Update MinyaKita: Stok Aman, Mendag Akui Harga di Papua Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:46:22 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. (Foto: Liputan6.com)

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa pergerakan harga minyak goreng rakyat MinyaKita masih berada dalam kondisi terkontrol walaupun muncul keluhan di beberapa wilayah mengenai harga jualnya yang dinilai mendekati varian minyak goreng premium.

Merespons isu terkait harga MinyaKita yang disebut-sebut hampir menyamai komoditas minyak goreng premium atau minyak VIP di pasaran, Budi mengimbau publik untuk merujuk pada data resmi milik Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Coba cek di SP2KP, kami pake data aja ya. Cek di SP2KP kan BSM buka kan,” kata Budi.

Ia memaparkan bahwa nilai jual MinyaKita sebenarnya mencatatkan penurunan jika disandingkan dengan periode sebelumnya. Ia menambahkan, harga MinyaKita saat ini sudah menyusut ke kisaran Rp15.800 per liter. Angka tersebut terpaut sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) batasan pemerintah untuk level pembeli akhir, yakni senilai Rp15.700 per liter.

“Hari ini kalau dicek harga MinyaKita kan Rp15.800-an. Jadi lebih turun dari kemarin,” ujarnya.

Menyangkut adanya laporan mengenai harga MinyaKita di tingkat pasar yang masih melambung, Budi memastikan bahwa proses pemantauan harga konsisten dijalankan saban hari lewat instrumen pengawasan pasar.

“Ya makanya cek dulu di SP2KP. SP2KP itu kan cek lapangan,” ucapnya.

Budi tidak menampik bahwa nilai jual minyak goreng di bagian timur Indonesia, terutama wilayah Papua, memang masih relatif lebih mahal ketimbang kawasan lain lantaran kendala distribusi. 

Menyikapi hal itu, pihak otoritas telah menginstruksikan Perum Bulog untuk mengintensifkan pasokan ke area tersebut.

“Memang kalau di daerah timur, Papua itu lebih tinggi. Nah kami sudah minta Bulog distribusi ke daerah sana. Jadi insyaallah nggak ada masalah,” ujar Budi.

Mengenai peluang intervensi melalui operasi pasar demi menstabilkan harga, Budi menjelaskan bahwa pemerintah bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) selama ini konsisten menggulirkan program tersebut secara berkala.

“Operasi pasaran kan sering terus dilakukan tuh, bersama dengan Bapanas,” katanya.

Menurut penjelasannya, basis data pemantauan harga yang diaplikasikan pemerintah merupakan rangkuman dari laporan berkala setiap daerah yang diperbarui dalam SP2KP. Ia pun menjamin bahwa ketersediaan stok minyak goreng secara nasional berada di posisi aman.

“Stok aman semua nggak ada masalah. Jadi harga-harga, minyak goreng semua nggak ada masalah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, harga jual MinyaKita telah diregulasi melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024. 

Lewat aturan tersebut, batas atas penjualan MinyaKita untuk level D1 dipatok Rp13.500 per liter, level D2 maksimal Rp14.000 per liter, serta pada tingkat pengecer tertinggi Rp14.500 per liter. Sementara itu, HET MinyaKita bagi konsumen akhir ditetapkan senilai Rp15.700 per liter.

Terkini