UMKM Kulit Sidoarjo Jaga Tradisi Handmade di Tengah Persaingan Global

Senin, 11 Mei 2026 | 13:45:01 WIB
UMKM Kulit Sidoarjo. (Foto: net)

SIDOARJO – Di tengah gempuran produk impor serta barang pabrikan massal, para pelaku UMKM produk kulit di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, terus berjuang mempertahankan keberlangsungan usaha mereka. 

Dengan bertumpu pada proses pembuatan secara manual (handmade) dan keunggulan kualitas produk, para pengrajin kulit lokal merasa yakin mampu berkompetisi di pasar yang kian ketat. 

Upaya ini salah satunya ditunjukkan oleh Sandy Leather yang secara konsisten memproduksi tas serta dompet dari bahan kulit asli dengan pengerjaan tangan.

Di dalam workshop yang berlokasi di sentra kerajinan kulit Tanggulangin tersebut, kegiatan produksi dijalankan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. 

Seluruh tahapan, mulai dari seleksi bahan baku, penyusunan pola, pemotongan kulit, sampai proses menjahit dilakukan secara presisi oleh pengrajin yang sudah berpengalaman. 

Teknik pengerjaan tangan ini menjadi nilai lebih karena pengolahan material kulit asli memerlukan keahlian khusus yang tidak sama dengan pengolahan bahan imitasi.

Bisnis yang dirintis sejak tahun 2012 ini pada mulanya hanya menjajakan produk titipan pengrajin lain pada pameran pasar mingguan di wilayah Solo. 

Namun seiring berjalannya waktu, Sandy Leather kini telah berhasil memiliki workshop dan rantai produksi secara mandiri. 

Selain fokus pada mutu produk, mereka juga berkomitmen untuk terus mempromosikan nama Tanggulangin sebagai wilayah legendaris pusat kerajinan kulit di Indonesia supaya tetap dikenal oleh generasi muda maupun pasar dunia.

Tidak hanya bergantung pada sistem penjualan tatap muka, pelaku UMKM ini juga merambah pasar melalui platform digital serta marketplace internasional. 

Langkah dalam menjaga kualitas dan senantiasa mengikuti perkembangan tren tersebut mendapatkan respon positif dari para pembeli yang menganggap produk lokal Tanggulangin punya kualitas setara dengan brand lain. 

Melalui sentuhan tangan pengrajin, produk kulit lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai barang pakai, melainkan juga menjadi representasi kreativitas, identitas, serta kebanggaan bagi UMKM Indonesia.

Terkini