JAKARTA - Kemenangan penting diraih Jakarta LavAni Livin Transmedia dalam lanjutan final four Proliga 2026 saat menghadapi Surabaya Samator.
Laga yang berlangsung di Jawa Pos Arena, Surabaya, Minggu, menjadi ajang pembuktian mental tim setelah sempat tertinggal di awal pertandingan. LavAni akhirnya mampu membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 3-1.
Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan kedua bagi LavAni di fase final four setelah sebelumnya mengalahkan Jakarta Garuda Jaya. Meski sempat menghadapi tekanan di set pertama, performa mereka justru meningkat di tiga set berikutnya. Kemenangan ini memperkuat posisi LavAni dalam persaingan menuju partai puncak Proliga 2026.
Awal Sulit LavAni di Set Pertama
Pertandingan dibuka dengan intensitas tinggi dari kedua tim yang sama-sama tampil disiplin. LavAni dan Samator saling kejar-mengejar angka sejak awal set pertama. Namun, Samator mampu memanfaatkan momen krusial untuk unggul tipis dengan skor 25-23.
Tekanan dari Samator membuat LavAni harus bekerja ekstra keras untuk mengimbangi permainan. Meski demikian, pengalaman dan kualitas pemain LavAni belum cukup untuk mengamankan set pembuka. Kekalahan di set pertama justru menjadi pemicu kebangkitan tim di set berikutnya.
Perubahan Strategi Jadi Kunci Kebangkitan LavAni
Memasuki set kedua, pelatih LavAni David Lee melakukan perubahan strategi yang signifikan. Ia menginstruksikan Boy Arnez untuk tampil lebih agresif dan menekan pertahanan lawan. Strategi ini terbukti efektif dalam mengubah jalannya pertandingan.
LavAni langsung tampil dominan sejak awal set kedua dan berhasil mengontrol ritme permainan. Mereka unggul jauh atas Samator dan menutup set dengan skor meyakinkan 25-15. Momentum tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan secara keseluruhan.
Dominasi LavAni di Tiga Set Berikutnya
Setelah menyamakan kedudukan, LavAni semakin percaya diri dalam menjalankan permainan. Mereka tampil lebih tenang dan mampu memanfaatkan setiap peluang dengan baik. Serangan yang lebih terorganisir membuat Samator kesulitan mengembangkan permainan.
LavAni kembali menunjukkan superioritas mereka dengan memenangkan set ketiga 25-16. Dominasi berlanjut pada set keempat yang berakhir dengan skor 25-13. Hasil tersebut memastikan LavAni mengamankan kemenangan dengan skor akhir 3-1.
Evaluasi Meski Raih Kemenangan Penting
Meski berhasil meraih kemenangan, asisten pelatih LavAni Erwin Rusni menilai masih ada hal yang perlu diperbaiki. Ia menyoroti kekalahan di set pertama sebagai bahan evaluasi tim. Menurutnya, konsistensi permainan harus terus ditingkatkan agar tidak mudah kehilangan momentum.
“Seperti tadi di set pertama kami kalah. Tetapi dengan kemampuan yang ada di tim kami, Alhamdulillah kami bisa mengambil kemenangan,” kata Erwin. Ia juga menambahkan bahwa Bhayangkara Presisi tetap menjadi lawan terberat dalam persaingan final four.
Samator Gagal Pertahankan Momentum
Di sisi lain, Surabaya Samator harus menerima kekalahan meski sempat tampil menjanjikan di awal laga. Tim yang diperkuat banyak pemain muda ini berhasil merebut set pertama, namun gagal menjaga performa di set berikutnya. Hal ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih.
Manajer tim Hadi Sampurno mengungkapkan bahwa faktor psikologis menjadi kendala utama timnya. Ia menilai para pemain terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan setelah unggul di set pertama. Akibatnya, LavAni mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk membalikkan keadaan.
Optimisme Samator di Laga Selanjutnya
Pemain Samator Jordan Susanto juga mengakui bahwa timnya kehilangan konsistensi setelah kemenangan di set pertama. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan tim yang mampu mencuri satu set dari LavAni. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal berharga untuk pertandingan berikutnya.
Hadi Sampurno pun tetap optimistis dengan peluang timnya di laga selanjutnya. Ia berharap para pemain bisa belajar dari kekalahan ini dan tampil lebih baik. Fokus utama kini adalah menghadapi pertandingan melawan Garuda Jaya demi memperbaiki posisi di klasemen.
Dengan hasil ini, persaingan di final four Proliga 2026 semakin menarik untuk diikuti. LavAni menunjukkan kapasitas sebagai tim kuat yang mampu bangkit dari tekanan, sementara Samator harus segera menemukan solusi agar bisa kembali bersaing di level tertinggi.