Sabtu, 07 Februari 2026

Man Of The Match PSG Vs Newcastle Vitinha Jadi Penentu Laga Krusial

Man Of The Match PSG Vs Newcastle Vitinha Jadi Penentu Laga Krusial
Man Of The Match PSG Vs Newcastle Vitinha Jadi Penentu Laga Krusial

JAKARTA - Hasil imbang yang diraih Paris Saint-Germain saat menjamu Newcastle United di Parc des Princes menyisakan banyak cerita. 

Laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026 itu menjadi ujian kesabaran bagi skuad asuhan Luis Enrique yang sejak awal tampil dominan. Di tengah hasil yang kurang memuaskan secara kolektif, satu sosok justru tampil menonjol dan konsisten sepanjang pertandingan, yakni Vitinha.

Pertandingan yang digelar Kamis, 29 Januari 2026, tersebut berakhir dengan skor 1-1. PSG sempat membuka keunggulan lebih dulu, namun gagal mempertahankannya hingga akhir laga. Meski demikian, kontribusi Vitinha di lini tengah membuat namanya layak menyandang predikat Man of the Match.

Baca Juga

Cara Beli Tiket Ragunan dalam 2 Metode, Cepat dan Efisien

Penampilan gelandang asal Portugal itu menjadi pembeda di laga yang berlangsung ketat. Ia bukan hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga menjadi pusat permainan PSG. Perannya terlihat jelas dalam mengatur tempo, distribusi bola, hingga membantu pertahanan saat dibutuhkan.

Dominasi PSG Yang Berujung Frustrasi

Sejak menit awal, PSG langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola yang dominan. Kombinasi lini tengah mereka mampu menekan Newcastle dan memaksa tim tamu bertahan lebih dalam. Serangan bertubi-tubi pun mulai mengalir ke area pertahanan lawan.

Keunggulan PSG akhirnya tercipta pada menit ke-8 lewat gol Vitinha. Gol tersebut lahir dari pergerakan efektif di lini tengah yang diakhiri penyelesaian akurat. Gol cepat itu semakin menegaskan dominasi tuan rumah dalam penguasaan permainan.

Namun, meski unggul dan terus mengendalikan jalannya laga, PSG kesulitan menambah gol. Newcastle perlahan bangkit dan memanfaatkan satu momen krusial di akhir babak pertama. Gol balasan Joe Willock pada menit ke-45+2 mengubah dinamika pertandingan.

Vitinha Sebagai Motor Permainan PSG

Vitinha bermain sebagai gelandang sentral dan menjadi pusat sirkulasi bola PSG sepanjang pertandingan. Perannya sangat vital dalam menjaga ritme permainan tetap stabil meski tekanan dari Newcastle meningkat. Ia tampil tenang dan jarang kehilangan bola.

Catatan statistik menunjukkan betapa dominannya Vitinha di lini tengah. Ia mencatatkan umpan akurat terbanyak di antara seluruh pemain di lapangan dengan total 105 umpan sukses. Angka tersebut mencerminkan konsistensi dan ketepatan distribusinya.

Selain mengalirkan bola, Vitinha juga aktif mencari ruang dan mendukung serangan. Keberaniannya melakukan penetrasi serta membuka jalur umpan membuat PSG tetap berbahaya meski kesulitan menembus pertahanan lawan.

Kontribusi Menyeluruh Di Lini Serang Dan Bertahan

Tidak hanya berperan sebagai pengatur permainan, Vitinha juga memberikan kontribusi langsung dalam aspek ofensif. Ia mencatatkan enam percobaan tembakan sepanjang laga, menunjukkan keberaniannya dalam mengambil inisiatif menyerang.

Selain itu, gelandang berusia 25 tahun tersebut juga menciptakan satu peluang matang bagi rekan setimnya. Pergerakannya tanpa bola kerap membuka ruang yang dimanfaatkan pemain depan PSG.

Dalam fase bertahan, Vitinha tidak kalah disiplin. Ia tercatat melakukan empat kontribusi defensif yang membantu memutus alur serangan Newcastle. Keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Statistik Yang Menguatkan Status Man Of The Match

Sepanjang pertandingan, Vitinha mencatatkan total 127 sentuhan bola. Angka ini menegaskan betapa besar keterlibatannya dalam setiap fase permainan PSG. Hampir setiap serangan dibangun melalui kakinya.

Ia juga memenangi dua duel perebutan bola, memperlihatkan determinasi dalam menjaga penguasaan. Kombinasi teknik, visi bermain, dan kerja keras membuat performanya terlihat menonjol dibanding pemain lain.

Berkat kontribusi menyeluruh tersebut, Vitinha mendapatkan nilai 8,6 versi FotMob. Rapor tinggi ini menjadi bukti konkret bahwa ia adalah pemain paling berpengaruh di laga PSG vs Newcastle.

Dampak Hasil Imbang Bagi PSG Dan Newcastle

Hasil imbang ini membuat PSG dan Newcastle sama-sama mengoleksi 14 poin dari fase liga. Kedua tim pun harus puas finis di luar delapan besar klasemen akhir. PSG berada di peringkat ke-10, sementara Newcastle menempati posisi ke-11.

Situasi ini tentu menjadi kekecewaan tersendiri bagi PSG yang tampil dominan dalam banyak pertandingan. Namun, kegagalan mengamankan kemenangan di laga krusial membuat langkah mereka tertahan.

Bagi Newcastle, hasil ini menunjukkan konsistensi mereka dalam menghadapi tim besar. Meski tidak dominan, efektivitas permainan membuat mereka mampu mencuri poin penting di kandang lawan.

Vitinha Di Tengah Sorotan Liga Champions

Di tengah hasil yang kurang memuaskan secara tim, performa Vitinha menjadi catatan positif bagi PSG. Ia menunjukkan kapasitas sebagai gelandang modern yang mampu mengendalikan permainan di level tertinggi kompetisi Eropa.

Penampilan seperti ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain kunci PSG. Konsistensi Vitinha menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi fase berikutnya di kompetisi domestik maupun Eropa.

Meski laga berakhir imbang, kontribusi Vitinha memastikan namanya layak dikenang sebagai Man of the Match. Ia menjadi simbol ketenangan dan kualitas di tengah laga krusial yang penuh tekanan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

15 Tanaman Hias Depan Rumah yang Mudah Dirawat dan Terlihat Indah

15 Tanaman Hias Depan Rumah yang Mudah Dirawat dan Terlihat Indah

Rekomendasi Hotel di Penang untuk Semua Budget, Mulai Rp 600 Ribuan!

Rekomendasi Hotel di Penang untuk Semua Budget, Mulai Rp 600 Ribuan!

Hansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini

Hansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini

Hector Souto Tanggapi Keraguan Asing Usai Indonesia Tembus Final Piala Asia

Hector Souto Tanggapi Keraguan Asing Usai Indonesia Tembus Final Piala Asia

Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol

Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol