Sabtu, 07 Februari 2026

Harga Token Listrik PLN Januari 2026 Terbaru Hitung Pembelian Seratus Ribu Rupiah

Harga Token Listrik PLN Januari 2026 Terbaru Hitung Pembelian Seratus Ribu Rupiah
Harga Token Listrik PLN Januari 2026 Terbaru Hitung Pembelian Seratus Ribu Rupiah

JAKARTA - Memasuki akhir Januari 2026, informasi mengenai harga token listrik kembali menjadi perhatian utama masyarakat. 

Pelanggan listrik prabayar perlu memastikan ketersediaan token agar pasokan listrik di rumah tetap berjalan normal tanpa gangguan. Tidak seperti sistem pascabayar, pengguna prabayar harus lebih cermat dalam mengatur pembelian token sesuai kebutuhan harian maupun bulanan.

Pada periode 27–31 Januari 2026, harga token listrik PLN dipastikan masih mengacu pada tarif yang sama seperti awal bulan. Pemerintah menegaskan tidak ada perubahan tarif listrik, sehingga pelanggan dapat melakukan perencanaan konsumsi energi dengan lebih tenang. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya, berapa sebenarnya jumlah kWh yang diperoleh dari nominal pembelian tertentu, misalnya Rp100.000.

Baca Juga

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

Harga Token Tetap Stabil Akhir Januari

Harga token listrik pada akhir Januari 2026 tidak mengalami penyesuaian. Kebijakan ini sejalan dengan keputusan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Dengan tarif yang tetap, pelanggan prabayar tidak perlu khawatir adanya lonjakan biaya listrik mendadak dalam periode ini.

Tarif listrik nonsubsidi memang dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Evaluasi tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, harga minyak mentah Indonesia, serta harga batubara acuan. Namun, untuk Triwulan I 2026, pemerintah memutuskan tarif tetap berlaku tanpa perubahan.

Keputusan ini memberikan kepastian bagi pelanggan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil yang mengandalkan listrik prabayar. Stabilitas tarif diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola pengeluaran rutin secara lebih terencana.

Faktor Penentu Jumlah kWh Token

Banyak pelanggan mengira bahwa nominal pembelian token listrik selalu berbanding lurus dengan jumlah kWh yang diperoleh. Padahal, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi besaran kWh yang masuk ke meteran listrik. Salah satunya adalah daya listrik terpasang di rumah.

Selain daya listrik, tarif dasar listrik per kWh juga menjadi penentu utama. Setiap golongan daya memiliki tarif berbeda, sehingga pembelian dengan nominal sama bisa menghasilkan kWh yang berbeda pula. Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah Pajak Penerangan Jalan atau PPJ.

Besaran PPJ ditetapkan oleh pemerintah daerah dan bervariasi di setiap wilayah. Umumnya, PPJ berada di kisaran 3 hingga 10 persen dari nilai pembelian token. Inilah sebabnya pelanggan di daerah berbeda bisa memperoleh jumlah kWh yang tidak sama meskipun membeli token dengan nominal identik.

Daftar Tarif Listrik Per kWh Januari

Mengacu pada tarif dasar listrik yang berlaku pada Januari 2026, pelanggan rumah tangga nonsubsidi prabayar dikenakan biaya per kWh sesuai golongan daya. Untuk daya 900 VA, tarif ditetapkan sebesar Rp1.352 per kWh. Sementara itu, pelanggan dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA dikenakan tarif Rp1.444,70 per kWh.

Bagi rumah tangga dengan daya lebih besar, yakni 3.500 VA hingga 5.500 VA, tarif per kWh berada di angka Rp1.699,53. Tarif yang sama juga berlaku untuk pelanggan dengan daya 6.600 VA ke atas. Dengan mengetahui tarif ini, pelanggan dapat memperkirakan konsumsi listrik secara lebih akurat.

Pemahaman terhadap tarif per kWh menjadi penting agar pelanggan tidak salah mengira jumlah energi listrik yang akan diterima dari setiap pembelian token.

Simulasi Beli Token Rp100.000

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, simulasi perhitungan kWh dari pembelian token listrik dapat dilakukan dengan rumus sederhana. Rumus yang digunakan adalah nilai token setelah dikurangi PPJ, kemudian dibagi dengan tarif dasar listrik sesuai daya terpasang.

Sebagai contoh, seorang pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA di wilayah dengan PPJ sebesar 3 persen membeli token listrik senilai Rp100.000. Dari nominal tersebut, PPJ yang dipotong adalah Rp3.000, sehingga nilai token bersih menjadi Rp97.000.

Nilai Rp97.000 kemudian dibagi dengan tarif Rp1.444,70 per kWh. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pelanggan tersebut akan memperoleh sekitar 67,14 kWh. Jumlah ini bisa sedikit berbeda jika PPJ di daerah lain lebih tinggi atau lebih rendah.

Perbedaan kWh Antar Daerah

Perlu dipahami bahwa simulasi di atas hanya contoh. Pada praktiknya, jumlah kWh yang diterima pelanggan bisa berbeda-beda antar daerah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan besaran PPJ yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah.

Di wilayah dengan PPJ lebih tinggi, nilai token bersih setelah pemotongan pajak akan lebih kecil. Akibatnya, jumlah kWh yang diperoleh pun berkurang. Sebaliknya, daerah dengan PPJ lebih rendah memungkinkan pelanggan mendapatkan kWh lebih banyak dari nominal pembelian yang sama.

Oleh karena itu, pelanggan disarankan mengetahui besaran PPJ di wilayahnya masing-masing agar dapat memperkirakan konsumsi listrik secara lebih presisi.

Tips Mengatur Pembelian Token Listrik

Dengan tarif yang stabil hingga akhir Januari 2026, pelanggan prabayar dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengatur strategi pembelian token. Membeli token dalam nominal tertentu secara rutin bisa membantu menjaga kestabilan konsumsi listrik harian.

Selain itu, memantau penggunaan peralatan listrik di rumah juga penting agar kWh yang dibeli dapat digunakan secara efisien. Penggunaan alat hemat energi dan kebiasaan mematikan perangkat yang tidak digunakan dapat membantu mengurangi beban listrik.

Dengan pemahaman yang baik mengenai tarif, pajak, dan cara perhitungan kWh, pelanggan listrik prabayar dapat lebih bijak dalam mengelola kebutuhan energi. Informasi harga token listrik periode 27–31 Januari 2026 ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026