Wamendag Roro Kunjungi UMKM Bron Chips di Surabaya

Rabu, 29 April 2026 | 10:49:55 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri (https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/KcDOl86nN7Hz3BXqoHjZ5CrOltQ=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc()/kly-media-production/medias/3621417/original/074731900_1635919947-Dyah_Roro_

SURABAYA – Wamendag Roro kunjungi UMKM Bron Chips Surabaya dan tegaskan komitmen Kemendag fasilitasi UMKM lokal bersaing di pasar global lewat ekspor dan jaringan ritel modern Indomaret.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyambangi pabrik UMKM Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (28/4/2026). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial — melainkan bagian dari agenda pemerintah menilai langsung perkembangan produksi, kapasitas fasilitas, dan potensi UMKM lokal untuk masuk ke kancah perdagangan internasional.

"Selain mendorong ekspor, Kementerian Perdagangan juga berupaya memperluas distribusi produk UMKM ke ritel modern. Saat ini, Bron Chips telah berhasil menembus jaringan ritel modern Indomaret, sehingga produknya makin mudah dijangkau konsumen," ujar Wamendag Roro saat berada di pabrik Bron Chips, Surabaya, Selasa (28/4/2026).

Wamendag Roro menekankan, di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergerak, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai perjanjian dagang internasional terus dijalin — mulai dari kerja sama dengan Peru, Kanada, kawasan Eurasia, hingga Uni Eropa — sebagai fondasi bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan ekspor secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Pendiri Bron Chips, Mega Siswindarto, menyambut positif kunjungan tersebut dan mengaku bahwa dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam hal perluasan akses pemasaran. Bron Chips sebelumnya telah mengikuti Export Coaching Program (ECP) dari Kementerian Perdagangan, sebuah program pendampingan komprehensif yang dirancang untuk pelaku usaha berorientasi ekspor agar mampu melakukan pengiriman produk ke luar negeri secara mandiri.

"Kami berharap ke depan, makin banyak kerja sama dengan ritel modern lain, sehingga produk UMKM Bron Chips dapat tersebar lebih luas di berbagai daerah," ungkap Mega.

Setelah meninjau pabrik, Wamendag Roro melanjutkan kunjungan ke gerai Indomaret di Surabaya. Ia meninjau langsung keberadaan produk UMKM di rak ritel modern tersebut dan mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin antara Indomaret dan pelaku usaha lokal.

"Selain memberikan ruang bagi UMKM, ritel modern juga menghadirkan berbagai promo yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan begitu, produk UMKM bisa makin diminati," ujar Wamendag Roro.

Development Manager Indomaret Surabaya, Guntur Buntoro, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, industri ritel, dan UMKM perlu terus diperkuat agar ekosistem perdagangan kian berkembang dan berdaya saing.

Agenda Wamendag Roro di Surabaya ditutup dengan sesi dialog bersama 6 pelaku UMKM di Depot Bu Rudy. Hadir antara lain perwakilan dari PT Adelia Surya Tirta Kencana dengan produk ledre dan camilan, CV Tirta Ayu Spa, UMKM batik Dolog Gede, MY Kayu dengan tumbler dan suvenir kayu jati, UD D'Jati Lounge, serta Jolie Moda yang memproduksi sepatu perempuan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kisah CV Tirta Ayu Spa. Perwakilan usaha tersebut, Felly, mengungkapkan bahwa produknya telah berhasil menembus pasar Afrika, khususnya Nigeria dan Eswatini, termasuk membuka layanan spa di sana dengan membawa tenaga kerja terlatih asal Indonesia. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peluang yang terbuka melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI).

Pemilik Depot Bu Rudy, Lanny Siswadi, turut menceritakan inisiatifnya memfasilitasi UMKM berjualan di tempatnya. Langkah itu berawal dari solidaritas di masa pandemi, dengan syarat para pelaku UMKM memiliki sertifikasi PIRT dan sertifikasi halal sebagai standar kualitas produk yang dipasarkan.

Terkini