Jordy Wehrmann Klarifikasi Isu Tolak Timnas Indonesia Sebut Murni Miskomunikasi Pelatih
- Selasa, 27 Januari 2026
JAKARTA - Nama Jordy Wehrmann sempat menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia pada 2021.
Saat itu, ia disebut menolak panggilan Timnas Indonesia yang masih berada di bawah arahan Shin Tae-yong. Kabar tersebut berkembang luas dan memunculkan beragam spekulasi.
Bertahun-tahun berselang, gelandang berdarah Belanda-Indonesia itu akhirnya angkat bicara. Jordy Wehrmann memberikan klarifikasi langsung terkait isu yang selama ini membayangi namanya.
Baca Juga
Wehrmann menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak panggilan Timnas Indonesia. Menurutnya, persoalan yang terjadi kala itu murni disebabkan oleh miskomunikasi antara dirinya dengan tim kepelatihan.
Ia menyebut situasi tersebut terjadi di tengah fase penting dalam perjalanan karier profesionalnya di Eropa. Kondisi itu membuat pesan yang ia sampaikan tidak terserap secara utuh oleh kedua belah pihak.
Awal Kontak dengan Tim Kepelatihan
Jordy Wehrmann mengungkapkan bahwa ia memang sempat dihubungi oleh salah satu asisten Shin Tae-yong. Kontak tersebut dilakukan melalui sambungan telepon dan membahas kemungkinan dirinya membela Timnas Indonesia.
Menurut Wehrmann, momen itu justru menjadi kebanggaan tersendiri. Ia sama sekali tidak menunjukkan sikap penolakan sebagaimana yang kemudian berkembang di media.
“Wow sebuah kehormatan,” kata Jordy Wehrmann saat mengingat kembali respons awalnya kepada asisten pelatih Timnas Indonesia.
Ia menilai panggilan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap performa dan potensi yang dimilikinya. Namun, percakapan singkat itu terjadi dalam kondisi yang tidak ideal.
Wehrmann menekankan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah menutup pintu untuk Timnas Indonesia. Ia hanya meminta pengertian terkait situasi yang sedang ia hadapi.
Kendala Bahasa Jadi Masalah Utama
Salah satu faktor utama yang disoroti Jordy Wehrmann adalah kendala bahasa. Ia menilai pesan yang ia sampaikan kemungkinan tidak tertangkap secara utuh oleh pihak pelatih maupun PSSI.
Pada saat itu, Wehrmann sedang menjalani proses transfer penting. Ia tengah bersiap meninggalkan Feyenoord Rotterdam untuk bergabung dengan klub Swiss, FC Luzern.
Situasi tersebut membuat fokusnya terbagi. Wehrmann pun meminta waktu agar dapat menyelesaikan kepindahannya dengan baik sebelum mengambil keputusan lain.
“Tolong beri saya waktu, saya ingin fokus dulu pada transfer saya, agar semuanya beres, saya akan pergi ke negara baru,” jelas Jordy.
Menurutnya, permintaan waktu tersebut disalahartikan sebagai penolakan. Padahal, ia hanya ingin memastikan masa depannya di klub baru berjalan lancar.
Isu Penolakan yang Muncul Belakangan
Setelah percakapan awal itu, Jordy Wehrmann mengaku tidak lagi mendapatkan komunikasi lanjutan. Ia menunggu kabar berikutnya, namun tidak ada perkembangan yang ia terima.
“Dan saya menunggu, menunggu, menunggu,” ujar Wehrmann mengenang periode tersebut.
Sekitar enam hingga tujuh bulan kemudian, ia justru dikejutkan oleh pemberitaan yang menyebut dirinya menolak Timnas Indonesia. Kabar itu menurutnya sama sekali tidak sesuai dengan fakta.
“Setelah enam atau tujuh bulan, saya melihat berita ‘Jordy menolak Timnas’, tetapi itu tidak pernah terjadi,” ungkapnya.
Ia menilai kedua belah pihak sama-sama memiliki persepsi berbeda. Tim pelatih merasa dirinya tidak berminat, sementara Wehrmann merasa sedang menunggu kejelasan.
Langkah Karier yang Berubah Arah
Beberapa tahun setelah isu tersebut, Jordy Wehrmann mengambil keputusan besar dalam kariernya. Ia memilih meninggalkan Eropa dan bergabung dengan Madura United pada pertengahan 2024.
Keputusan ini dianggap cukup mengejutkan. Namun bagi Wehrmann, langkah tersebut membuka babak baru yang penting dalam perjalanan profesionalnya.
Di Madura United, ia mendapatkan peran sentral di lini tengah. Kepercayaan yang diberikan pelatih membuatnya mampu tampil konsisten dan berkembang secara signifikan.
Kini, Wehrmann menjadi salah satu pemain kunci Laskar Sape Kerrab. Pengalamannya di Eropa memberi dampak positif terhadap permainan tim.
Adaptasinya di sepak bola Indonesia pun berjalan relatif mulus. Ia menikmati atmosfer kompetisi dan kedekatan dengan para pendukung.
Pandangan Soal Timnas Indonesia Saat Ini
Terkait peluang kembali ke Timnas Indonesia, Jordy Wehrmann menyatakan sikap terbuka. Ia menegaskan tidak pernah menutup pintu untuk membela Merah Putih.
Kini, Timnas Indonesia ditangani oleh John Herdman. Perubahan di kursi kepelatihan disebut Wehrmann sebagai dinamika normal dalam sepak bola.
Ia menyatakan kesiapannya jika suatu saat kembali mendapatkan panggilan resmi. Baginya, membela tim nasional tetap menjadi kehormatan besar.
Pengalaman masa lalu dijadikannya sebagai pelajaran berharga. Wehrmann berharap komunikasi ke depan bisa berjalan lebih jelas dan terbuka.
Dengan performa stabil bersama Madura United, namanya kembali masuk dalam radar publik. Klarifikasi ini pun menjadi penutup dari isu lama yang selama ini belum terjawab.
Menutup Isu Lama dengan Kejelasan
Pernyataan Jordy Wehrmann memberikan perspektif baru atas isu yang sempat ramai beberapa tahun lalu. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada niat menolak Timnas Indonesia.
Miskomunikasi dan kendala bahasa menjadi faktor utama yang memicu kesalahpahaman. Situasi tersebut berkembang tanpa klarifikasi langsung dari pihak terkait.
Kini, dengan kondisi karier yang lebih stabil, Wehrmann memilih meluruskan cerita. Ia berharap publik dapat memahami konteks yang sebenarnya terjadi.
Klarifikasi ini sekaligus membuka peluang baru. Jika kesempatan datang, Jordy Wehrmann siap menulis bab berikutnya bersama Timnas Indonesia.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Hansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
Hector Souto Tanggapi Keraguan Asing Usai Indonesia Tembus Final Piala Asia
- Jumat, 06 Februari 2026
Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol
- Jumat, 06 Februari 2026













