsung ke pusat Kota Merauke menunjukkan kemajuan yang signifikan. Berikut adalah rincian capaian di lapangan:
Perintisan Jalan: Telah mencapai 58,44 kilometer.
Perkerasan Jalan: Sepanjang 11,53 kilometer jalan telah diperkeras dengan material batu.
Pembukaan Lahan: Total area seluas 9.781 hektare telah dibuka untuk mendukung ekosistem pertanian.
Fungsionalitas: Sebagian ruas jalan kini sudah bisa dilalui kendaraan, khususnya untuk pengangkutan material konstruksi proyek.
Alex memastikan bahwa perkerasan menggunakan batu telah membuat akses lebih stabil. "Itu sudah bisa (dilewati) karena sudah kita perkeras dengan batu. Kita usahakan secepatnya (untuk rampung)," tambahnya.
Visi Distrik Wanam Sebagai Pusat Pangan
Distrik Wanam memegang peranan vital dalam skema ini. Wilayah tersebut diproyeksikan menjadi sentra cadangan pangan melalui program cetak sawah baru seluas 1 juta hektare. Untuk mendukung visi ini, pembangunan tidak hanya terbatas pada jalan raya, tetapi juga mencakup:
Sistem Drainase Terintegrasi: Dirancang untuk menjaga kestabilan badan jalan sekaligus berfungsi sebagai saluran irigasi lahan pertanian.
Jaringan Transportasi: Menghubungkan titik produksi dengan pasar atau pintu ekspor guna menekan biaya logistik.
Infrastruktur Dasar: Pembangunan fasilitas penunjang bagi para pekerja dan petani di kawasan KSPP (Kawasan Sentra Produksi Pangan) Wanam.
Dampak Strategis Bagi Swasembada Pangan
Pembangunan akses darat ini diharapkan menjadi "urat nadi" baru yang memperlancar arus distribusi hasil pertanian dari Merauke ke seluruh penjuru Indonesia. Dengan konektivitas yang mumpuni, biaya transportasi dapat ditekan secara signifikan, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan serta mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026












