Sabtu, 07 Februari 2026

Pemulihan Pasokan Kazakhstan Picu Turunnya Harga Minyak Dunia di Perdagangan Global

Pemulihan Pasokan Kazakhstan Picu Turunnya Harga Minyak Dunia di Perdagangan Global
Pemulihan Pasokan Kazakhstan Picu Turunnya Harga Minyak Dunia di Perdagangan Global

JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor global mulai mencermati pemulihan produksi minyak di Kazakhstan yang diperkirakan akan meningkatkan pasokan kembali ke pasar.

Hal ini mengubah sentimen pasar setelah sebelumnya harga sempat mengalami gejolak terkait gangguan produksi di beberapa wilayah utama.

Data pasar menunjukkan bahwa harga minyak mentah Brent berjangka turun hampir 0,7 persen menjadi USD?64,35 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun sekitar 0,6 persen menjadi USD?60,29 per barel pada Rabu, 28 Januari 2026. Penisannya mencerminkan harapan pasar terhadap perbaikan aliran pasokan global setelah gangguan sebelumnya mulai mereda.

Baca Juga

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

Analis pasar juga menyatakan bahwa kondisi geopolitik dan faktor-faktor teknis lainnya turut memengaruhi tren harga minyak. Semakin banyak data yang mencerminkan pemulihan pasokan dari beberapa negara produsen, termasuk Kazakhstan, sehingga membuat tekanan jual bertambah di tengah spekulasi pasar terhadap surplus pasokan dalam jangka pendek.

Sementara itu, gangguan cuaca masih menjadi perhatian para pelaku pasar, terutama gangguan produksi akibat cuaca ekstrem di Amerika Serikat. Meski begitu, harapan atas pemulihan pasokan di sentra-sentra produksi utama kini mendapatkan fokus lebih besar di kalangan investor.

Sentimen Pasar Terhadap Pemulihan Pasokan Kazakhstan

Salah satu faktor utama turunnya harga minyak adalah ekspektasi pemulihan produksi di Kazakhstan. Produsen Tengizchevroil dan ladang minyak besar di negara itu telah melanjutkan upaya restorasi operasi setelah gangguan listrik dan masalah teknis lainnya. Produksi yang sempat terhenti memengaruhi volume pasokan global, tetapi pemulihan bertahap kini memberi harapan baru bagi keseimbangan pasar minyak.

Terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC), yang menangani ekspor minyak utama Kazakhstan melalui pesisir Laut Hitam, telah kembali beroperasi normal setelah perbaikan fasilitas di salah satu titik sandar selesai dilakukan. Kondisi ini diharapkan meningkatkan arus ekspor minyak Kazakhstan ke pasar internasional.

Dengan eskalasi suplai yang semakin terlihat, beberapa analis komoditas memandang bahwa prospek pasokan global akan meningkat. Hal ini membuat selisih harga Brent yang sempat menguat pada awal Januari mulai terkoreksi, karena harapan pasar terhadap surplus pasokan mulai memudar.

Para pelaku pasar kini mencermati data produksi dan arus ekspor secara cermat, sambil tetap waspada terhadap potensi gangguan lain yang bisa mempengaruhi pasokan global. Maka dari itu, pemulihan di Kazakhstan dianggap sebagai katalis utama turunnya harga minyak saat ini.

Pengaruh Cuaca Ekstrem dan Produksi AS yang Menurun

Selain faktor Kazakhstan, cuaca ekstrem di Amerika Serikat tetap memberikan tekanan pada pasar minyak global. Badai musim dingin yang melanda sebagian besar wilayah AS sempat mengganggu produksi minyak mentah serta operasi kilang, sehingga sebagian pasokan terhambat sementara waktu.

Para analis memperkirakan bahwa gangguan tersebut sempat mengurangi produksi hingga jutaan barel per hari di negara produsen terbesar dunia tersebut. Namun, seiring dengan berlanjutnya pemulihan operasi, sebagian dari produksi mulai kembali normal, yang pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga yang sempat menguat pada sesi perdagangan sebelumnya.

