Laba PGN Kuartal I 2026 Melonjak 4,6 Persen Berkat Pasar Domestik

Senin, 27 April 2026 | 19:30:24 WIB
ILUSTRASI, PGN membukukan kenaikan laba bersih

JAKARTA – PGN mencatatkan kenaikan Laba PGN Kuartal I 2026 sebesar 4,6 persen yang didorong oleh penguatan volume niaga gas dan optimalisasi pasar domestik yang stabil.

Kenaikan laba bersih ini menjadi sinyal positif bagi penguatan infrastruktur energi nasional yang mulai fokus pada penyerapan gas bumi di dalam negeri.

Peningkatan profitabilitas perusahaan dipengaruhi secara langsung oleh efisiensi biaya operasional yang diterapkan sepanjang 3 bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama PGN memberikan keterangan bahwa hasil positif tersebut merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menjaga reliabilitas pasokan gas bagi pelanggan industri dan rumah tangga.

"Capaian laba bersih yang tumbuh 4,6 persen ini mencerminkan keberhasilan strategi optimasi portofolio bisnis domestik di tengah tantangan harga energi dunia," ujar Arief Setiawan Handoko, sebagaimana dilansir dari ruangenergi.com, Senin (27/4/2026).

Arief meyakini bahwa penguatan fundamental keuangan akan memberikan ruang lebih luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi jaringan pipa gas di wilayah baru.

Pencapaian ini juga didukung oleh volume distribusi gas yang stabil serta peningkatan kinerja anak perusahaan di sektor hulu dan hilir.

Data operasional menunjukkan adanya kenaikan utilisasi fasilitas LNG yang membantu mengamankan pasokan selama masa puncak konsumsi di awal tahun.

"Kami terus berkomitmen meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham melalui integrasi infrastruktur gas yang lebih efisien dari hulu hingga ke tangan konsumen akhir," kata Arief Setiawan Handoko, mengutip ruangenergi.com.

Pihak manajemen optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut pada kuartal berikutnya seiring dengan selesainya beberapa proyek strategis nasional yang dikelola perusahaan.

Langkah mitigasi risiko terhadap fluktuasi kurs mata uang asing turut menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas neraca keuangan perseroan.

Sinergi di dalam subholding gas diharapkan mampu menekan biaya logistik sehingga harga gas tetap kompetitif bagi para pelaku usaha di tanah air.

Terkini