Usai Anjlok 4 Hari, Harga Emas Melesat ke Atas US$ 4.200 per Troy Ons

Ilustrasi Emas Batangan. (Foto: pexels)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 12 Juni 2026 | 10:51:50 WIB

JAKARTA — Grafik nilai emas di pasar internasional mencatatkan lonjakan tajam pada sesi perdagangan kemarin. 

Harga komoditas logam mulia tersebut sukses bangkit ke zona hijau pasca didera penurunan selama empat hari berturut-turut yang sempat menyeretnya ke level terendah sejak November tahun lalu.

Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), grafik harga emas dunia di pasar spot hinggap di posisi penutupan pada angka US$ 4.217/troy ons. 

Nominal ini terkerek naik sebanyak 3,56% apabila dikomparasikan dengan perolehan pada hari sebelumnya.

Tren pemulihan ini mencuat tepat setelah komoditas emas terpuruk selama empat hari beruntun. Sepanjang empat hari fase pelemahan tersebut, nilai intrinsik emas tercatat sudah tergerus hingga 9%.

Fase koreksi yang terhitung cukup dalam tersebut pada akhirnya membuat instrumen investasi emas dipandang kian ekonomis dan seksi. 

Aktivitas bargain hunting atau tindakan pembelian di harga rendah ('serok') berhasil mendongkrak volume permintaan emas, sehingga memicu harganya bergerak naik kembali.

Di samping faktor tersebut, dinamika kondisi di kawasan Timur Tengah ikut menyumbang stimulus positif bagi pergerakan harga emas.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengurungkan rencana agresi militer ke wilayah Iran. Langkah diplomasi ini menghidupkan kembali asa publik bahwa jalur negosiasi sedang diupayakan untuk merealisasikan perdamaian.

Trump mengonfirmasi bahwa sudah bergulir dialog yang saat ini telah ditarik ke level pimpinan tertinggi di Iran mengenai proses diplomasi guna menyudahi konflik senjata. 

Di hadapan para awak media di Gedung Putih, Trump mengklaim bahwa penandatanganan piagam kesepakatan dapat dilaksanakan paling cepat akhir pekan ini di benua Eropa. Wakil Presiden AS JD Vance dikabarkan bakal menghadiri prosesi tersebut.

Laporan mengenai perkembangan situasi itu terbukti efektif menekan nilai minyak global hingga jatuh sedalam-dalamnya. Kemarin, harga minyak mentah untuk jenis brent ditutup merosot hampir 3% menuju level US$ 90,38/barel.

Ketika pergerakan harga minyak bertransisi menjadi lebih stabil, maka potensi ancaman inflasi yang tinggi dapat diredam. 

Melalui kondisi tersebut, otoritas bank sentral di berbagai penjuru dunia mempunyai ruang fleksibilitas untuk tidak mendongkrak tingkat suku bunga acuan mereka.

Aset emas sendiri dikelompokkan sebagai instrumen investasi yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding asset). 

Atas dasar itu, memegang portofolio berupa emas dipandang kurang menguntungkan apabila tingkat suku bunga global sedang bertengger di posisi yang tinggi.

Analisis Teknikal

Lantas, bagaimanakah proyeksi untuk pergerakan harga emas pada hari ini, Jumat (12/6/2026)? Serta berada di kisaran angka berapakah titik target yang patut diperhatikan oleh para pelaku pasar?

Apabila diamati melalui indikator teknikal dengan sudut pandang harian (daily time frame), pergerakan emas terlihat masih terbelenggu dalam koridor penurunan (bearish).

Kondisi tersebut ditunjukkan oleh angka Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang bertengger di level 36. 

Nilai parameter RSI yang berada di bawah angka 50 memberikan sinyal bahwa suatu komoditas sedang berada dalam tren bearish.

Di sisi lain, untuk instrumen indikator Stochastic RSI 14 hari menempati posisi 56, yang bermakna tengah berada di area beli (long) disertai kecenderungan arah yang lumayan kuat.

Untuk aktivitas pasar pada hari ini, laju pergerakan harga emas dinilai masih memiliki peluang untuk meneruskan tren penguatan. 

Titik batas resisten terdekat berada pada level US$ 4.221/troy ons yang dikalkulasi merujuk pada posisi Moving Average (MA) 5.

Untuk target batas resisten berikutnya bertengger pada rentang US$ 4.229 sampai dengan 4.319/troy ons.

 Sementara untuk proyeksi paling optimistis atau batas resisten tertinggi berada pada level US$ 4.515/troy ons.

Namun, apabila pergerakan harga emas sebaliknya berbalik merosot, maka level US$ 4.155/troy ons diproyeksikan bakal bertindak sebagai titik penentu (pivot point).

Apabila level penentu tersebut jebol ke bawah, maka ada risiko harga emas akan terperosok lebih dalam menuju kisaran US$ 4.121 hingga 4.080/troy ons.

Adapun untuk estimasi paling pesimistis atau batas support yang berada di posisi paling dasar ialah di level US$ 3.892/troy ons.

Reporter: Ibtihal