Satgas PRR Fokus Perbaikan Infrastruktur Dasar Agar Logistik Sumatera Pulih Cepat

Jumat, 27 Februari 2026 | 15:14:34 WIB
Satgas PRR Fokus Perbaikan Infrastruktur Dasar Agar Logistik Sumatera Pulih Cepat

JAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera tengah mempercepat pemulihan infrastruktur dasar untuk memastikan alur logistik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali normal setelah bencana. Langkah ini dianggap krusial agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang dari serta ke wilayah terdampak tidak lagi terganggu.

Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas Utama

Satgas PRR melaporkan bahwa pemulihan konektivitas secara signifikan difokuskan pada infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan yang rusak pascabencana di Pulau Sumatera. Data per 23 Februari 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar jalan nasional yang sempat terdampak kini sudah fungsional kembali. Di Provinsi Aceh, semua 38 jalan nasional terdampak sudah beroperasi fungsional, begitu juga 17 jembatan nasional. Untuk jalan daerah, sebagian besar ruas telah diperbaiki dan lebih dari separuh jembatan daerah sudah kembali berfungsi.

Di Sumatera Utara, kondisi serupa terlihat dengan seluruh 30 jalan nasional yang sebelumnya terdampak kini kembali beroperasi secara fungsional. Semua lima jembatan nasional yang rusak juga telah bisa digunakan. Untuk jaringan jalan daerah, hampir seluruh ruas sudah normal, bersama sebagian besar jembatan daerah yang kini mampu mendukung mobilitas warga.

Kondisi di Sumatera Barat juga menunjukkan perkembangan positif. Seluruh 31 jalan terdampak telah dipulihkan dan 13 jembatan nasional yang sempat rusak pun sudah beroperasi kembali. Sekitar 91 persen jalan daerah dan lebih dari setengah jembatan daerah kini mendukung konektivitas transportasi di provinsi ini.

Pemulihan Listrik dan Telekomunikasi Perkuat Konektivitas

Selain fokus pada perbaikan infrastruktur darat, Satgas PRR juga memperhatikan pemulihan jaringan listrik dan layanan telekomunikasi yang sempat terganggu pascabencana. Pasokan listrik di Sumatera Barat kini telah pulih sepenuhnya, sementara di Aceh dan Sumatera Utara masih tersisa sejumlah kecil pelanggan yang sedang dalam proses pemulihan.

Seluruh Base Transceiver Station (BTS) yang sebelumnya terdampak kini dilaporkan sudah kembali berfungsi 100 persen di ketiga provinsi tersebut. Pemulihan jaringan internet dan telekomunikasi dianggap penting untuk mendukung tidak hanya logistik, tetapi juga aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang mulai berangsur kembali normal.

Koordinasi Satgas PRR dan Pemerintah Pusat

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana. Tito menyampaikan pentingnya pembangunan kembali jembatan penghubung yang rusak agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Dalam upaya itu, Tito juga telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, untuk mengakselerasi percepatan pembangunan jembatan-jembatan terdampak bencana di Sumatera. Tito menegaskan bahwa kolaborasi ini penting untuk memberi kelancaran bagi masyarakat di lapangan. “Menteri PU saya sudah kontak tadi dan juga petugas PU. Menteri PU sudah sampaikan sama saya,” ujar Tito saat kunjungan di Aceh.

Langkah koordinasi antara Satgas PRR dan kementerian terkait diapresiasi sebagai bentuk pendekatan terpadu dalam menangani dampak luas yang ditimbulkan bencana. Sinergi ini dipandang dapat mempercepat fase rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memastikan bahwa kerusakan infrastruktur di tiga provinsi tidak lagi menjadi hambatan besar.

Dampak Terhadap Logistik dan Mobilitas Sosial-Ekonomi

Upaya pemulihan infrastruktur tersebut dipandang tidak hanya berdampak pada aktivitas transportasi semata, tetapi juga mendukung pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah yang terdampak bencana. Jalan dan jembatan yang kembali normal memungkinkan distribusi pangan, bahan bakar, dan pasokan kebutuhan pokok lain menjadi lebih lancar ke daerah-daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.

Pemulihan listrik dan telekomunikasi turut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang mulai bangkit pascabencana. Ketersediaan listrik yang stabil mendukung operasional usaha kecil dan menengah, sekolah, serta layanan kesehatan. Sementara jaringan komunikasi yang normal memudahkan koordinasi antarinstansi dan keluarga yang sempat terputus hubungan selama masa bencana.

BTS yang kembali aktif turut membantu pelaku usaha kecil dalam memanfaatkan platform digital untuk pemasaran dan transaksi, membuka ruang lebih luas bagi pemulihan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat. Hal ini dianggap dapat mempercepat kembali normalnya dinamika ekonomi di wilayah terdampak.

Tantangan dan Langkah Berikutnya

Meski progres perbaikan infrastruktur secara umum menunjukkan tren positif, tantangan tetap ada terutama pada jaringan jalan daerah dan jembatan yang masih dalam proses pemulihan penuh. Tingkat pemulihan yang berbeda-beda antarwilayah menuntut perhatian lanjutan agar semua titik yang terdampak dapat berfungsi optimal.

Pemerintah melalui Satgas PRR juga terus memantau kebutuhan penyintas bencana terutama terkait hunian tetap serta kebutuhan dasar lainnya. Pemulihan infrastruktur menjadi modal penting dalam mendukung penyediaan fasilitas hunian permanen serta layanan sosial lain yang dibutuhkan warga yang rumahnya rusak.

Langkah-langkah berikutnya melibatkan penyesuaian strategi untuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun tidak hanya cepat, tetapi juga tahan terhadap risiko bencana di masa mendatang, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, percepatan perbaikan infrastruktur dasar oleh Satgas PRR dipandang sebagai upaya penting untuk mengembalikan kondisi normal di wilayah Sumatera yang terdampak bencana, sekaligus membuka jalan bagi pemulihan sosial dan ekonomi yang lebih menyeluruh.

Terkini