Saham TLKM Tertekan, Telkom Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback

ILUSTRASI, investor (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:03:55 WIB

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) telah memperoleh restu dari para pemegang saham guna merealisasikan program pembelian kembali (buyback) saham dengan total dana maksimal Rp4 triliun. Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (8/6/2026).

Direktur Utama TLKM Dian Siswarini memastikan bahwa agenda buyback saham ini dapat dilaksanakan lewat Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun langsung sekaligus.

Aksi korporasi ini akan berlangsung dalam jangka waktu 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan RUPST, tepatnya dimulai dari 9 Juni 2026 sampai dengan 8 Juni 2027. 

Menurut Dian, kebijakan buyback diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mendongkrak nilai pemegang saham serta menjaga stabilitas harga saham TLKM di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

"Aksi korporasi ini dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar," ujar Dian dalam keterangan resmi pada Senin (8/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Persetujuan buyback ini didapat saat pergerakan saham TLKM sedang berada di bawah tekanan sepanjang tahun berjalan. Merujuk data Bursa Efek Indonesia, saham TLKM ditutup melemah 14,86% ke posisi Rp2.350 pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Di lain sisi, Dian meyakinkan bahwa kinerja fundamental bisnis perusahaan tetap kokoh di tengah proses transformasi yang sedang berjalan. Sepanjang tahun 2025, TLKM berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA senilai Rp72,24 triliun, serta raihan laba bersih yang menyentuh Rp17,81 triliun.

Dian menjelaskan bahwa perseroan terus mempercepat implementasi strategi transformasi TLKM 30. Strategi tersebut difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional, simplifikasi portofolio bisnis, monetisasi aset infrastruktur, hingga peralihan model operasi menjadi HoldCo–OpCo.

"Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah," tutur Dian, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan hanya memberikan persetujuan terhadap aksi buyback, pemegang saham juga menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp21,9 triliun. Besaran dana tersebut bersumber dari laba bersih tahun buku 2025 sekitar Rp17,8 triliun, sedangkan sisanya sebesar Rp4,2 triliun dialokasikan dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.

Dian menyampaikan bahwa penentuan kebijakan dividen ini diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan pemenuhan kebutuhan investasi perusahaan dalam jangka panjang.

"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat," ungkap Dian, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pembayaran dividen ini direncanakan bakal mengalir paling lambat pada 10 Juli 2026 kepada para pemegang saham yang namanya resmi terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham saat penutupan perdagangan tanggal 19 Juni 2026.

Momen RUPST tersebut juga menetapkan perombakan pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi perseroan. Angga Raka Prabowo resmi diangkat sebagai Komisaris Utama, sementara Dian Siswarini tetap memegang posisi sebagai Direktur Utama Telkom untuk melanjutkan program transformasi dan ekspansi bisnis digital perusahaan.

Reporter: Gemilang Ramadhan