Sabtu, 07 Februari 2026

Dialog Kertanegara: Presiden Prabowo Serap Aspirasi Tokoh Kritis demi Perbaikan Bangsa

Dialog Kertanegara: Presiden Prabowo Serap Aspirasi Tokoh Kritis demi Perbaikan Bangsa
Dialog Kertanegara: Presiden Prabowo Serap Aspirasi Tokoh Kritis demi Perbaikan Bangsa

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus di kediamannya, Jalan Kertanegara, pada Jumat (30 Januari 2026).

Pertemuan ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah figur yang selama ini dikenal vokal dan kritis terhadap kebijakan pemerintah. Meski sering disebut sebagai "tokoh oposisi", pihak Istana menegaskan bahwa mereka adalah tokoh nasional yang diundang untuk berdiskusi demi kepentingan negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa dalam dialog tersebut tidak ada keterlibatan tokoh dari partai politik. Fokus utama pertemuan adalah membangun komunikasi langsung antara kepala negara dengan para ahli dan praktisi di berbagai bidang.

Baca Juga

PaninBank Perkenalkan MyPanin: Aplikasi Layanan Perbankan Digital Terbaru untuk Transaksi Lebih Mudah

Daftar Tokoh yang Hadir

Sejumlah tokoh nasional yang hadir dalam pertemuan tersebut mencakup pakar hukum, peneliti, hingga mantan pejabat tinggi, antara lain:

Abraham Samad: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Siti Zuhro: Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Susno Duadji: Mantan Kabareskrim Polri.

Said Didu: Mantan Sekretaris Kementerian BUMN.

Mekanisme Dialog: Presiden Presentasi Langsung

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memberikan testimoni mengenai jalannya pertemuan. Ia mengungkapkan kekagumannya karena Presiden Prabowo mempresentasikan sendiri berbagai kebijakan strategis pemerintah tanpa bergantung penuh pada stafnya.

Said Didu juga menambahkan bahwa Presiden bersedia mendengarkan masukan terkait isu-isu sensitif dan mendiskusikannya secara mendalam untuk mencari solusi perbaikan bangsa ke depan.

Poin-Poin Kesepakatan Strategis

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa agenda besar yang harus menjadi prioritas pemerintah, yakni:

Pengembalian Kedaulatan: Menjadikan kedaulatan negara dan rakyat sebagai prioritas utama program pemerintah.

Pemberantasan Korupsi: Penguatan langkah-langkah nyata untuk membersihkan birokrasi.

Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA): Upaya pengembalian dan pengelolaan kekayaan alam demi kemakmuran masyarakat.

Perlawanan Terhadap Oligarki: Said Didu menegaskan bahwa kelompok kritis akan tetap mengawal pemerintah terutama dalam menghadapi pengaruh negatif oligarki.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

TNI AD Pastikan Seskab Teddy Wijaya Jalani Pendidikan Reguler Sekolah Staf Komando

TNI AD Pastikan Seskab Teddy Wijaya Jalani Pendidikan Reguler Sekolah Staf Komando

Kepesertaan BPJS Pasien Cuci Darah Dijanjikan Aktif Kembali Tanpa Hambatan Layanan

Kepesertaan BPJS Pasien Cuci Darah Dijanjikan Aktif Kembali Tanpa Hambatan Layanan

Wapres Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Pastikan Negara Hadir Melindungi

Wapres Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Pastikan Negara Hadir Melindungi

Peneliti BRIN Temukan Bakteri Tanah Kunyit Berpotensi Antikanker Payudara Efektif Rendah Toksisitas

Peneliti BRIN Temukan Bakteri Tanah Kunyit Berpotensi Antikanker Payudara Efektif Rendah Toksisitas

Catatan Lengkap Bongkar Pasang Kabinet Prabowo Hingga Kini

Catatan Lengkap Bongkar Pasang Kabinet Prabowo Hingga Kini