MR DIY Siap Lakukan IPO, Tawarkan Saham dengan Harga Rp1.650 hingga Rp1.870 per Saham

Selasa, 03 Desember 2024 | 17:31:06 WIB

JAKARTA - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), yang lebih dikenal dengan brand MR DIY, mengumumkan rencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan harga saham yang ditawarkan berkisar antara Rp1.650 hingga Rp1.870 per saham. Proses penawaran awal (book building) telah dimulai dan akan berlangsung hingga 3 Desember 2024.

Presiden Direktur MR DIY, Edwin Cheah, mengungkapkan bahwa perusahaan akan menawarkan 2.519.039.400 saham, yang setara dengan 10% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dengan jumlah saham yang ditawarkan, MR DIY berpotensi meraih dana hingga Rp 4,71 triliun dari proses IPO ini.

"Salah satu fokus utama kami adalah memperluas jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia, sehingga lebih banyak keluarga dapat mengakses produk rumah tangga berkualitas dengan harga terjangkau," ujar Edwin dalam keterangannya.

Strategi ekspansi agresif MR DIY bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar dalam sektor ritel barang rumah tangga. Dengan prospek bisnis sektor ritel non-grocery yang semakin menjanjikan di Indonesia, Edwin menyatakan bahwa perusahaan berada dalam posisi yang kuat untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ini.

Edwin juga menambahkan bahwa IPO MR DIY memberikan kesempatan unik bagi para investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan ritel yang tengah berkembang pesat ini. Sebagai bagian dari komitmennya kepada para investor, MR DIY berencana untuk membagikan minimal 40% dari laba bersih perusahaan sebagai dividen.

Pertumbuhan pesat MR DIY terlihat dari akselerasi bisnis yang luar biasa, dengan lebih dari 500 toko baru dibuka dalam tahun terakhir, sehingga total toko yang dimiliki saat ini hampir mencapai 900 toko. Selain itu, permintaan yang terus meningkat di berbagai daerah untuk produk-produk berkualitas dan terjangkau telah membantu perusahaan membangun basis pelanggan yang solid.

Perusahaan juga mencatatkan kinerja keuangan yang signifikan dengan pendapatan yang tumbuh pada CAGR 109% antara 2021 dan 2023, dari Rp 894 miliar menjadi Rp 3,9 triliun. Laba bersih perusahaan juga meningkat drastis, dari kerugian Rp 80 miliar pada 2021 menjadi laba sebesar Rp 353 miliar pada 2023.

"Pertumbuhan yang luar biasa ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk terus menghadirkan solusi rumah tangga inovatif dan terjangkau bagi keluarga Indonesia, serta memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan," tambah Edwin.

Terkini