IHSG Prediksi Uji Level Krusial Simak Saham ASII dan RMKE Hari Ini

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:27:40 WIB
Ilustrasi layar Indeks Saham (IHSG) di BEI (Foto: bloombergtechnoz.com)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memberikan proyeksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguji titik krusial pada sesi perdagangan hari Selasa (12/5/2026). Pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan akan berada dalam rentang resistance 7.000, pivot 6.900, serta support 6.750.

Pihak Phintraco Sekuritas turut memberikan rekomendasi terhadap lima saham yang dinilai memiliki potensi keuntungan, dengan salah satu di antaranya adalah ASII.

Berdasarkan penjelasan Phintraco Sekuritas, IHSG pada hari sebelumnya berakhir di zona merah pada level 6.905,62 (0,92%). Munculnya sentimen negatif dipicu oleh adanya rencana implementasi tarif royalti bagi tambang komoditas tembaga, nikel, timah, emas, serta perak, kendati Menteri ESDM sempat menyebutkan adanya penundaan.

Namun, pihak Menteri Keuangan telah memberikan kepastian bahwa regulasi mengenai penyesuaian tarif royalti bagi perusahaan pertambangan tersebut akan mulai diimplementasikan pada awal Juni 2026.

Ditinjau secara teknikal, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa histogram negatif pada MACD kembali mengalami pelemahan dan terlihat adanya Death Cross Stochastic RSI pada area pivot. “IHSG hari ini diprediksi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 6.750-6.850,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menjabarkan bahwa indeks keyakinan konsumen di Indonesia tergolong stabil pada angka 123 pada periode April 2026, berbanding tipis dengan level 122,9 pada Maret 2026. Sudut pandang terhadap situasi ekonomi saat ini dinilai membaik, ditandai dengan kenaikan subindeks sebesar 1,1 poin ke angka 116,5.

Phintraco Sekuritas juga mengungkapkan bahwa angka penjualan sepeda motor pada pasar domestik mengalami kenaikan sebesar 28,1% YoY menjadi 520.972 unit pada April 2026. Kondisi ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kemerosotan 17,1% pada Maret 2026. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh proses normalisasi usai periode libur hari raya pada bulan sebelumnya.

Menurut Phintraco Sekuritas, para investor sedang menunggu rilis data retail sales pada Selasa (12/5/2026), yang diprediksi akan tumbuh sebesar 6,8% YoY pada Maret 2026. “Investor diperkirakan juga mengantisipasi pengumuman MSCI (12/5), yang berpotensi mengeluarkan saham BREN dan DSSA dari indeks MSCI,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai penutup, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima emiten saham yang memiliki potensi cuan, yakni ASII, RMKE, GJTL, INTP, dan LSIP.

Terkini