Dow Jones Cetak Rekor Baru Saat Investor Beralih dari Saham Teknologi

Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi baru di Wall Street (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 05 Juni 2026 | 14:45:43 WIB

NEW YORK – Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Bahkan, Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di tengah aksi rotasi investor dari saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke sektor nonteknologi.

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones melonjak 874,86 poin (1,73 persen) ke rekor ATH penutupan di 51.561,93. Sementara S&P 500 menguat 0,41 persen menjadi 7.584,31. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite turun tipis 0,09 persen ke level 26.830,96, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kenaikan Dow dipimpin oleh saham UnitedHealth yang melesat lebih dari 5 persen. Saham JPMorgan Chase turut menguat sekitar 3 persen, sedangkan Walmart naik hampir 1 persen. Di luar komponen Dow Jones, sejumlah saham nonteknologi juga mencatat penguatan, termasuk Costco yang naik sekitar 1 persen dan Eli Lilly yang melonjak lebih dari 4 persen.

Pergerakan pasar terjadi setelah investor mengurangi eksposur pada saham-saham yang terkait dengan tren AI menyusul pelemahan tajam saham Broadcom. Saham Broadcom anjlok lebih dari 12 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal II fiskal yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Pelemahan tersebut menyeret sektor semikonduktor secara luas. VanEck Semiconductor ETF (SMH), yang menjadi salah satu acuan sektor chip global, turun lebih dari 1 persen. Sementara itu, saham Arm Holdings melemah lebih dari 4 persen dan Micron Technology merosot hampir 8 persen.

Chief Investment Officer Montis Financial, Dennis Follmer, mengatakan, tren AI masih menjadi tema utama pasar, tetapi reli saham yang berlangsung selama lebih dari dua bulan mulai kehilangan momentum.

"Setelah musim laporan keuangan yang luar biasa, tema AI masih tetap kuat. Namun reli pasar mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah lonjakan yang sangat besar dalam lebih dari dua bulan terakhir," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Follmer, pergerakan pasar saat ini menunjukkan tahap awal rotasi sektor, di mana investor mulai beralih dari saham AI yang telah mencatat kenaikan signifikan menuju saham-saham di sektor lain yang dinilai lebih menarik. Perdagangan di Wall Street juga masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sebelumnya, pasar saham AS sempat melemah setelah konflik antara AS dan Iran kembali memanas. Iran dilaporkan menyerang Bandara Internasional Kuwait pada Rabu dini hari. Sehari sebelumnya, Komando Pusat Militer AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan telah menggagalkan sejumlah serangan rudal balistik dan drone Iran serta melancarkan serangan balasan ke Pulau Qeshm di Teluk Persia sebagai respons atas upaya serangan yang dilakukan Teheran.

Meski demikian, investor tampaknya lebih fokus pada aksi rotasi sektor dan peluang penguatan saham nonteknologi, yang mendorong Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi baru.

Reporter: Akbar