Fore Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia dengan IPO Senilai Rp 379,76 Miliar
- Kamis, 20 Maret 2025
JAKARTA - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (Fore Kopi) mengumumkan rencana pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam langkah ini, perusahaan akan melepas sebanyak 1,88 miliar saham baru, yang setara dengan 21,08% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Penawaran saham tersebut dipatok pada kisaran harga Rp 160 hingga Rp 202 per lembar, dengan target perolehan dana segar mencapai Rp 379,76 miliar.
Untuk mendukung proses IPO ini, Fore Kopi menggandeng PT Mandiri Sekuritas dan PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai penjamin emisi efek. Dana yang terkumpul akan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mempercepat ekspansi dan memperkuat posisinya di pasar kopi yang tengah berkembang pesat.
Berdasarkan prospektus perusahaan, sebanyak 76% dari dana IPO akan dialokasikan untuk membuka sekitar 140 gerai baru hingga tahun 2026. Rencana ini mencakup pembangunan outlet dengan berbagai tipe, yakni 10% untuk gerai Flagship yang menjadi ikon merek, 80% untuk gerai Medium yang lebih compact, serta sisanya untuk gerai Satellite yang fleksibel. Outlet Satellite juga akan mencakup biaya renovasi serta pengadaan peralatan di berbagai wilayah strategis seperti Jabodetabek, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.
Baca JugaEkspansi MRT Timur Barat Jadi Magnet Baru Properti Blok M Hingga Balaraja
“Pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2025 hingga 2026 sebagai bagian dari strategi kami untuk menjangkau lebih banyak konsumen,” demikian tertulis dalam prospektus Fore Kopi.
Fore Kopi menunjukkan performa yang mengesankan dengan pertumbuhan penjualan toko (Same Store Sales Growth/SSSG) sebesar 42% untuk periode sembilan bulan hingga 30 September 2024. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan global yang hanya 5%. Capaian tersebut menjadi bukti kekuatan merek, strategi pemasaran yang jitu, serta inovasi produk yang berhasil memikat hati konsumen.
Perusahaan juga optimistis dengan prospek pasar kopi, khususnya segmen Foodservice Roast Coffee, yang diprediksi akan tumbuh hingga 66% dari total pasar kopi pada tahun 2030. Dengan memanfaatkan tren ini, Fore Kopi bertekad memperluas jangkauan pasar dan menjaga laju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kesuksesan Fore Kopi tak lepas dari kemampuannya membaca perubahan pola konsumsi kopi di Indonesia. Semakin banyak konsumen yang memilih menikmati roast coffee di luar rumah, sejalan dengan temuan survei Redseer. Sebanyak 37% konsumen membeli kopi untuk bersosialisasi bersama keluarga atau teman, sementara 22% lainnya tertarik pada suasana nyaman yang ditawarkan oleh gerai kopi.
“Dengan menghadirkan beragam tipe outlet yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, kami berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pemimpin di industri kopi, baik di dalam negeri maupun di kancah global,” ungkap prospektus tersebut.
IPO ini menjadi tonggak penting bagi Fore Kopi untuk memperkuat fondasi bisnisnya sekaligus memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan kombinasi kinerja solid, visi ekspansi yang ambisius, dan pemahaman mendalam akan kebutuhan konsumen, Fore Kopi siap mempertahankan posisinya sebagai pemain kunci di industri kopi Indonesia.
(kkz/kkz)
Kevin Khanza
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Indomobil eMotor Perkuat Pasar Motor Listrik Nasional Lewat Peluncuran QT Series Terbaru
- Jumat, 06 Februari 2026
Linktown Relokasi Kantor Surabaya Perkuat Ekspansi Pasar Properti Jawa Timur Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Ciputra Fokus Optimalkan Mal Eksisting Saat Pasokan Baru Terbatas 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Dorong Penjual Affiliate Menembus Pasar Global
- Jumat, 06 Februari 2026













