BTN dan Unpad Bersinergi Dorong Literasi Keuangan Anak Muda

ILUSTRASI, Gedung Bank BTN (Sumber Gambar : Net)Acara
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:11 WIB

JAKARTA – Di era pertumbuhan ekonomi digital serta kian tingginya keperluan publik akan fasilitas finansial, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) senada memperlihatkan keseriusannya dalam memacu penguatan inklusi serta literasi keuangan di tanah air. Langkah nyata tersebut menjadi bagian krusial dari sumbangsih BTN selaku lembaga perbankan milik negara yang tidak sekadar menghadirkan produk perbankan, melainkan juga ikut andil menyejahterakan masyarakat lewat edukasi keuangan.

Merujuk pada data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, angka literasi keuangan kaum perempuan berada di posisi 66,75 persen. Di sisi lain, angka inklusi keuangan perempuan sudah menyentuh 76,08 persen.

Adanya jarak antara literasi dan inklusi keuangan ini menandakan bahwa keterbukaan akses pada produk serta layanan jasa keuangan melaju lebih cepat jika dikomparasikan dengan tingkat pemahaman masyarakat dalam memanfaatkannya. 

Salah satu strategi BTN demi mengoptimalkan inklusi dan literasi keuangan ini ialah dengan merangkul lingkungan perguruan tinggi.

Melalui langkah teranyar, BTN melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada 10 Juni 2026 sebagai upaya mematangkan pemahaman finansial di kalangan akademisi muda.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, memaparkan bahwa kelompok muda masa kini sejatinya telah kian melek terhadap urusan finansial, namun masih banyak yang menemui hambatan ketika merancang tata kelola keuangan jangka panjang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Banyak Gen Z yang sudah sadar finansial, tetapi tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi dan mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujar Nixon dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Nixon turut memberikan wejangan agar para pemuda tidak terperosok ke dalam pola hidup yang konsumtif serta menjauhi segala bentuk aktivitas merugikan layaknya judi daring.

Berdasarkan pemaparannya, sangat krusial untuk mencermati distingsi antara utang produktif dan utang konsumtif.

Jenis utang yang bernilai positif merupakan utang yang dialokasikan untuk kepemilikan sesuatu yang berharga dalam jangka panjang, misalnya aset, bukan demi melunasi kebutuhan sesaat yang justru menyisakan beban cicilan dalam waktu lama.

Dia memberikan ilustrasi, tindakan berutang demi kebutuhan konsumtif semisal liburan sebaiknya dielakkan apabila jangka waktu cicilannya terlampau mengikat.

Nixon juga memberikan motivasi kepada para generasi muda agar menginisiasi perencanaan kepemilikan tempat tinggal sejak awal mengingat pergerakan harga properti yang konsisten merangkak naik dari waktu ke waktu.

Melalui program kemitraan ini, BTN pun membentangkan jalan bagi para mahasiswa Unpad untuk terlibat dalam program pemagangan sekaligus menangkap peluang meniti karier di lingkungan BTN.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan bahwa sinergi bersama BTN ini merupakan langkah konkret untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjembatani sektor perguruan tinggi dengan ranah praktik profesional.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kerja sama ini untuk mendukung apa yang bisa kami sumbangkan bagi dunia praktis. Bersama BTN, kolaborasi dilakukan mulai dari dukungan fasilitas, magang, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.” pungkasnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan