MEDAN – Berbagai harga komoditas pangan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Medan mulai menunjukkan tren peningkatan pada pertengahan Mei 2026.
Berdasarkan hasil pengamatan di beberapa pasar utama, lonjakan yang paling signifikan terlihat pada komoditas bawang merah dan cabai merah yang terus merangkak naik selama beberapa hari terakhir.
Di Pasar Petisah, harga bawang merah kini menyentuh Rp39.000 per kg, mengalami kenaikan cukup tinggi dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp35.000 per kg.
Fenomena serupa menimpa cabai merah yang sebelumnya dijual Rp30.000 per kg, kini harus ditebus masyarakat seharga Rp34.000 per kg.
“Bawang merah naik lumayan terasa, sekarang saya jual Rp39.000. Cabai merah juga naik jadi Rp34.000. Hanya bawang putih yang turun sedikit jadi Rp30.000 dan cabai rawit turun seribu per kilonya,” kata Laila, salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Selasa (12/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kondisi yang lebih drastis ditemukan di Pasar Kampung Lalang. Di pasar ini, harga bawang merah bahkan melonjak hingga Rp43.000 per kg dari harga semula Rp36.000 per kg.
Sementara itu, cabai merah mengalami kenaikan tipis ke angka Rp35.000 per kg. Ria, pedagang sayuran di Pasar Kampung Lalang, menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh menipisnya pasokan dari daerah penghasil.
“Bawang merah kenaikannya paling tinggi, sampai Rp43.000 sekarang per kilo dari sebelumnya Rp36.000. Cabai merah juga naik sedikit jadi Rp35.000. Kalau bawang putih sama cabai rawit masih stabil harganya,” ucap Ria, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menanggapi fluktuasi harga tersebut, warga mulai merasa resah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi akibat inflasi global. Banyak konsumen yang terpaksa memangkas jumlah belanjaan demi mencukupi kebutuhan lainnya.
“Tentu berat bagi kami ibu rumah tangga kalau semua-semua naik. Bawang merah itu bumbu dasar, kalau naik sampai di atas Rp40 ribu, ya terpaksa beli eceran saja Rp10 ribu, tidak berani beli kiloan lagi. Harapannya pemerintah segera cek stoknya, jangan sampai barang gaib di pasar tapi harga selangit,” ujar seorang pembeli di Pasar Kampung Lalang, Nurhayati, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sejalan dengan Nurhayati, seorang pembeli di Pasar Petisah bernama Rina juga mengungkapkan kecemasannya jika tren kenaikan ini berlanjut hingga akhir bulan.
“Tadi mau beli cabai dan bawang, ternyata sudah beda harganya dari minggu lalu. Kalau terus-terusan naik, uang belanja bulanan tidak akan cukup. Kami rakyat kecil ini cuma ingin harga stabil supaya bisa makan enak tiap hari tanpa pusing lihat dompet,” tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.