IHSG Melemah dan Rupiah Tembus 18.000 per Dolar Akibat Modal Asing Keluar

Ilustrasi IHSG melemah 1,70 persen (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 05 Juni 2026 | 14:05:32 WIB

JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan hebat pada perdagangan Kamis (4/6/2026), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70 persen ke level 5.839,785.

Pelemahan indeks saham ini terjadi bersamaan dengan nilai tukar rupiah yang mencatatkan rekor penurunan baru hingga menembus angka Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat. Sebelum berakhir di zona merah, IHSG bahkan sempat anjlok lebih dari 5 persen pada sesi pagi dan menyentuh level terendah intraday di posisi 5.644.

Aksi jual oleh investor internasional semakin memperburuk situasi, dengan catatan penjualan bersih atau net sell oleh investor asing mencapai sekitar Rp 1,43 triliun pada perdagangan hari itu. Secara akumulatif sejak awal tahun, total dana yang keluar dari pasar saham Indonesia telah menembus angka Rp 68,5 triliun.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase ketidakpastian yang tinggi. Hal tersebut mendorong para pemodal untuk membatasi penempatan dana pada aset berisiko sembari menanti arah kebijakan ekonomi yang lebih pasti.

"Nilainya tergolong sangat besar dan menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan IHSG dan rupiah," ujar Hendra Wardana, Founder Republik Investor, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, penurunan likuiditas pasar dan berkurangnya permintaan saham terjadi akibat keluarnya dana asing dalam jumlah signifikan. Kondisi ini turut memicu peningkatan tekanan terhadap nilai tukar karena kebutuhan konversi dari mata uang rupiah ke mata uang asing.

Di tengah gejolak pasar, sempat beredar rumor mengenai potensi penurunan status Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari emerging market menjadi frontier market. Namun, kabar tersebut telah dipastikan tidak benar. Berdasarkan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes edisi Mei 2026, status Indonesia dikonfirmasi masih berada dalam kelompok emerging market.

"Kedua agenda tersebut akan menjadi acuan penting bagi investor global dalam menilai aksesibilitas serta klasifikasi pasar modal Indonesia," kata Hendra Wardana, Founder Republik Investor, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan dua agenda krusial dari MSCI, yakni Global Market Accessibility Review pada 19 Juni 2026 dan Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Reporter: Akbar