JAKARTA – Perusahaan distributor PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. (PMUI) mematok target kenaikan pendapatan sebesar 10 persen untuk tahun buku 2026, di tengah langkah perseroan yang sedang memproses pelepasan saham di PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM).
Memasuki tahun 2026, manajemen memprediksi angka penjualan tumbuh sekitar 10 persen dengan sasaran laba bersih kembali menyentuh Rp40 miliar setelah selesainya tahapan konsolidasi.
Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, menerangkan bahwa porsi GRPM terhadap perseroan saat ini tidak terlampau besar.
Hal ini mendasari keyakinan bahwa rencana divestasi tersebut tidak akan membawa dampak signifikan bagi kegiatan operasional maupun kinerja keuangan PMUI.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kontribusi GRPM tidak terlalu signifikan, jadi saya rasa tidak berpengaruh apa pun,” ujarnya dalam acara Paparan Publik, Senin (11/5/2026).
Sebelumnya, pada 12 Februari 2026, PMUI telah menyepakati termsheet non-binding mengenai rencana pengambilalihan saham GRPM oleh PT Tunas Binatama Lestari yang terafiliasi dengan Rimau Group.
Melalui aksi korporasi ini, PMUI berencana melepas 70,67 persen kepemilikan sahamnya di GRPM.
Agus menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam melakukan diversifikasi usaha, termasuk mengeksplorasi potensi di industri perhotelan lewat entitas anak yang baru.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami punya anak usaha hotel dan saat ini masih dalam tahap kajian serta penyusunan strategi,” katanya.
Menurut keterangannya, diversifikasi ini bertujuan untuk memperkuat performa perusahaan di tengah dinamika industri distribusi.
Pada saat yang sama, PMUI tetap berkomitmen mengawal pertumbuhan di sektor distribusi telekomunikasi yang menjadi pilar utama pendapatan.
PMUI sendiri bertindak sebagai distributor produk XLSmart dari PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL).
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami fokus menjaga pertumbuhan distribusi telekomunikasi. Penggabungan XLSmart ini akan berdampak positif ke perseroan,” katanya.
Dalam upaya mengerek pendapatan, perusahaan berniat melakukan ekspansi ke area distribusi yang belum terjangkau secara optimal.
Sampai saat ini, PMUI mengelola total 93 wilayah operasional yang membentang dari Aceh hingga Sulawesi Tengah.
Ia juga menambahkan bahwa tumpuan pendapatan utama PMUI tetap pada komisi penjualan produk XLSmart yang diproyeksikan konsisten ke depannya.
Menilik laporan kinerja kuartal I/2026, PMUI sukses mengantongi pendapatan senilai Rp1,18 triliun, atau meningkat 23,11 persen dibandingkan Rp963,03 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Laba bersih pun melonjak tajam 80,70 persen menjadi Rp9,55 miliar dari posisi Rp5,28 miliar pada kuartal I/2025.
Rincian pendapatan pada kuartal I/2026 meliputi produk telekomunikasi sebesar Rp836,62 miliar, produk perawatan Rp118,14 miliar, sektor makanan dan minuman Rp180,77 miliar, serta pendapatan jasa dan komisi Rp50,08 miliar.
Selama tahun 2025, PMUI membukukan total pendapatan Rp3,83 triliun, sedikit menurun dari capaian Rp3,89 triliun di tahun 2024. Sementara itu, laba bersih terkoreksi ke angka Rp38,9 miliar dari posisi sebelumnya Rp53,8 miliar.