Nani Kembali Merumput dari Pensiun, Liga Kazakhstan Jadi Petualangan Baru Kariernya
- Senin, 26 Januari 2026
JAKARTA - Keputusan mengejutkan datang dari Luis Nani.
Mantan winger Manchester United itu belum benar-benar mengucapkan salam perpisahan pada dunia sepak bola. Di usia 39 tahun, Nani justru memilih kembali merumput setelah menerima pinangan klub Liga Premier Kazakhstan, FC Aktobe, dengan kontrak berdurasi satu tahun. Langkah ini sekaligus mengakhiri masa pensiun singkat yang baru dijalaninya.
Comeback Nani menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa bulan setelah ia menyatakan gantung sepatu. Banyak pihak mengira karier sang pemain telah resmi berakhir, namun tawaran dari Kazakhstan membuka lembaran baru. Tantangan berbeda di liga yang jarang tersorot ini justru memantik kembali ambisi sang winger veteran.
Baca Juga
Tak hanya berperan sebagai pemain, Nani juga dipercaya mengemban tanggung jawab tambahan dalam proyek pengembangan klub. Peran ganda ini membuat kehadirannya di Aktobe bukan sekadar mengejar menit bermain, tetapi juga kontribusi jangka panjang bagi klub dan sepak bola Kazakhstan.
Keputusan comeback yang penuh pertimbangan
Nani mengungkapkan rasa bahagianya bergabung dengan FC Aktobe melalui unggahan di media sosial pribadinya. Ia menegaskan bahwa keputusan kembali bermain bukan diambil secara impulsif, melainkan melalui pertimbangan matang terkait kondisi fisik, mental, dan motivasi pribadi.
“Saya sangat senang bisa bergabung dengan FC Aktobe dan menantikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan klub serta sepak bola di Kazakhstan,” tulis Nani. Pernyataan ini menegaskan bahwa dirinya datang dengan misi lebih luas daripada sekadar melanjutkan karier.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan klub yang dinilai memiliki visi jelas. Dukungan dari pemilik, ketua klub, hingga pemerintah daerah menjadi faktor penting yang meyakinkan Nani menerima tantangan baru tersebut.
Kesan terhadap visi FC Aktobe
Dalam pernyataannya, Nani secara khusus menyoroti visi FC Aktobe untuk masa depan. Menurutnya, klub memiliki arah yang jelas untuk berkembang, baik di kompetisi domestik maupun internasional. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain sekelas dirinya.
“Saya sangat terkesan dengan visi klub untuk masa depan dan akan bekerja keras membawa kami ke level yang lebih tinggi, baik di dalam negeri maupun di level internasional,” lanjutnya. Kalimat ini mencerminkan komitmen Nani untuk memberi dampak nyata.
Bagi Aktobe, kehadiran pemain dengan pengalaman elite Eropa diharapkan mampu meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan. Selain kontribusi di lapangan, pengaruh Nani di ruang ganti diyakini akan membantu perkembangan pemain muda.
Kondisi Aktobe dan target musim baru
Nani dijadwalkan memperkuat Aktobe pada musim Liga Premier Kazakhstan 2026 yang akan dimulai pada Maret mendatang. Pada musim sebelumnya, Aktobe finis di posisi kelima dari 14 tim dengan raihan 43 poin. Mereka hanya terpaut lima angka dari Elimai yang berhak tampil di babak kualifikasi pertama Conference League.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Aktobe merupakan tim papan atas yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Kehadiran Nani diharapkan menjadi pembeda dalam persaingan menuju zona kompetisi Eropa.
Target realistis klub adalah memperbaiki posisi klasemen dan bersaing lebih konsisten. Dengan pengalaman internasional yang dimiliki Nani, Aktobe optimistis bisa melangkah lebih jauh di musim 2026.
Pensiun singkat yang tak bertahan lama
Keputusan comeback ini terasa kontras dengan pernyataan Nani saat mengumumkan pensiun pada Desember 2024. Kala itu, ia menyebut keputusan tersebut diambil dengan penuh rasa puas atas perjalanan panjang kariernya.
“Seperti yang semua orang tahu, semua hal pasti ada akhirnya,” ujar Nani saat itu. Ia menegaskan bahwa keputusan berhenti bermain merupakan hasil refleksi mendalam terhadap perjalanan profesionalnya.
“Saya telah meluangkan waktu untuk mengambil keputusan yang sangat penting, mungkin keputusan paling penting dalam karier profesional saya,” lanjutnya. Namun, kenyataan berkata lain ketika gairah bermain kembali muncul setelah menerima tawaran menarik.
Jejak panjang karier sang winger
Sebelum pensiun pertamanya, Nani menjalani karier profesional selama 19 tahun dengan perjalanan lintas negara. Ia pernah bermain di Inggris, Turki, Amerika Serikat, Spanyol, hingga Australia, menjadikannya salah satu pemain Portugal dengan pengalaman paling luas.
Namanya paling dikenal saat membela Manchester United sejak 2007. Bersama Setan Merah, Nani mencatatkan 230 penampilan dengan kontribusi 40 gol dan 74 assist. Ia turut mempersembahkan berbagai trofi bergengsi, termasuk empat gelar Liga Inggris, dua Piala Liga, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.
Setelah meninggalkan Old Trafford pada 2015, Nani melanjutkan karier di sejumlah klub sebelum akhirnya sempat memutuskan pensiun. Kini, kisah panjang itu berlanjut di Kazakhstan, membuka babak baru yang tak terduga.
Liga Kazakhstan semakin berwarna
Nani bukan satu-satunya mantan pemain Premier League yang memilih melanjutkan karier di Kazakhstan. Victor Moses juga mengambil langkah serupa dengan bergabung ke FC Kaysar, klub yang finis di peringkat ke-11 musim lalu.
Moses sebelumnya berstatus tanpa klub setelah dilepas Luton Town. Kehadiran dua nama besar ini menambah daya tarik Liga Premier Kazakhstan yang tengah berupaya meningkatkan eksposur internasional.
Kembalinya Nani ke sepak bola profesional menjadi simbol bahwa semangat kompetitifnya belum padam. Petualangan baru di Kazakhstan bukan hanya soal usia, tetapi tentang hasrat yang belum ingin berhenti.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Hansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
Hector Souto Tanggapi Keraguan Asing Usai Indonesia Tembus Final Piala Asia
- Jumat, 06 Februari 2026
Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol
- Jumat, 06 Februari 2026













