Danantara Himpun 1,5 Miliar Dolar AS Lewat Obligasi Global Perdana

Ilustrasi Danantara berhasil menghimpun 1,5 miliar dolar AS melalui penerbitan obligasi global perdana. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:11 WIB

JAKARTA – Unit pengelola investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sukses menghimpun dana 1,5 miliar dolar AS. Dana tersebut diperoleh melalui penerbitan obligasi global pertama yang berdenominasi dolar AS.

Transaksi ini menjadi ujian krusial bagi minat investor asing terhadap aset-aset Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi. Danantara Investment Management menerbitkan obligasi senilai 750 juta dolar AS untuk tenor lima tahun dan 750 juta dolar AS untuk tenor 10 tahun.

Nilai penerbitan tersebut ternyata lebih besar dari rencana awal yang sebelumnya diproyeksikan hanya mencapai 1 miliar dolar AS. Tingginya minat pasar memungkinkan perusahaan meningkatkan ukuran emisi sekaligus menekan tingkat imbal hasil yang ditawarkan.

Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan imbal hasil 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun menawarkan imbal hasil 5,95 persen. Permintaan investor tercatat sangat kuat dengan total pesanan melampaui 4,6 miliar dolar AS, atau tiga kali lipat dari nilai yang diterbitkan.

Besarnya antusiasme investor memungkinkan perusahaan memangkas imbal hasil final sebesar 35 basis poin dari panduan harga awal. Keberhasilan ini cukup menarik perhatian karena terjadi saat pasar mencermati pelemahan nilai tukar rupiah serta kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai ekspansif.

Pekan ini, Bank Indonesia mengambil langkah tidak biasa dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah tersebut diambil guna menstabilkan rupiah setelah mencatat serangkaian rekor pelemahan terhadap dolar AS.

Danantara sendiri diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 sebagai lembaga pengelola investasi nasional yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Lembaga ini bertugas untuk mengelola dan mengoptimalkan berbagai aset strategis milik negara.

Hasil dari penerbitan obligasi ini akan dialokasikan untuk kebutuhan umum korporasi, termasuk investasi baru dan pembiayaan kembali utang. Obligasi tersebut dijadwalkan meluncur pada 18 Juni 2026 sebagai bagian dari program Global Medium-Term Notes senilai 5 miliar dolar AS.

Beberapa lembaga keuangan internasional dan domestik bertindak sebagai pengelola buku, yakni Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa minat global terhadap instrumen pendapatan tetap Indonesia masih cukup kuat di tengah dinamika pasar.

Reporter: Akbar