Investor Domestik Bertambah 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun Kata OJK

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:27:40 WIB
Ilustrasi Seorang yang Mempunyai Uang yang Siap untuk di Investasikan (Foto: pegadaian.co.id)

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memberikan penilaian bahwa pertumbuhan angka investor domestik telah menjadi faktor krusial yang menjadikan pasar modal Indonesia kian kokoh menghadapi berbagai gejolak global.

Menurut Friderica, yang juga akrab dipanggil Kiki, angka investor pasar modal Indonesia saat ini sudah menyentuh 26,8 juta single investor identification (SID). Terhitung sejak penutupan tahun lalu, total tersebut mengalami penambahan sekitar 6,4 juta investor.

“Jumlah investor Indonesia sudah 26,8 juta. Sejak akhir tahun sudah bertambah 6,4 juta, ini luar biasa. Jadi apa yang kami khawatirkan dengan jumlah investor domestik yang semakin besar?” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kiki menerangkan bahwa pada awal tahun ini, pasar modal di Indonesia sempat mengalami bermacam tekanan dari ranah global, dimulai dari adanya pengumuman evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International yang memicu volatilitas pasar pada pengujung Januari 2025, hingga adanya penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's dan Fitch Ratings.

Lebih lanjut, peningkatan konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, termasuk pertikaian antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel pada Februari lalu, ikut memberikan tekanan tambahan pada pasar keuangan dunia, khususnya lewat lonjakan harga energi serta terhambatnya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Kendati demikian, Kiki melihat kondisi pasar modal Indonesia sekarang telah jauh lebih siap dalam menghadapi tekanan dari luar karena pihak regulator terus melakukan reformasi terhadap integritas serta memperkuat fundamental pasar.

“Ketika guncangan itu terjadi, kami sudah membenahi apa yang menjadi PR kami, yang menjadi concern para investor global terkait market Indonesia,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak OJK pun terus memberikan dorongan untuk meningkatkan partisipasi dari para investor domestik, baik dari kategori ritel maupun institusi. Langkah tersebut diambil agar pasar modal nasional tidak menggantungkan diri sepenuhnya pada aliran dana asing, sehingga kestabilannya tidak mudah goyah.

Ia berpendapat, semakin luas basis investor lokal, maka daya tahan pasar modal Indonesia akan semakin kuat saat terjadi fenomena aliran dana keluar atau outflow asing yang dipicu oleh dinamika global.

“Supaya ketika terjadi dinamika dan gejolak dari luar Indonesia, sementara fundamental kami baik, maka investor domestik inilah yang akan menjadi penopang market kami,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia juga menambahkan bahwa selama landasan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat, maka kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional harus senantiasa dipertahankan. Ke depannya, OJK berkomitmen untuk terus berbenah lewat delapan rencana aksi strategis, yang meliputi peningkatan likuiditas pasar, aspek transparansi, tata kelola, hingga urusan penegakan hukum.

“Semua hal yang kami sampaikan di dalam delapan aksi reformasi integritas sudah kami deliver, baik itu keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1%, kemudian granularitas data dari sembilan klasifikasi menjadi 39 klasifikasi. Semua hal itu sudah kami lakukan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini