SEMARANG – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatatkan pertumbuhan premi pada awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, perusahaan sukses menghimpun premi hingga Rp 1,16 triliun atau naik sekitar 10% secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menjabarkan bahwa capaian premi ini didorong oleh lonjakan signifikan pada sektor asuransi umum yang tumbuh sampai 44% yoy. Seiring dengan pertumbuhan premi tersebut, laba perusahaan juga ikut melambung sebesar 77% yoy pada kuartal I-2026.
“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai berkualitas. Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko,” kata Mahelan dalam media gathering di Semarang, Kamis (7/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mahelan mengungkapkan bahwa Askrindo tetap memegang komitmen untuk memperkuat manajemen risiko mulai dari proses underwriting hingga manajemen klaim guna menjaga kualitas portofolio bisnis di tengah dinamika industri asuransi kredit.
“Kami membangun pendekatan mitigasi risiko secara end-to-end, dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi dalam underwriting, memperkuat kolaborasi dengan mitra perbankan, serta meningkatkan efektivitas proses klaim dan recovery,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain itu, Askrindo melakukan diversifikasi portofolio dengan memperkuat bisnis penugasan pemerintah, mengembangkan segmen BUMN dan korporasi, serta memperluas bisnis ritel seperti asuransi mikro, parametrik, travel insurance, dan kendaraan bermotor.
Mahelan memproyeksikan prospek industri asuransi kredit akan tetap positif selaras dengan target ekspansi kredit perbankan yang dipatok pada kisaran 8%-12% pada tahun 2026.
“Kami optimistis terhadap peluang pertumbuhan di 2026, terutama dengan meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor. Namun, kuncinya tetap tumbuh dengan kualitas, bukan hanya mengejar volume,” tutup Mahelan sebagaimana dilansir dari berita sumber.