Pasar Asia Melesat, Optimisme Kesepakatan Damai AS-Iran Dorong IHSG

Ilustrasi Bursa saham Asia menguat tajam didorong optimisme kesepakatan damai AS-Iran. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:11 WIB

JAKARTA – Menjelang akhir pekan, bursa saham Asia dibuka menguat tajam menyusul tren positif di bursa Eropa dan Wall Street. Optimisme investor meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir.

Trump mengungkapkan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa Amerika Serikat "baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Ia memperkirakan penandatanganan kesepakatan damai akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

"Dokumen-dokumennya sudah hampir final. Seharusnya bisa selesai dan selesai dengan sangat cepat," ujar Trump, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Indeks ASX 200 Australia dibuka melonjak 1,54 persen, sementara indeks Kospi Korea Selatan melesat 7,01 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang melaju 3,48 persen ke posisi 66.559,69, sementara kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.376. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih dibayangi oleh tekanan jual, namun berpeluang berbalik naik menuju area 6.000.

Perdagangan saham di Wall Street berakhir melonjak tajam setelah Trump membatalkan rencana serangan ke Iran. Investor kembali memburu aset berisiko di tengah antusiasme pasar terhadap debut IPO SpaceX yang bernilai sekitar 75 miliar dolar Amerika Serikat.

Bursa saham utama Eropa juga ditutup menguat setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sektor semikonduktor memimpin penguatan, meski sektor jasa keuangan dan properti bergerak lebih lemah.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah di pasar uang New York seiring dengan meningkatnya optimisme terhadap kesepakatan damai. Mata uang euro, poundsterling, yen, dan franc Swiss terpantau menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Harga minyak mentah dunia ditutup menurun tajam setelah pembatalan rencana serangan ke Iran meredakan ketegangan geopolitik. Namun, penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat sebesar 7,2 juta barel memberikan dukungan terhadap harga komoditas tersebut.

Harga emas spot melonjak 2 persen ke posisi 4.153,71 dolar Amerika Serikat per ounce di tengah penurunan probabilitas kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat. Sebaliknya, harga emas berjangka Amerika Serikat turun 0,5 persen menjadi 4.114 dolar Amerika Serikat per ounce.

Reporter: Akbar