Inovasi Pasar Petani Garuda: Langkah Strategis Pemkab Bogor Memutus Rantai Tengkulak
- Senin, 02 Februari 2026
JAKARTA - Di tengah derasnya arus produk impor dan tantangan stabilitas rantai pasok global, perlindungan terhadap produsen pangan lokal kini menjadi agenda krusial bagi kedaulatan nasional.
Perlindungan petani sejati tidak lagi cukup hanya dengan subsidi pupuk atau bantuan benih; ia membutuhkan ekosistem niaga yang adil dan memihak. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan langkah konkret dengan menghadirkan Pasar Petani Garuda sebagai benteng pertahanan ekonomi kerakyatan sekaligus penggerak sektor pertanian daerah.
Berlokasi strategis di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, pusat niaga ini bukan sekadar pasar biasa. Ia dirancang sebagai ruang usaha resmi yang menghubungkan langsung keringat petani dengan tangan konsumen, memangkas peran perantara atau tengkulak yang selama ini kerap mereduksi keuntungan para produsen pangan lokal di Bumi Tegar Beriman.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Sistem Proteksi Lapak: Strategi Pemkab Bogor Menangkal Praktik Mafia
Salah satu keunggulan utama dari Pasar Petani Garuda adalah sistem tata kelola lapak yang sangat ketat dan berpihak pada petani kecil. Untuk memastikan kawasan ini tidak dikuasai oleh spekulan atau mafia pasar, Pemkab Bogor memberlakukan biaya administrasi yang sangat rendah, yakni hanya Rp100.000 per tahun. Skema ini sengaja dibuat untuk menutup ruang praktik jual beli atau sewa lapak oleh pihak ketiga yang ingin mengambil keuntungan sepihak.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor memegang kendali penuh dalam pendataan penghuni pasar. Dari total 150 lapak yang direncanakan, setiap jengkal ruang dipastikan diisi oleh petani asli yang terverifikasi. Kehadiran data yang akurat ini tidak hanya menjamin keadilan akses, tetapi juga memudahkan pemerintah dalam menyalurkan program pembinaan dan bantuan teknis secara berkelanjutan.
Inisiasi Operasional dan Komitmen Kepemimpinan Rudy Susmanto
Meskipun progres pembangunan fisik baru menyentuh angka 50 persen, keberanian untuk memulai operasional pasar menjadi sinyal kuat keberpihakan pemerintah. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa langkah awal ini sangat penting untuk menciptakan titik kumpul usaha yang tertata dan terdata bagi para petani tanaman buah, tanaman hias, hingga sektor perikanan unggulan.
"Walaupun pembangunannya baru mencapai sekitar 50 persen, kami mulai menginisiasi operasionalnya sebagai titik awal menghadirkan ruang usaha yang tertata, terdata, dan berpihak kepada petani," ujar Rudy Susmanto saat meninjau lokasi pada Jumat (30 Januari 2026). Saat ini, tercatat 71 lapak telah mulai melayani warga yang mencari produk segar berkualitas tinggi langsung dari sumbernya.
Visi "Pemerintah Belanja dari Petani": Memperkuat Ketahanan Pangan Daerah
Pasar Petani Garuda merupakan bagian dari cetak biru besar strategi ketahanan pangan di Kabupaten Bogor. Rudy Susmanto memaparkan visi di mana pemerintah daerah menjadi konsumen utama bagi produk-produk pertanian lokal. Ke depan, seluruh kebutuhan bibit dan tanaman untuk program penghijauan, pemeliharaan taman kota, serta ruang terbuka hijau di wilayah Bogor diwajibkan bersumber dari pasar ini.
Kebijakan ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi sirkular. Dengan jargon "Pemerintah belanja langsung dari petani Kabupaten Bogor sendiri," Pemkab Bogor berupaya memberikan kepastian pasar dan pendapatan bagi para petani. Pola ini diproyeksikan akan meningkatkan standar hidup masyarakat perdesaan dan memperkuat kemandirian sektor pangan lokal dari tekanan pasar eksternal.
Destinasi Wisata Edukasi: Rencana Ekspansi dan Duplikasi Program
Visi jangka panjang untuk Pasar Petani Garuda tidak berhenti pada sektor perdagangan semata. Setelah pembangunan fisik tuntas 100 persen, kawasan ini diproyeksikan bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi pertanian yang modern dan ramah lingkungan. Masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat belajar mengenai proses budidaya tanaman dan perikanan di tengah ruang terbuka hijau yang asri.
Melihat potensi besarnya, Pemkab Bogor berencana melakukan duplikasi konsep pemberdayaan ini ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Bogor. Tujuannya adalah pemerataan akses pasar bagi seluruh petani di wilayah Bogor, sehingga setiap jengkal potensi bumi Tegar Beriman dapat dikelola secara optimal dan memberikan kesejahteraan yang merata bagi para pahlawan pangan lokal.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026












