Dividen dan Kinerja Solid Dorong Saham Pakuwon Jati Naik 3 Persen

Ilustrasi harga saham PT Pakuwon Jati Tbk. naik 3,23 persen pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026). (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:11 WIB

JAKARTA – Harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali bangkit pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah sempat melemah sepanjang tahun ini. Rencana pembayaran dividen lebih dari Rp 600 miliar serta kinerja yang solid pada kuartal I 2026 menjadi stimulus utama lonjakan harga tersebut.

PWON memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 626 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dengan keputusan ini, saham PWON mengandung dividen sebesar Rp 13 per saham, yang setara dengan Rp 1.300 per lot bagi investor.

Pada penutupan perdagangan Kamis (11/6), harga saham PWON berada di level Rp 256, naik 8 poin atau 3,23 persen secara harian. Kenaikan ini berhasil memutus tren pelemahan saham PWON yang sejak awal tahun 2026 (year to date) telah merosot 84 poin atau 24,71 persen.

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, menyampaikan bahwa nilai dividen tersebut setara dengan 26,7 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,35 triliun.

"Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham di tengah kinerja operasional yang tetap solid," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sepanjang tahun 2025, Pakuwon Jati mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 7,11 triliun dengan laba bersih yang disesuaikan mencapai Rp 2,92 triliun. Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh segmen pendapatan berulang (recurring income), terutama dari pusat perbelanjaan ritel yang naik 14 persen menjadi Rp 3,93 triliun.

Di sisi lain, pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp 273 miliar atau turun 26 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara bisnis perhotelan naik 2 persen menjadi Rp 1,42 triliun. Adapun pendapatan pengembangan properti relatif stabil di angka Rp 1,49 triliun.

Untuk mendukung ekspansi bisnis, PWON merealisasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 1,21 triliun pada tahun 2025. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan proyek seperti Superblok Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.

Memasuki tahun 2026, kinerja perusahaan tetap menunjukkan tren positif dengan total pendapatan kuartal I 2026 sebesar Rp 1,65 triliun, naik 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor tumbuh 10 persen menjadi Rp 941 miliar, sementara EBITDA meningkat 10 persen menjadi Rp 916 miliar.

Menurut Minarto, stabilnya kinerja perusahaan didukung oleh kekuatan portofolio pendapatan berulang yang menjadi penopang utama bisnis. "Menurut Minarto, stabilnya kinerja perusahaan pada awal tahun 2026 didukung oleh kekuatan portofolio pendapatan berulang yang tetap menjadi penopang utama bisnis Perseroan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Realisasi belanja modal pada kuartal I 2026 mencapai Rp 164 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk melanjutkan pembangunan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5. Dengan kontribusi recurring income yang kuat, Pakuwon Jati optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2026.

Reporter: Akbar