JAKARTA – Harga emas dunia terpantau mengakhiri perdagangan kemarin dengan performa yang positif. Pencapaian ini membuat harga logam mulia tersebut berhasil membukukan penguatan selama dua hari berturut-turut.
Pada Senin (11/5/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup pada level US$ 4.750,4/troy ons. Nilai tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 0,73 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada akhir pekan sebelumnya. Dengan demikian, dalam kurun waktu dua hari terakhir, harga emas telah merangkak naik sebanyak 1,37 persen.
Walaupun begitu, fluktuasi harga emas tetap berada pada level yang terhitung tinggi. Nilai aset ini terus mendapatkan guncangan semenjak pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari yang lalu.
“Harga emas mengalami konsolidasi setelah pasar terjebak di antara ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang meninggi. Kombinasi ini sepertinya akan membuat harga emas bergerak tanpa arah,” sebagaimana dilansir dari berita sumber Priyanka Sachdeva, Analis di Phillip Nova Pte Ltd, melalui catatannya yang dikutip dari berita sumber.
Analisis Teknikal
Mengenai proyeksi pergerakan harga emas untuk hari ini, Selasa (12/5/2026), muncul pertanyaan apakah tren kenaikan tiga hari beruntun dapat terwujud.
Ditinjau dari sisi teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas saat ini telah memasuki zona bullish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada pada angka 55. Mengingat RSI di atas 50 menjadi sinyal posisi bullish, namun karena angka tersebut belum terpaut jauh dari 50, maka kondisinya dianggap masih cukup netral.
Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 telah menyentuh angka 100. Posisi ini merupakan titik tertinggi yang mengindikasikan kondisi sangat jenuh beli (overbought).
Untuk aktivitas perdagangan hari ini, harga emas diprediksi memiliki risiko untuk terkoreksi. Target support paling dekat diperkirakan berada pada level US$ 4.708/troy ons yang mengacu pada Moving Average (MA) 5.
Perlu dicermati titik pivot pada US$ 4.690/troy ons. Sebab, dari titik tersebut terdapat potensi harga emas akan menguji kisaran antara US$ 4.680-4.665/troy ons. Adapun target yang paling rendah atau support terjauh berada di posisi US$ 4.654/troy ons.
Akan tetapi, jika harga emas terbukti masih memiliki kekuatan untuk mendaki, maka level US$ 4.790/troy ons dapat menjadi target resisten selanjutnya. Setelah melewati titik tersebut, ruang bagi penguatan harga emas praktis sudah terbatas dalam kerangka waktu harian.