Manuver Energi Trump: India "Putar Haluan" Borong Minyak Venezuela, China Jadi Target Berikutnya
- Senin, 02 Februari 2026
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah mencapai kesepakatan besar yang mengubah peta perdagangan minyak global.
Dalam pernyataan yang disampaikan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Sabtu (1 Februari 2026), Trump menyebut bahwa India telah sepakat untuk mengalihkan pembelian minyak mentah mereka ke Venezuela.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Washington untuk memegang kendali penuh atas pendapatan minyak Venezuela sekaligus menekan ketergantungan mitra strategisnya terhadap Rusia dan Iran.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Poin Utama Kesepakatan Energi AS-India
Setelah sempat bersitegang terkait tarif perdagangan dan impor minyak dari Rusia, hubungan New Delhi dan Washington kini menunjukkan sinyal normalisasi melalui kesepakatan minyak ini:
Pengalihan Sumber: India akan beralih membeli minyak Venezuela dan meninggalkan minyak dari Iran.
Penghentian Hubungan Rusia: India mulai menunjukkan penurunan tajam dalam impor minyak Rusia, yang sebelumnya sempat memicu kemarahan Trump hingga pengenaan tarif ekspor sebesar 50%.
Insentif Perdagangan: Sebagai imbalan atas perubahan haluan ini, Amerika Serikat mengisyaratkan akan mencabut tambahan tarif 25% pada barang-barang India yang sempat direncanakan sebelumnya.
Strategi Kendali Penuh atas Venezuela
Pemerintahan Trump kini tengah menjalankan misi dominasi total terhadap aset energi Venezuela setelah penangkapan mantan pemimpin Nicolas Maduro pada Januari lalu.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan:
Pelonggaran Sanksi: AS mulai melonggarkan sanksi industri minyak Venezuela khusus bagi perusahaan-perusahaan AS agar mereka bisa menjual minyak mentah dari negara tersebut ke pasar global.
Kontrol Pendapatan: Washington berupaya mengendalikan seluruh arus kas dari penjualan minyak Venezuela guna memastikan pendanaan tidak jatuh ke tangan pihak yang berseberangan dengan kepentingan AS.
Target China: Trump juga membuka pintu bagi China untuk menjalin kesepakatan serupa dalam membeli minyak Venezuela dari tangan Amerika Serikat.
Dampak Terhadap Geopolitik Energi
Langkah diplomasi agresif ini mencerminkan gaya kepemimpinan Trump yang menggunakan komoditas energi sebagai instrumen tekanan politik sekaligus ekonomi.
Dengan "menjual" minyak Venezuela kepada negara-negara besar seperti India dan China, Trump berupaya memutus rantai pasokan dari rival-rivalnya (Rusia dan Iran) sambil memperkuat posisi dolar AS dalam transaksi energi dunia.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026