Namun demikian, gangguan cuaca ekstrem di AS masih menjadi risiko yang diperhitungkan, terutama jika kondisi serupa terjadi kembali di masa mendatang. Sementara itu, pasokan dari kilang dan jaringan distribusi yang sempat terganggu juga membutuhkan waktu pemulihan yang tidak instan.

Sentimen ini tetap diperhitungkan investor karena cuaca ekstrem merupakan variabel tak terduga yang dapat menyebabkan fluktuasi tajam dalam pasokan energi. Meski demikian, pemulihan pasokan global dari negara-negara utama kini menjadi faktor yang lebih dominan mempengaruhi penurunan harga minyak pada Rabu lalu.

Geopolitik dan Dampaknya terhadap Harga Energi

Faktor geopolitik masih menjadi elemen penting yang memengaruhi pergerakan harga minyak. Ketidakpastian di berbagai kawasan, termasuk ketegangan militer dan diplomatik, seringkali menjadi pendorong harga minyak meskipun pasokan global menunjukkan perbaikan.

Kehadiran ketegangan di wilayah tertentu masih dipantau secara ketat oleh para investor. Risiko geopolitik bisa menciptakan tekanan suplai, terutama jika konflik di daerah-daerah penghasil minyak meningkat atau jika ada hambatan baru terhadap jalur pasokan utama.

Namun, pada perdagangan terakhir, berita positif tentang pemulihan pasokan Kazakhstan tampaknya lebih mempengaruhi pasar energi dibandingkan risiko geopolitik yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar kini lebih dipengaruhi oleh arus pasokan aktual dan proyeksi pasokan global jangka pendek.

Secara strategis, pelaku pasar masih mencermati perkembangan lebih lanjut, tetapi pemulihan di Kazakhstan menjadi salah satu faktor kunci yang menahan tekanan harga minyak tetap moderat.

Pergerakan Harga Brent dan WTI di Pasar Global

Koreksi harga minyak awal pekan ini tidak hanya terjadi pada Brent tetapi juga pada WTI. Brent, sebagai acuan global, turun mendekati level USD?64 per barel, sementara WTI juga bergerak lebih rendah dibanding sehari sebelumnya.

Penurunan ini mengindikasikan bahwa permintaan spekulatif terhadap kenaikan harga akibat gangguan pasokan kini mulai mereda. Harapan terhadap bertambahnya pasokan akibat pemulihan Kazakhstan menambah tekanan penurunan harga, meskipun gangguan cuaca di AS masih menjadi pemicu volatilitas.

Investor global kini mengawasi data produksi mingguan, laporan stok minyak, serta perkembangan geopolitik untuk memproyeksikan arah harga ke depan. Arus informasi yang bergerak cepat ini mencerminkan dinamika pasar minyak yang sangat sensitif terhadap berita tentang pasokan dan permintaan.

Outlook Harga Minyak dalam Jangka Pendek

Dengan adanya perkembangan pemulihan pasokan Kazakhstan dan tekanan suplai AS yang mulai mereda, outlook harga minyak jangka pendek cenderung mengalami penurunan moderat. Meskipun beberapa risiko eksternal tetap ada, peningkatan pasokan diharapkan dapat menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Para analis mengatakan bahwa jika produksi Kazakhstan dan export terminal berjalan normal, tekanan penurunan harga kemungkinan meningkat. Sebaliknya, jika gangguan lain muncul, volatilitas masih akan tinggi di pasar minyak global.

Para investor tetap mengamati pergerakan pasokan, data realisasi produksi di negara-negara produsen utama, serta faktor geopolitik yang dapat memicu perubahan pasar dengan cepat.

Secara keseluruhan, turunnya harga minyak pada perdagangan Rabu mencerminkan keseimbangan antara harapan pemulihan pasokan dan risiko gangguan eksternal, yang terus menjadi tema dominan di pasar energi global.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026