Kinerja Positif MUF Kuartal Satu 2026 di Tengah Dinamika Ekonomi

Senin, 11 Mei 2026 | 15:33:38 WIB
Ilustrasi . Mandiri Utama Finance (FOTO: suarapemerintah.id)

JAKARTA – Perusahaan multifinance, PT Mandiri Utama Finance (MUF), menorehkan hasil kinerja yang positif pada permulaan tahun 2026 ini di tengah kondisi dinamika perekonomian.

Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian Sukoco, menyampaikan bahwa perusahaan berhasil membukukan piutang pembiayaan yang tumbuh dua digit hingga Maret 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Pertumbuhan total piutang pembiayaan sebesar 15,8% secara tahunan atau Year on Year (YoY) per Maret 2026," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tren positif ini juga terlihat pada total aset milik MUF yang mengalami pertumbuhan sebesar 26,6% secara YoY.

Dapot menjelaskan, raihan positif tersebut didukung oleh penguatan kolaborasi bersama Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI), jalinan kerja sama dengan pihak dealer, showroom, serta mitra, hingga optimalisasi pada saluran digital sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meninjau dari aspek kualitas aset, Dapot menyebutkan bahwa MUF mampu mempertahankan rasio Non-Performing Financing (NPF) pada tingkat 1,37% per Maret 2026, nilai yang berada jauh di bawah rata-rata industri multifinance sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Kondisi itu mencerminkan keberhasilan strategi manajemen risiko untuk ekspansi terukur yang dilakukan oleh MUF," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk masa mendatang, Dapot menuturkan bahwa MUF akan senantiasa menjaga titik keseimbangan antara perluasan bisnis dan kualitas pembiayaan melalui penerapan strategi yang selektif serta prudent.

Dapot pun tidak menampik bahwa situasi dinamika ekonomi di awal tahun 2026 masih memberikan tantangan bagi industri multifinance, khususnya yang berkaitan dengan daya beli serta sikap kehati-hatian dari konsumen sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun begitu, Dapot mengatakan bahwa MUF masih melihat permintaan pembiayaan yang tetap stabil, termasuk adanya peningkatan permintaan pada segmen kendaraan listrik sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai data tambahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pertumbuhan piutang pembiayaan di industri multifinance kembali mengalami perlambatan ke angka 0,61% YoY, dengan total nilai Rp 514,09 triliun hingga Maret 2026.

Di sisi lain, tingkat NPF gross industri multifinance tercatat mengalami kenaikan menjadi 2,83% pada periode Maret 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini