Bursa Eropa Bangkit Setelah Bank Sentral Eropa Naikkan Suku Bunga Acuan

Ilustrasi Indeks STOXX 600 ditutup naik 0,54 persen, menandai akhir tren pelemahan selama empat sesi berturut-turut. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:11 WIB

JAKARTA – Bursa ekuitas Eropa menguat pada perdagangan Kamis, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama empat sesi berturut-turut. Pelaku pasar memilih mengabaikan meningkatnya retorika Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran dan fokus pada keputusan Bank Sentral Eropa terkait suku bunga.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,54 persen menjadi 621,53. Mayoritas bursa utama di Eropa menghijau seiring respons investor terhadap langkah Bank Sentral Eropa yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Indeks DAX Jerman naik 0,06 persen ke 24.209,71, FTSE 100 Inggris meningkat 0,48 persen ke 10.303,88, dan CAC Prancis bertambah 0,48 persen menjadi 8.200,80. Kenaikan suku bunga ini menjadi yang pertama dalam hampir tiga tahun terakhir di tengah meningkatnya proyeksi inflasi.

Kepala Global Makro ING, Carsten Brzeski, menilai kenaikan suku bunga tersebut belum cukup besar untuk menghambat pertumbuhan ekonomi zona euro. Menurutnya, risiko yang muncul jika ECB tidak mengambil tindakan jauh lebih besar dibandingkan dengan dampak negatif terhadap pertumbuhan akibat kenaikan suku bunga.

Sektor yang sensitif terhadap suku bunga bergerak lebih lemah, dengan indeks jasa keuangan turun 0,7 persen. Saham manajer aset ICG merosot 4,7 persen dan Partners Group menyusut 3 persen, sementara saham properti terkoreksi 0,8 persen.

Pergerakan pasar sempat kehilangan sebagian penguatannya setelah Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan sangat keras pada malam hari. Pernyataan tersebut memicu volatilitas harga energi hingga minyak mentah ditutup naik 0,5 persen ke posisi 93,58 dolar Amerika Serikat per barel.

Di sektor teknologi, saham semikonduktor menguat dipimpin BE Semiconductor yang melonjak 6,6 persen dan ASM International yang melesat 7,3 persen. Sebaliknya, saham perangkat lunak tertekan setelah Oracle mencatatkan penurunan tajam yang membebani sentimen pasar secara luas.

Saham SAP anjlok 6,6 persen, Capgemini melorot 4,2 persen, dan Dassault Systemes kehilangan 5,8 persen. Tekanan bertambah setelah UBS menurunkan rekomendasi saham teknologi informasi Eropa menjadi "neutral" karena alasan valuasi yang sudah tinggi.

Di luar sektor teknologi, saham Halma ambles hampir 15,4 persen akibat proyeksi pertumbuhan pendapatan yang melambat. Namun, saham Hugo Boss melejit 9,1 persen setelah Frasers Group meluncurkan tawaran akuisisi senilai 2,3 miliar dolar Amerika Serikat.

Reporter: Akbar