Adira Finance Salurkan Modal Kerja 896 Miliar Rupiah Kuartal Satu 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 15:34:39 WIB
Ilustrasi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) (FOTO: investor.id)

JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memberikan laporan bahwa penyaluran pembiayaan modal kerja tetap menunjukkan pertumbuhan sepanjang kuartal I-2026, meski kondisi dunia usaha belum sepenuhnya pulih.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, menyampaikan bahwa pada skala industri, pembiayaan modal kerja dari perusahaan pembiayaan masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Hal tersebut merefleksikan kebutuhan pendanaan produktif bagi para pelaku usaha yang masih stabil sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, tren pembiayaan modal kerja multifinance secara industri masih menunjukkan pertumbuhan positif. Artinya kebutuhan pendanaan produktif pelaku usaha masih tetap terjaga,” kata Gani sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga periode kuartal I-2026, Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan modal kerja yang menyentuh angka Rp 896 miliar. Gani menegaskan bahwa nilai tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh sektor perdagangan besar serta eceran, pertambangan, industri pengolahan, pertanian, maupun bidang produktif lainnya yang memerlukan pendanaan untuk operasional atau ekspansi bisnis.

Meskipun terdapat kenaikan, Gani mengakui bahwa proyeksi ke depan masih sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Pelaku usaha cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi, sehingga laju permintaan pembiayaan memiliki risiko terkena tekanan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jika dilihat dari sisi kualitas aset, Adira Finance mencatatkan rasio non-performing financing (NPF) pada segmen ini bertahan di level 1,9%, yang mana angka tersebut memperlihatkan adanya kenaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai informasi pelengkap, laporan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengindikasikan bahwa pembiayaan modal kerja mengambil porsi 10,67% dari total pembiayaan multifinance. Angka ini dilaporkan tumbuh 8,31% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 54,63 triliun sampai dengan Februari 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini